Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Revealing poverty in South Sulawesi with several interrelated development indicators Wardihan Sabar; Baso Iwang; Muh Maisar
SOROT Vol 17, No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sorot.17.3.129-137

Abstract

Salah satu indikator rendahnya kualitas pembangunan ekonomi di suatu daerah adalah angka kemiskinan yang relatif tinggi, ketimpangan pendapatan yang lebar, ketergantungan yang sangat tinggi pada sektor pertanian, dan rendahnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Artikel ini mengkaji dampak pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan ketimpangan pendapatan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2006-2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan kesempatan kerja dan ketimpangan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan. Upaya perluasan kesempatan kerja di berbagai lapangan usaha sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian. Pada akhirnya ketimpangan pendapatan akibat pembangunan yang tidak merata di berbagai daerah dapat dikurangi setiap tahunnya. Demikian juga dengan peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur wilayah dapat mengurangi ketimpangan wilayah dan pendapatan antar wilayah yang pada gilirannya diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan.One indicator of the low quality of economic development in a region is the relatively high poverty rate, wide income inequality, very high dependence on the agricultural sector, and low employment in various sectors. This article reviews the impact of economic growth, employment opportunities, and income inequality on poverty levels in South Sulawesi Province. The data used is sourced from the publication of the Central Statistics Agency of South Sulawesi Province from 2006-2020. The results of this study indicate that economic growth does not have a significant effect on poverty, while employment opportunities and income inequality have a significant effect on poverty levels in South Sulawesi. Efforts to expand job opportunities in various business fields are very important to reduce dependence on the agricultural sector. In the end, income inequality resulting from uneven development in various regions can be reduced every year. Likewise, regional accessibility and infrastructure improvements can reduce regional and income inequality between regions, which in turn is expected to reduce poverty rates in South Sulawesi Province.
The Role of Women's Agricultural Workers and Household Economic Resilience Wardihan Sabar; Abd. Rahim; Aulia Rahman Bato
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v12i1.51701

Abstract

The involvement of women in the agricultural sector can be viewed in various aspects of social, economic, political, cultural, and religious life. This article describes the role of women's agricultural workers concerning household economic resilience, both before and during the COVID-19 pandemic. This research also seeks to systematically reveal the factors that encourage women to choose to become agricultural workers compared to other sectors and the obstacles they face in efforts to increase household economic resilience. This research uses a qualitative approach with the type of case study. This study involved six informants who were selected using a purposive technique. Documentation techniques and in-depth interviews were carried out for data collection. The results showed that women had an essential contribution to the economic resilience of farmer households before and during the COVID-19 pandemic. The pattern of short-term farming ranging from 3-4 months is seen as needing to be more prospective to support the family's economy. Economic background, education background, low skills, and the perception of independent women are seen as factors causing women to work as agricultural workers to help with family finances. The role of women is significant in maintaining household economic resilience both before and during the COVID-19 pandemic. Urgent basic needs can be met even though most are at the minimum level of fulfillment. The expertise of women farm workers in managing and allocating income positively impacts aspects of family economic resilience during the COVID-19 pandemic.
Keputusan Perempuan dalam Menjalankan Usaha Mikro Alifia Retno Sari; Wardihan Sabar
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v3i1.35389

Abstract

Perempuan memegang peranan penting dalam perkembangan sektor usaha mikro di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan, Keluarga, dan Motivasi terhadap keputusan perempuan dalam menjalankan bisnis usaha mikro di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer yang diperoleh dari 100 pelaku usaha mikro di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling sedangkan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik biner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan, Keluarga dan Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan perempuan dalam menjalankan usaha mikro di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.
Efek Belanja Pemerintah, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran, dan Kemiskinan di Kabupaten Gowa Nurul Fadillah; Wardihan Sabar
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v3i1.35390

Abstract

Masalah kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu perhatian pokok pemerintah daerah. Meskipun angka pengangguran di daerah ini telah mengalami penurunan, namun persoalan pengentasan kemiskinan masih belum sesuai yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek belanja pemerintah di sektor pendidikan, belanja pemerintah di sektor kesehatan dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran di Kabupaten Gowa. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder berupa time series mulai dari tahun 2006-2021 diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) kementrian keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gowa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel belanja pemerintah sektor Pendidikan, Kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran, dan kemiskinan di Kabupaten Gowa. Sedangkan variabel belanja pemerintah sektor pendidikan berpengaruh negative, dan signifikan terhadap Kemiskinan melalui pengangguran. Lain halnya dengan variabel belanja pemerintah sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan melalui pengangguran. Variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemiskinan melalui pengangguran. Variabel pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Gowa. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengupayakan pengentasan kemiskinan dengan merancang berbagai kebijakan, program dan mengalokasikan belanja pemerintah sehingga dapat digunakan secara efektif dan dapat terdistribusi dengan tepat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan kemiskinan
LAND AND LABOR INSTITUTION IN URBAN AGRICULTURE IN SUPPORTING FOOD SECURITY IN MAKASSAR CITY Diah Retno Dwi Hastuti; Abd. Rahim; Wardihan Sabar
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 7, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v7i2.16840

Abstract

Limited land in urban areas shifts agricultural land to land belonging to institutions, which are increasingly narrow and uneven, resulting in the use of vacant land in several corners of urban areas. Meanwhile, some farmers use hired labor to harvest their crops. Both of these are considered to affect the food security of farmer households. This study used an explanatory method in which the collection of 165 farmer households was carried out using the snowball method. The data is then analyzed using a logit model. Based on the analysis results, household income, wife's education, land area, and land ownership institutions will increase household food security. Conversely, the number of family members and labor institutions will increase the chances of farmer households experiencing food insecurity. Therefore, policies are needed to protect agricultural land, especially those with ownership status.
Efek Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di Kabupaten Jeneponto Rekha Noviana Putri; Wardihan Sabar
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v3i2.41410

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belanja modal pemerintah merupakan dua aspek kunci dalam konteks keuangan pemerintah daerah. PAD adalah pendapatan yang diperoleh oleh pemerintah daerah dari berbagai sumber di wilayahnya sendiri. Belanja modal mencakup pengeluaran pemerintah untuk investasi jangka panjang, seperti pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana. Ini mencakup proyek-proyek yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Artikel ini mengulas tentang peran PAD, dan belanja modal terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Pengumpulan data melalui teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto. Sedangkan Belanja Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto. Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. Belanja Modal, dan Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. Pendapatan asli daerah melalui pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. Sedangkan Belanja Modal melalui pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. PAD, dan Belanja modal pemerintah dapat memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Investasi dalam proyek-proyek pembangunan dapat menciptakan lapangan kerja, mereduksi tingkat kemiskinan, meningkatkan daya saing daerah, dan mendukung sektor-sektor ekonomi lokal.
Dampak Pemberdayaan Gender terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan Noer, Thasbyah; Sabar, Wardihan
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v4i1.46746

Abstract

Mendorong pemberdayaan gender merupakan manifestasi semangat mencapai kesetaraan, dan keadilan gender yang juga merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan. Kesetaraan gender merupakan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan dalam memperoleh hak-hak dan kesempatan sebagai manusia agar mereka mampu berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan multidimensi, sehingga dapat berkontribusi penting terhadap pertumbuhn ekonomi. Penelitian ini bertujuan menguraikan dampak Pemberdayaan Gender terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010-2022. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan eeksplanatori. Teknik analisis yang digunakan dengan analisis regresi linear berganda dan diolah menggunakan eviews-12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 3 variabel bebas yang mewakili indikator peberdayaan gender ditemukan bahwa variabel sumbangan pendapatan perempuan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan selama periode pengamatan. Sedangkan keterlibatan perempuan di parlemen, dan perempuan sebagai tenaga profesional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Menilai Dinamika Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2005-2023 Nurfikasari; Sabar, Wardihan; Iwang, Baso
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v4i2.50013

Abstract

Kemiskinan tetap menjadi masalah ekonomi yang serius yang menghambat pemenuhan kebutuhan dasar individu. Penelitian ini mengkaji dinamika kemiskinan dengan meninjau peran faktor-faktor determinan seperti ketimpangan pembangunan, angka harapan hidup (AHH), produk domestik regional bruto (PDRB), dan inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan untuk periode 2005-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan model regresi linear berganda, diolah menggunakan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan, dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebaliknya, AHH dan PDRB memiliki pengaruh negatif yang signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi yang efektif dalam pengentasan kemiskinan, terutama dengan memajukan sektor kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat miskin.
Gender education in the practice of women's agricultural laborers in Enrekang Regency Sabar, Wardihan; Rahim, Abdul; Hastuti, Diah Retno Dwi
JIPSINDO Vol. 9 No. 2 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i2.51641

Abstract

This study aims to determine the implementation of gender education values in the socio-economic life of female farmers in Enrekang Regency. The values of gender education in this study are viewed from the aspect of knowledge about gender, practices related to the importance, and gender relations to improve the level of the economic welfare of women farmers. This study uses a case study approach, involving 8 informants who were selected using a purposive technique. Data was collected by using documentation techniques and deepening with instruments in the form of interview guides. The results of this study indicate that in general the term gender is not widely known by female farm workers in this area. They do not know much about the division of roles in Islamic teachings, they only understand that every woman must obey her husband. The division of roles in the home life of women farm workers is well integrated. They have never heard of or received stereotypes, marginalization, or work dichotomy based on sex, nor has there been any pressure from their husbands to join or not work to help the household economy. All are based on economic considerations, and a mutual understanding of household conditions. Homework that is not natural can be done alternately between husband and wife. This study did not find any government programs or activities in the form of empowerment that supports gender mainstreaming or gender education so it became one of the important points in the research.Pendidikan Gender dan Praktiknya pada wanita petani di EnrekangPenelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan gender dalam kehidupan sosial ekonomi petani perempuan di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan 8 informan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan pendalaman dengan instrumen berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum istilah gender tidak banyak dikenal oleh perempuan buruh tani. Mereka tidak tahu banyak tentang pembagian peran dalam ajaran Islam, mereka hanya mengerti bahwa setiap wanita harus taat pada suaminya. Pembagian peran dalam kehidupan rumah tangga perempuan buruh tani terintegrasi dengan baik. Mereka tidak pernah mendengar atau menerima stereotip, marginalisasi, atau dikotomi pekerjaan berdasarkan jenis kelamin, juga tidak pernah ada tekanan dari suami untuk ikut atau tidak bekerja membantu perekonomian rumah tangga. Semua didasarkan pada pertimbangan ekonomi, dan pemahaman bersama tentang kondisi rumah tangga. Pekerjaan rumah yang tidak wajar bisa dilakukan secara bergantian antara suami dan istri. Kajian ini tidak menemukan adanya program atau kegiatan pemerintah berupa pemberdayaan yang mendukung pengarusutamaan gender atau pendidikan gender sehingga menjadi salah satu poin penting dalam penelitian ini. 
Determinasi PDRB, Upah Minimum dan Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat Pengangguran Gina, Nur Aulia; Sabar, Wardihan
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v5i1.58570

Abstract

Tingkat pengangguran yang mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun mencerminkan ketidakstabilan dalam pasar tenaga kerja daerah, khususnya di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), upah minimum, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengangguran selama periode 2008–2024. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode regresi linier log-natural berdasarkan data runtun waktu yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi klasik, dan signifikansi parsial serta pengukuran kekuatan model. Hasil estimasi menunjukkan bahwa PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran, mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi mampu mendorong penyerapan tenaga kerja sehingga mampu mereduksi tingkat pengangguran. Sebaliknya, tingkat pendidikan dan upah minimum tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, meskipun masing-masing memiliki arah hubungan negatif dan positif terhadap pengangguran. Temuan ini mengisyaratkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan belum sepenuhnya termanifestasi dalam daya saing tenaga kerja, sedangkan kebijakan upah yang tidak selaras dengan produktivitas dapat melemahkan kapasitas pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif terhadap kondisi struktural ekonomi Kabupaten Gowa, termasuk penguatan sektor padat karya, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta harmonisasi kebijakan upah dengan dinamika pasar kerja di Kabupaten Gowa.