Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Revealing poverty in South Sulawesi with several interrelated development indicators Wardihan Sabar; Baso Iwang; Muh Maisar
SOROT Vol 17, No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sorot.17.3.129-137

Abstract

Salah satu indikator rendahnya kualitas pembangunan ekonomi di suatu daerah adalah angka kemiskinan yang relatif tinggi, ketimpangan pendapatan yang lebar, ketergantungan yang sangat tinggi pada sektor pertanian, dan rendahnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Artikel ini mengkaji dampak pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan ketimpangan pendapatan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2006-2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan kesempatan kerja dan ketimpangan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan. Upaya perluasan kesempatan kerja di berbagai lapangan usaha sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian. Pada akhirnya ketimpangan pendapatan akibat pembangunan yang tidak merata di berbagai daerah dapat dikurangi setiap tahunnya. Demikian juga dengan peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur wilayah dapat mengurangi ketimpangan wilayah dan pendapatan antar wilayah yang pada gilirannya diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan.One indicator of the low quality of economic development in a region is the relatively high poverty rate, wide income inequality, very high dependence on the agricultural sector, and low employment in various sectors. This article reviews the impact of economic growth, employment opportunities, and income inequality on poverty levels in South Sulawesi Province. The data used is sourced from the publication of the Central Statistics Agency of South Sulawesi Province from 2006-2020. The results of this study indicate that economic growth does not have a significant effect on poverty, while employment opportunities and income inequality have a significant effect on poverty levels in South Sulawesi. Efforts to expand job opportunities in various business fields are very important to reduce dependence on the agricultural sector. In the end, income inequality resulting from uneven development in various regions can be reduced every year. Likewise, regional accessibility and infrastructure improvements can reduce regional and income inequality between regions, which in turn is expected to reduce poverty rates in South Sulawesi Province.
The Role of Women's Agricultural Workers and Household Economic Resilience Wardihan Sabar; Abd. Rahim; Aulia Rahman Bato
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v12i1.51701

Abstract

The involvement of women in the agricultural sector can be viewed in various aspects of social, economic, political, cultural, and religious life. This article describes the role of women's agricultural workers concerning household economic resilience, both before and during the COVID-19 pandemic. This research also seeks to systematically reveal the factors that encourage women to choose to become agricultural workers compared to other sectors and the obstacles they face in efforts to increase household economic resilience. This research uses a qualitative approach with the type of case study. This study involved six informants who were selected using a purposive technique. Documentation techniques and in-depth interviews were carried out for data collection. The results showed that women had an essential contribution to the economic resilience of farmer households before and during the COVID-19 pandemic. The pattern of short-term farming ranging from 3-4 months is seen as needing to be more prospective to support the family's economy. Economic background, education background, low skills, and the perception of independent women are seen as factors causing women to work as agricultural workers to help with family finances. The role of women is significant in maintaining household economic resilience both before and during the COVID-19 pandemic. Urgent basic needs can be met even though most are at the minimum level of fulfillment. The expertise of women farm workers in managing and allocating income positively impacts aspects of family economic resilience during the COVID-19 pandemic.
Keputusan Perempuan dalam Menjalankan Usaha Mikro Alifia Retno Sari; Wardihan Sabar
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v3i1.35389

Abstract

Perempuan memegang peranan penting dalam perkembangan sektor usaha mikro di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan, Keluarga, dan Motivasi terhadap keputusan perempuan dalam menjalankan bisnis usaha mikro di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer yang diperoleh dari 100 pelaku usaha mikro di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling sedangkan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik biner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan, Keluarga dan Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan perempuan dalam menjalankan usaha mikro di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.
Efek Belanja Pemerintah, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengangguran, dan Kemiskinan di Kabupaten Gowa Nurul Fadillah; Wardihan Sabar
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v3i1.35390

Abstract

Masalah kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu perhatian pokok pemerintah daerah. Meskipun angka pengangguran di daerah ini telah mengalami penurunan, namun persoalan pengentasan kemiskinan masih belum sesuai yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek belanja pemerintah di sektor pendidikan, belanja pemerintah di sektor kesehatan dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran di Kabupaten Gowa. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder berupa time series mulai dari tahun 2006-2021 diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) kementrian keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gowa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel belanja pemerintah sektor Pendidikan, Kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran, dan kemiskinan di Kabupaten Gowa. Sedangkan variabel belanja pemerintah sektor pendidikan berpengaruh negative, dan signifikan terhadap Kemiskinan melalui pengangguran. Lain halnya dengan variabel belanja pemerintah sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan melalui pengangguran. Variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemiskinan melalui pengangguran. Variabel pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Gowa. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengupayakan pengentasan kemiskinan dengan merancang berbagai kebijakan, program dan mengalokasikan belanja pemerintah sehingga dapat digunakan secara efektif dan dapat terdistribusi dengan tepat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan kemiskinan
LAND AND LABOR INSTITUTION IN URBAN AGRICULTURE IN SUPPORTING FOOD SECURITY IN MAKASSAR CITY Diah Retno Dwi Hastuti; Abd. Rahim; Wardihan Sabar
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 7, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v7i2.16840

Abstract

Limited land in urban areas shifts agricultural land to land belonging to institutions, which are increasingly narrow and uneven, resulting in the use of vacant land in several corners of urban areas. Meanwhile, some farmers use hired labor to harvest their crops. Both of these are considered to affect the food security of farmer households. This study used an explanatory method in which the collection of 165 farmer households was carried out using the snowball method. The data is then analyzed using a logit model. Based on the analysis results, household income, wife's education, land area, and land ownership institutions will increase household food security. Conversely, the number of family members and labor institutions will increase the chances of farmer households experiencing food insecurity. Therefore, policies are needed to protect agricultural land, especially those with ownership status.
Efek Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di Kabupaten Jeneponto Rekha Noviana Putri; Wardihan Sabar
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v3i2.41410

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belanja modal pemerintah merupakan dua aspek kunci dalam konteks keuangan pemerintah daerah. PAD adalah pendapatan yang diperoleh oleh pemerintah daerah dari berbagai sumber di wilayahnya sendiri. Belanja modal mencakup pengeluaran pemerintah untuk investasi jangka panjang, seperti pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana. Ini mencakup proyek-proyek yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Artikel ini mengulas tentang peran PAD, dan belanja modal terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Pengumpulan data melalui teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto. Sedangkan Belanja Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto. Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. Belanja Modal, dan Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. Pendapatan asli daerah melalui pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. Sedangkan Belanja Modal melalui pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Jeneponto. PAD, dan Belanja modal pemerintah dapat memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Investasi dalam proyek-proyek pembangunan dapat menciptakan lapangan kerja, mereduksi tingkat kemiskinan, meningkatkan daya saing daerah, dan mendukung sektor-sektor ekonomi lokal.