Tiur S. Silitonga
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar No. 3A, Bogor 16111 Telp. (0251) 8337975; Faks. (0251) 8338820

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seleksi Lapang Ketahanan Beberapa Varietas Padi terhadap Infeksi Hawar Daun Bakteri Strain IV dan VIII Lina Herlina; Tiur S. Silitonga
Buletin Plasma Nutfah Vol 17, No 2 (2011): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v17n2.2011.p80-87

Abstract

Field Selection on Several Rice Varieties for Resistance to Bacterial Leaf Blight strain IV and VIII. Bacterial leaf blight (BLB) on rice (Oryza sativa) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is the major obstruction for rice production. Powerful strategy to control BLB is generally conducted by planting resistant plant. Meanwhile, the main way to explore germplasm as the source of resistance gene is conducted by selection a wide rice varieties. Field selection for resistance to BLB on 150 rice-varieties (BB-Biogen collection) was conducted in 2009 in Cianjur. Three leaves and flag leaves of individual hills at vegetative and flowering stage were inoculated by clipping the leaf tip with scissors which had been connected with a suspension bottle of bacterial cells (109- 1010 cells/ml) of the isolates which represented bacterial groups (strain) IV and VIII, respectively. Each plant was inoculated with one race. Two weeks after inoculation, length of the lesion developed on the inoculated leaf was measured, as an index of severity of infection by BLB. This experiment was treated as Factorial-Randomized Completed Block Design (two factor-with 3 replications, respectively). The resistancyreaction to strain IV and VIII was observed as the variable tested, while the factors measured consists of plant-varieties and two bacterial strains. The results showed that 11 varieties with a resistance-reaction to Xoo strain IV, inwhich 5 varieties poses a consistent resistance-reaction, i.e: Pulu Bolong, Pelopor, Gombal, Barito and Kapuas. While resistancereaction to Xoo strain VIII obtained only one variety : IR42 (score-1), while 17 others showed intermediate resistancy (score-3). AbstrakPenyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) pada padi (Oryza sativa) merupakan faktor pembatas upaya peningkatan produksi padi. Pencarian gen-gen tahan terhadap HDB sangat diperlukan untuk pengendalian penyakit tersebut. Seleksi ketahanan terhadap HDB dilakukan di Cianjur pada MT 2009 terhadap 150 varietas padi koleksi Bank Gen, BB-Biogen. Isolat Xoo yang diuji adalah strain IV dan VIII. Inokulasi dilakukan dua kali, yaitu pada fase vegetatif dan generatif dengan cara menggunting 3-5 cm dari ujung daun dan daun bendera dengan gunting yang telah dihubungkan dengan botol berisi suspensi Xoo strain IV dan VIII (109-1010 sel/ml). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah acak kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Sebagai varietas pembanding tahan digunakan IRBB7 dan pembanding rentan varietas Kencana Bali. Reaksi ketahanan tertinggi terhadap Xoo strain IV ditunjukkan oleh 11 varietas terpilih dengan reaksi agak tahan, lima varietas di antaranya menunjukkan reaksi yang konsisten agak tahan, yaitu varietas Pulu Bolong, Pelopor, Gombal, Barito, dan Kapuas. Reaksi ‘tahan’ terhadap Xoo strain VIII ditunjukkan oleh satu varietas introduksi IR42. Untuk varietas terpilih dengan reaksi ‘agak tahan’ terdapat 17 varietas.
Pembentukan Core Collection untuk Sumber Daya Genetik Padi Toleran Kekeringan Tiur S. Silitonga; Andari Risliawati
Buletin Plasma Nutfah Vol 17, No 2 (2011): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v17n2.2011.p104-115

Abstract

The Development of Core Collection for Rice Genetic Resources Tolerant to Drought. The experiment was conducted in dry season, July-September 2009 at the research farm in Jakenan, Central Java and planted in randomized block design (RBD) arrangement by using 150 accessions with the plot size of 5 m x 1 m, with plant spacing 25 cm x 20 cm and three replications. Another experiment used as control and grown as upland rice without drought stresses by watering twice in a week was planted in RBD arrangement with two replications, plot size 5 m x 1 m and spacing 25 cm x 20 cm. The results showed that 26 varieties were selected for sub core collection for drought tolerance. Jatiluhur and B.9645-E-Mr-89 had the highest yield potential respectively 3,88 dan 3,77 t/h. All of the varieties with tolerant to drought were selected for core collection. This would be very important as they could be directly grown by farmers as tolerant varieties or used as sources of gene in the breeding program to improve varieties for drought tolerant with high yielding potential. AbstrakPembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada musim kemarau, Juli-September 2009 di Kebun Penelitian Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Jakenan, Jawa Tengah, dengan rancangan acak kelompok, tiga ulangan, menggunakan 150 aksesi yang ditanam pada petak berukuran 5 m x 1 m. Tanaman disiram setiap tiga hari sekali sampai tumbuh baik dan setelah berumur 25 hari tanaman mulai dikeringkan. Sebagai petak pembanding adalah tanaman padi gogo biasa yang disiram setiap dua seminggu sekali sampai panen. Pertanaman pembanding ditanam dengan jarak 25 cm x 20 cm. Dari penelitian ini terpilih 26 varietas toleran kekeringan dengan skor 1-5. Di antara aksesi ini terdapat varietas yang berumur genjah dan sedang (115-135 hari), sehingga waktu panennya agak berbeda. Varietas Jatiluhur dan galur B.9645- E-Mr-89 mempunyai potensi hasil paling tinggi, masingmasing 3,88 dan 3,77 t/ha dan toleran terhadap kekeringan. Aksesi yang toleran terhadap kekeringan terutama yang mempunyai potensi hasil tinggi, dapat langsung digunakan oleh petani atau sebagai sumber gen dalam perakitan varietas unggul toleran kekeringan dan berpotensi hasil tinggi.