Marfuah Wardani
Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Jl. Gunung Batu No.5, Bogor 16610. Telp.(0251) 8633234, Fax. (0251) 8638111

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sebaran dan Potensi Gonystylus Non Bancanus di Sumatera dan Kalimantan Marfuah Wardani; Tajudin Edy Komara; N. M. Heriyanto
Buletin Plasma Nutfah Vol 22, No 1 (2016): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v22n1.2016.p55-66

Abstract

Kelompok jenis Gonystylus non bancanus termasuk dalam kelompok kayu komersial ramin, yang saat ini telah banyak dieksploitasi, sehingga diperlukan adanya upaya budidaya dan konservasi. Dalam rangka menunjang upaya tersebut, telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui sebaran dan potensi Gonystylus non bancanus di empat lokasi (Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat) pada bulan Mei sampai bulan Nopember 2015. Pengumpulan data menggunakan plot bujur sangkar ukuran 20m x 20m, jumlah satuan contoh yang dibuat pada setiap lokasi 10 plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gonystylus non bancanus dijumpai pada ketinggian tempat antara 220 – 700 m dpl, dipinggir bukit dengan topografi agak curam dan menyebar secara berkelompok. Komposisi vegetasi di sekitar pohon Gonystylus non bancanus banyak dijumpai jenis-jenis Shorea bracteolata Dyer dengan INP sebesar 124,21%, Dipterocarpus kunstleri King. dengan INP 112,76% dan Shorea laevis Ridl. dengan INP  98,25%. Lingkungan fisik yang berkaitan erat dengan jenis tersebut adalah suhu antara 22–36 °C, kelembaban udara antara 83 – 95%,  kemiringan lahan  antara  21 - >50% dan pH tanah antara 5,3 – 6,4. Jenis Shorea bracteolata Dyer berasosiasi dengan Gonystylus non bancanus paling kuat (indeks Ochiai 0,61), Syzygium occlusum Miq.(indeks Ochiai 0,58) dan Shorea lamellata Foxw. (indeks Ochiai 0,48). Regenerasi alami Gonystylus non bancanus di lokasi penelitian masih normal artinya jumlah semai lebih besar dari pancang dan jumlah pancang lebih besar dari pohon, namun secara umum keberadaan jenis ini sangat terpencar hanya di hutan tertentu.
Deskripsi Tempat Tumbuh, Keragaman Morfologi, dan Kandungan Senyawa Fitokimia Shorea balangeran Burck di Hutan Bangka Belitung Marfuah Wardani; Adi Susilo
Buletin Plasma Nutfah Vol 22, No 2 (2016): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v22n2.2016.p81-92

Abstract

Shorea balangeran Burck termasuk jenis pohon komersial terancam punah di habitat alaminya. Dalam rangka mendukung upaya konservasi, telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui kondisi tempat tumbuh, keanekaragamn morfologi dan hubungannya kandungan senyawa fitokimia pada pepagan, ranting, dan daun. Penelitian dilakukan di kawasan hutan Pulau Bangka Belitung. Lokasi penelitian dilaksanakan di Hutan Konservasi (HK) Air Limau, Bangka pada bulan Juni 2014. Penelitian di Pulau Belitung dilaksanakan di Hutan Lindung Pantai (HLP) Senusur Sembulu dan Hutan Lindung Gunung  (HLG) Bantan pada bulan Oktober 2014. Metode yang dilakukan dengan membuat sepuluh plot pengamatan berbentuk lingkaran dengan radius 7,32 m pada setiap lokasi, dan S. balangeran sebagai titik tengahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S. balangeran tumbuh mengelompok dan mendominasi di ketiga lokasi penelitian. Jenis ini tumbuh pada  daerah dataran rendah lahan kering hingga lahan basah, pada ketinggian 5 – 55 m dari permukaan laut. Hasil analisis fitokimia pepagan, daun, ranting S. balangeran secara umum mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, triterfenoid dan glikosida. Pepagan, ranting dan daun individu S. balangeran berdiameter batang 20 cm asal sampel HK Air Limau memiliki senyawa fitokimia lebih lengkap, yaitu terdapat steroid. Ukuran diameter batang dan tempat tumbuh S. balangeran dapat sebagai parameter untuk menduga potensi kandungan senyawa fitokimia pada pepagan, ranting, serta daun.