Eny Astuti
Universitas PGRI Semarang Pendidikan Dasar Pascasarjana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Pemerolehan Bahasa Anak Dalam Berbicara Terhadap Peran Lingkungan Eny Astuti
Educatif Journal of Education Research Vol 4 No 1 (2022): January
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v4i1.202

Abstract

Lingkungan sangat berdampak terhadap bahasa anak dalam berbicara. Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam pemerolehan bahasa anak. Karena dengan lingkungan runinitas anak dapat berjalan dengan baik tanpa kesulitan dalam berinteraksi di lingkungan sosial dan proses pemerolehan bahasa juga di mulai dari lingkungan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Rangsangan yang diperoleh anak melalui lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak. Rangsangan yang diterima secara perlahan akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Rangsangan orang tua terdekatnya akan diproses oleh anak sehingga menjadikan anak seperti itu matang dalam pola pikir, pola, dan pola tutur. Peran orang tua yang begitu penting menuntut orang tua untuk berhati-hati dan cermat dalam mendidik anaknya. Orang tua perlu memahami langkah-langkah perkembangan bahasa pada anak untuk dapat memberikan stimulus pada tahap perkembangan yang sesuai dengan usianya. Perkembangan bahasa merupakan salah satu indikator perkembangan kognitif seorang anak, hal ini berkaitan dengan keberhasilan atau keterlambatan dalam berpikir dan berkomunikasi di daerah tersebut. Seorang anak yang dikatakan lambat dalam berbicara dapat mempengaruhi kemampuan koneksi dalam sehari-hari secara pribadi atau lingkungan sosial, yaitu untuk mendapatkan kesulitan belajar, bersosialisasi dan aktivitas kerja lainnya ketika dewasa nanti. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak antara lain: perkembangan otak dan kecerdasan, jenis kelamin,kondisi fisik, lingkungan keluarga, kondisi ekonomi, lingkungan sosial/budaya, kedwibahasaan (2 bahasa).
Dampak Pemerolehan Bahasa Anak Dalam Berbicara Terhadap Peran Lingkungan Eny Astuti
Educatif Journal of Education Research Vol 4 No 1 (2022): January
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.613 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v4i1.202

Abstract

Lingkungan sangat berdampak terhadap bahasa anak dalam berbicara. Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam pemerolehan bahasa anak. Karena dengan lingkungan runinitas anak dapat berjalan dengan baik tanpa kesulitan dalam berinteraksi di lingkungan sosial dan proses pemerolehan bahasa juga di mulai dari lingkungan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Rangsangan yang diperoleh anak melalui lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak. Rangsangan yang diterima secara perlahan akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Rangsangan orang tua terdekatnya akan diproses oleh anak sehingga menjadikan anak seperti itu matang dalam pola pikir, pola, dan pola tutur. Peran orang tua yang begitu penting menuntut orang tua untuk berhati-hati dan cermat dalam mendidik anaknya. Orang tua perlu memahami langkah-langkah perkembangan bahasa pada anak untuk dapat memberikan stimulus pada tahap perkembangan yang sesuai dengan usianya. Perkembangan bahasa merupakan salah satu indikator perkembangan kognitif seorang anak, hal ini berkaitan dengan keberhasilan atau keterlambatan dalam berpikir dan berkomunikasi di daerah tersebut. Seorang anak yang dikatakan lambat dalam berbicara dapat mempengaruhi kemampuan koneksi dalam sehari-hari secara pribadi atau lingkungan sosial, yaitu untuk mendapatkan kesulitan belajar, bersosialisasi dan aktivitas kerja lainnya ketika dewasa nanti. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak antara lain: perkembangan otak dan kecerdasan, jenis kelamin,kondisi fisik, lingkungan keluarga, kondisi ekonomi, lingkungan sosial/budaya, kedwibahasaan (2 bahasa).