Nirmala F. Devy
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Jl. Raya Tlekung No. 1, Junrejo, Batu, Jawa Timur 65301

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Morphological Characterization of Leaf and Flower of Local Sweet Potato [Ipomea batatas L.] From Agam and Solok District, West Sumatra Province Sumilah Sumilah; Nirmala F. Devy; Hardiyanto Hardiyanto
Buletin Plasma Nutfah Vol 25, No 2 (2019): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v25n2.2019.p15-22

Abstract

The diversity of sweet potatoes from Agam and Solok District of West Sumatra is known to be very high, it causes somedifficulties in taxonomic research. The diversity analysis based on the leaf and flower morphology has not done before in local sweet potato from Agam and Solok District. The purpose of this study was to determine the diversity of local varieties of sweet potato from West Sumatra based on leaves and flowers morphological characters. The analysis was conducted on 21 accessions collected from West Sumatra regencies and germplasm collection. The Morphological characterization was done based on CIP/AVRDC/IBPGR descriptor list. The data of morphological character was analyzed using Primary Component Analysis (PCA) and grouping analysis using Cluster Analysis through SAHN method on NTSys program, with UPGMA as similarities criteria. The results showed that the first four principal components contributed 89.6% to the plant diversity. The sweet potatoes were divided into 2 clusters, with the main distinguishing character was the existence of plant flowers. Information on genetic diversity and the pattern of relations between accessions will be very useful for the West Sumatra people in developing superior sweet potatoes.
Identifikasi Penciri Morfologi dan Kualitas Plasma Nutfah Lokal Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Sumatra Barat Nirmala F. Devy; Abd. Aziz Syarif; Aryawaita Aryawaita
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 1 (2018): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n1.2018.p53-62

Abstract

Plasma nutfah lokal ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) memiliki potensi ekonomi penting bagi masyarakat Sumatra Barat. Tanaman ubi kayu mempunyai keragaman morfologi yang tinggi. Untuk membedakan jenis-jenis ubi kayu, identifikasi penciri karakter morfologi dan kualitas sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan informasi karakter ubi kayu lokal yang berkembang di Sumatra Barat. Analisis dilakukan masing-masing pada sepuluh ubi kayu lokal asal empat kabupaten dan tiga varietas ubi kayu yang telah dilepas. Karakterisasi morfologi dilakukan berdasarkan standar deskriptor dari International Institute of Tropical Agriculture (IITA), sedangkan analisis fisik dan kimia umbi dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP), Universitas Andalas, Padang. Penelitian dilakukan di KP Sukarami, Kab. Solok pada bulan Maret 2015–Februari 2016. Data karakter morfologi dan kualitas serta mengelompokannya dianalisis dengan principal component analysis (PCA). Hasil analisis PCA berdasarkan karakter morfologi tanaman, kualitas kimia umbi, serta morfologi dan warna umbi menunjukkan masing-masing menghasilkan empat komponen utama yang berkontribusi terhadap total keragaman sebesar 78, 83, dan 81,3%. Berdasarkan morfologi tanaman, tiga belas ubi kayu Sumbar terbagi ke dalam enam klaster, dengan pembeda antarkelompok adalah jumlah anak daun (lobus), panjang tangkai, warna pucuk, dan lebar daun, sedangkan berdasarkan kualitas kimia danmorfologi umbi, masing-masing menghasilkan lima klaster, dengan karakter pembeda masing-masing antara lain adalah karbohidrat dan protein serta warna umbi. Bobot umbi per rumpun tertinggi pada ubi kayu lokal Kuning dan Roti 2, dengan hasil 203–380%, lebih tinggi dibanding dengan varietas yang telah dilepas. Ubi kayu dengan kadar HCN rendah adalah Tangkai Merah- 1, Dumai, dan Roti 2, sedangkan dengan kadar pati >35% adalah Sanjai Padang Jariang, Jurai Merah, Kuning, Roti 2, dan Hijau Pesisir Selatan. Setiap ubi kayu mempunyai karakter morfologi tanaman, umbi serta kandungan kimia yang spesifik.