Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Variabilitas Ketahanan Genotipe Kopi Arabika (Coffea arabica L.) terhadap Penyakit Karat Daun (Hemileia vastatrix) Sabam Malau
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v6n2.2019.p69-78

Abstract

Penyakit karat daun kopi (Hemileia vastatrix) menyebabkan kerusakan besar pada kopi Arabika di Asia, Afrika, dan Amerika.  Di Indonesia, khususnya di provinsi Sumatera Utara, banyak ditemukan genotipe kopi Arabika yang belum diketahui tingkat ketahanannya.  Tujuan penelitian adalah menentukan variabilitas ketahanan genotipe kopi Arabika terhadap penyakit karat daun dan hubungannya dengan morfologi daun. Sebanyak 84 genotipe yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara dipilih dengan menggunakan desain bersarang, dan pelaksanaannya dilakukan pada bulan November 2015 dan 2016, serta Desember 2017. Data dianalisis dengan menggunakan desain bersarang, korelasi, regresi bertahap, dan analisis hierarki kluster.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe G56  paling tahan terhadap penyakit karat daun, dengan tingkat keparahan  sebesar 5.21%.  Keparahan karat daun memiliki variasi genotipik yang tinggi, heritabilitas yang rendah, dan kemajuan genetik yang tinggi.  Rasio morfologi daun menunjukkan variasi genotipik dan heritabilitas sedang dan tinggi.  Keparahan karat daun (y) secara signifikan berkorelasi dengan rasio panjang daun dengan luas daun (x1) dan rasio panjang daun dengan lebar daun (x2) dengan persamaan y = 2.04 + 62.48x1– 3.95x2, dan koefisien korelasi ganda R = 0.470**.  Dengan menggunakan  keparahan karat daun dan dua rasio tersebut dalam analisis kluster, 84 genotipe tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 5 kluster. Beberapa genotipe kopi Arabika yang memiliki tingkat resistensi tinggi terhadap penyakit karat daun berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.