nFN Suhardi
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi dan Wilayah Pengembangan Kesemek Junggo nFN Baswarsiati; nFN Suhardi; D. Rahmawati
Buletin Plasma Nutfah Vol 12, No 2 (2006)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v12n2.2006.p56-61

Abstract

Persimmon (Diospyros kaki L.) was one of the local specific horticulture products in high land. Junggo persimmon has attractive appearance of the ripe fruit with orange to red colour. The size of fruit was 200-300 g, sweet taste, enough water and crispy. Astringent taste could be elimated by fruit treatments. The vase life of fruit was 14 days, productivity was 400-500 kg/trees/years. Persimmon was originated of subtropical region of China and Japan. In Java persimmon was planted in high land at 1000 m up to 1500 m above sea level with high rainfall. The Junggo persimmon had good market and had been exported to Singapore about 30-40 ton/seasons. The consumers prefer persimmon fruit from Junggo than from other areas of Java. AbstrakSalah satu produk hortikultura spesifik lokasi yang tumbuh di dataran tinggi Batu adalah kesemek atau persimmon (Diospyros kaki L.). Kesemek Junggo memiliki beberapa keunggulan, terutama penampilan buahnya yang sangat menarik, berwarna oranye bila telah masak optimal. Bila sudah matang, buah berwarna merah seperti tomat dan lunak. Ukuran buah besar, 200-300 g/buah, rasa buah manis-kelat, kandungan air cukup, buah optimal rasanya renyah, daya simpan buah lebih dari 14 hari. Rasa kelat atau sepat dapat dihilangkan dengan beberapa cara. Produktivitas kesemek 400-500 kg/pohon/tahun, berbuah hanya sekali setahun dari tanaman yang rata-rata sudah tua. Kesemek berasal dari Cina dan Jepang, banyak dijumpai di daerah subtropik dan dataran tinggi daerah tropik. Di daerah tropik umumnya dijumpai pada ketinggian di atas 1000 m dpl. Di Jawa, tanaman kesemek tumbuh baik pada ketinggian 1000-1500 m dpl dengan curah hujan tinggi. Kesemek menyukai daerah beriklim sejuk dan lembab. Kesemek asal Junggo-Batu sejak tahun 1983 telah diekspor ke Singapura. Potensi dan volume ekspor buah kesemek asal Junggo-Batu yang diperoleh dari satu dusun Junggo berkisar antara 30-40 t/ musim. Menurut eksportir, buah kesemek asal Junggo-Batu lebih disukai oleh konsumen Singapura dibandingkan dengan buah kesemek dari daerah lain di Jawa karena rasanya lebih manis, renyah, kandungan air banyak, buah berukuran besar, dan berwarna merah-jingga menarik.