Asriyanti Ilyas
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan Jl. Perintis Kemerdekaan Km.17,5 Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inventarisasi dan Karakterisasi Keragaman Morfologi Durian Lokal (Durio zibethinus Murr.) di Provinsi Sulawesi Selatan nFN Nurlaila; Asriyanti Ilyas; nFN Sahardi
Buletin Plasma Nutfah Vol 25, No 1 (2019): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v25n1.2019.p53-62

Abstract

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan buah durian, terutama durian lokal. Beberapa keunggulan dari durian lokal ini adalah ketahanan terhadap hama atau penyakit utama serta produktivitas yang tinggi. Namun karena kurangnya informasi, keunggulan ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengarakterisasi varietas durian lokal Sulawesi Selatan sebagai langkah awal dalam pendaftaran varietas tanaman lokal. Berdasarkan peraturan yang berlaku, agar dapat dikomersialisasikan baik di pasar lokal maupun global, suatu varietas harus melalui proses pendaftaran/pelepasan tanaman. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Luwu, Sinjai, dan Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan mulai Januari hingga Desember 2015. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif, sedangkan pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Pengamatan langsung dilakukan terhadap pohon, daun, dan buah sebagai data primer, sedangkan data sekunder diperoleh melalui wawancara dengan pemilik tanaman. Sebanyak 18 aksesi durian yang diuji menunjukkan karakter morfologi yang cukup beragam dengan nilai koefisien kemiripan genetik antara 0,08−0,50. Dendrogram terbagi ke dalam empat kelompok. Aksesi Lagalenrong dan Laissong memiliki kemiripan genetik terbesar (0,50) sedangkan yang memiliki kemiripan genetik paling kecil (0,08) di antaranya aksesi Simas dengan Laissong, aksesi Simas dengan Lanangka; aksesi Mentega dengan Lauro 1; aksesi Pagolla dengan Lauro 2; aksesi Simas dengan Taramatekkeng 2. Karakter unggul seperti bobot buah sedang, ketebalan kulit sedang-tipis serta rasa manis legit diperoleh dari aksesi Pagolla, Mentega, dan Taramatekkeng 2, sedangkan untuk warna daging buah yang menarik diperoleh dari aksesi Simas.