Abdul Hanif Siregar
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA MEDAN Abdul Hanif Siregar; Syarif Zein Yahya
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.604 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v12i1.39

Abstract

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar antara perawat dan pasien yang kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauhmana pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit Martha Friska Medan. Penelitian ini menggunakan rancangan study korelasi dengan pengambilan sampel 25% dari jumlah populasi sebanyak 640 orang pasien rawat inap rumah sakit Martha Friska Medan. Hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan komunikasi terapeutik di ruang rawat inap rumah sakit Martha Friska Medan sudah optimal. Ditinjau dari adanya keterbatasan yang dimiliki dalam diri perawat seperti respon dan empati pada sebahagian perawat yang masih kurang dan kurang melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai komunikasi terapeutik. Untuk kepuasan pasien yang dirawat inap di rumah sakit Martha Friska Medan, pada umumnya pasien merasa sangat puas atas pelayanan yang diberikan oleh perawat bila ditinjau dari respon dan empati perawat ketika berinteraksi dengan pasien. Berdasarkan uji analisis Spearman'n Correlation pada penelitian ini menunjukkan nilai r = 0,004. Dan P= 0,972 yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil. penelitian tersebut disarankan bagi perawat meningkatkan pelaksanaan komunikasi terapeutik yang sudah berjalan dengan baik dan bagi pihak rumah sakit membuat SOP komunikasi terapeutik, meningkatkan pengetahuan perawat dengan cara mengikutsertakan para perawat dalam seminar-seminar keperawatan tentang komunikasi terapeutik, memberikan pelatihan untuk meningkatkan sikap empati perawat terhadap pasien, dan memberikan kesempatan perawat melanjutkan pendidikannya.
FAKTOR-FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANSIA DAN ANAK BALITA WILAYAH BINJAI DAN MEDAN TAHUN 2015 Abdul Hanif Siregar; Syarif Zein Yahya
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 10 No. 3 (2016): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.524 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v10i3.113

Abstract

Gout Arthritis adalah penyakit dimana terjadi penumpukan Asam Urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangannya meialui ginjal yang menurun atau akibat peningkatan asupan makanan yang kaya purin. Penelitan ini besifat deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai Faktor-Faktor Dominan Terjadinya Gout Arthritis pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lansia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 responden, responden yang pola makannya tidak seimbang adalah 39 orang (92,8%), lansia yang melakukan olahraga namun tidak teratur adalah 21 orang (50%), lansia yang memiliki penyakit keturunan 33 orang (78,6%) dan dominan diturunkan oleh Ayah 28 orang (84,8%). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan bagi lansia agar dapat mengurangi pola konsumsi protein yang berlebihan serta melakukan olahraga secara rutin setiap hari sehingga dapat terhindar dari penyakit Gout Arthritis.