Muhammad Ali Mahrus
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

????? ????? ????? ??????? ??? ?????? ??????? ???? (??????? ????) ?? ????? ?????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ????? Muhammad Ali Mahrus; Eni Purwati
Jurnal Alfazuna : Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 2 No. 2 (2018): June
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.831 KB) | DOI: 10.15642/alfazuna.v2i2.252

Abstract

The implementation of Arabic learning always relates to the curriculum, especially the curriculum 2013 which is being used now in school. Therefore, researches want to know about how to apply Arabic learning in accordance with the 2013 curriculum (revised 2017). This research was carried out at the MTs Al-Hidayah Tuban in VIII grade. This study uses qualitative descriptive analysis method to reveal the facts in the field about learning Arabic using the 2013 curriculum (revised 2017). In the process of data collection, interview and documentation to get detailed data on the 2013 curriculum (2017 revision) and the learning process of Arabic in class VIII. From this study, researchers found that learning Arabic using the 2013 curriculum (revised 2017) was going well. This can be seen from the making of the Arabic Languange Learning Plan is good, the learning process in the classroom has also runs smoothly as well as the problems of learning in the classroom that are able to be to be solved properly by the teacher.
Kerangka Etika Komunikasi Digital Islami: Studi Hadis atas Fenomena Meme Jomok Muhammad Ali Mahrus; Muhammad Rizieq A.G.; Muhid Muhid
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i2.1368

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena Meme Jomok dalam ruang komunikasi digital Indonesia melalui perspektif etika komunikasi Islam berbasis hadis Nabi Muhammad SAW. Penyebaran Meme Jomok yang sarat dengan humor seksual, ambiguitas makna, dan eksploitasi tabu menunjukkan adanya krisis etika komunikasi yang semakin ternormalisasi di media sosial. Dengan menggunakan pendekatan library research dan metode analisis kualitatif yang meliputi pendekatan normatif-teologis, analisis isi (content analysis), serta historis-hermeneutis, penelitian ini mengkaji relevansi nilai-nilai hadis terhadap dinamika komunikasi digital kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Meme Jomok beroperasi melalui mekanisme ambiguitas semiotik dan secara sistematis mereproduksi nilai permisif melalui proses desensitisasi moral. Hadis Nabi, khususnya yang menekankan prinsip qaulan ma‘rūfan, larangan al-faḥsh wa al-tafaḥḥush, tanggung jawab perkataan (mas’ūliyyat al-kalām), serta kewajiban al-nahy ‘an al-munkar, terbukti memiliki relevansi normatif yang kuat dan dapat dikontekstualisasikan dalam ekosistem digital melalui pendekatan qiyās dan maqāṣid al-sharī‘ah. Penelitian ini merekonstruksi kerangka etika komunikasi digital Islami yang terdiri atas empat lapisan prinsip: tabayyun al-muḥtawā, al-ta‘addud al-wazā’if al-tawāṣuliyyah, al-mas’ūliyyah al-jamā‘iyyah, dan al-tarbiyah al-raqmiyyah al-Islāmiyyah. Kerangka ini diharapkan menjadi pedoman teologis-normatif bagi komunitas Muslim dalam menavigasi ruang digital secara etis dan bertanggung jawab.