Menyadari betapa pentingnya pendidikan IPA, telah banyak dilakukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPA di sekolah melalui penyempurnaan kurikulum yang terus dilakukan, peningkatan kualitas guru mata pelajaran, penyediaan dan pembaharuan buku ajar, penyediaan dan perlengkapan alat-alat pelajaran seperti laboratorium, kit sain, pembaharuan strategi dan pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA, dan usaha lain yang ditempuh untuk memperbaiki pencapaian hasil belajar IPA siswa di sekolah. Namun demikian sampai sejauh ini pencapaian hasil belajar IPA di sekolah secara umum dapat dinyatakan masih belum sesuai dengan harapan. Hal itu, dapat dilihat dari masih sulitnya siswa untuk mencapai nilai tertinggi dalam mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi pembelajaran, motivasi belajar dan interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini dilaksanakan pada dua kelas Sekolah dasar di Pandeglang dengan 56 orang siswa sebagai sampel. Pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan metode eksperimen rancangan faktorial 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar IPA Siswa SD dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif lebih tinggi daripada strategi pembelajaran ekspositori, (2) Hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran kooperatif dan memiliki motivasi belajar tinggi lebih tinggi dari pada belajar dengan strategi pembelajaran ekspositori, (3) Hasil belajar IPA bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang belajar dengan strategi pembelajaran kooperatif lebih rendah daripada siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran ekspositori dan (4) Terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan motivasi belajar dalam pengaruhnya terhadap hasil belajar IPA. Kata kunci: Strategi Pembelajaran Kooperatif, Strategi Pembelajaran Ekspositori, Motivasi belajar, Hasil Belajar IPA