Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERASI KESEHATAN PENDERITA HIPERTENSI DALAM MELAKSANAKAN KEPATUHAN DIET PADA LANSIA DI TEGALREJO YOGYAKARTA Tutik Wahyuningsih
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.413 KB) | DOI: 10.32504/sm.v14i1.105

Abstract

Background: Health literacy has not been known yet in Indonesia, it is quite difficult to translate this term into Indonesian. 7 from 12 sufferers did not apply or go on a hypertension diet because their health literacy was low which ranged from value 1 to 2.  Objective: To determine health literacy and compliance with hypertensive diets in elderly people who have hypertension in Tegalrejo Yogyakarta.  Methods: This study was a quantitative descriptive study with an observational / survey approach. The study design in this study used a cross sectional design. The population in this study were 135 people, and the number of samples was 101 people. However, because 2 people did not meet the inclusion criteria, they were dropped. Data analysis using PLS by calculating the value of the inner model and outer model.  Results: Literacy did not affect on hypertension diet for path coefficient 0.173 with a significance value of p 0.112 (statistical T value 1.591 T table 1.96). The education has an effect on system literacy of 0.461 with a significance value of 0.006 (statistical T value of 2.748 T table of 1.96). Work does not affect on literacy with path coefficient values of 0.044 with a significance value of p of 0.773 (statistical T value of 0.289 T table of 1.96).  Conclusion: Education influences toward health literacy because it can affect one's preferences, behavior and lifestyle. There is no influence between work and health literacy in the elderly. There is no influence between health literacy on adherence to the hypertension diet in the elderly in Tegalrejo.
PENILAIAN KUALITAS BILLING SYSTEM DENGAN PENDEKATAN MODEL DELONE DAN MCLEAN DIRUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA tutik wahyuningsih
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.198 KB) | DOI: 10.22146/jisph.17020

Abstract

ABSTRAK -Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta adalah rumah sakit yang menerapkan teknologi informasi dalam pelayanan kepada pasien sejak tahun 2007, kendala yang dihadapi, sistem informasi billing yang terintegrasi tidak mendukung pelayanan pasien menjadi cepat. Proses transaksi elektronik di rumah sakit terhambat, seperti entry dan pengambilan data dari sistem akibatnya pelayanan pasien dan kepuasan pasien menjadi menurun.Metode penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel 73 operator billing namun ada 2 kuesioner yang tidak termasuk kedalam kriteria inklusi, sehingga hanya 71 data kuesioner yang dapat diolah. Analisis data kuantitatif menggunakan aplikasi smartPLS yang dilakukan dengan mencari nilai inner model dan outer model.Hasil Penelitian: Berdasar hasil pengujian hipotesis pada inner model dalam path-analysis beberapa konstruk yang tidak berpengaruh yaitu kualitas sistem terhadap penggunaan, kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, kepuasan pengguna terhadap penggunaan serta sebaliknya. Sedangkan untuk konstruk kualitas informasi terhadap penggunaan, kualitas layanan terhadap penggunaan, kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna, penggunaan terhadap net benefit dan kepuasan pengguna terhadap net benefit secara signifikan berpengaruh.Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa tidak semua hipotesis yang diajukan terbukti secara empiris. Beberapa hipotesis yang tidak berpengaruh antara lain kualitas sistem terhadap penggunaan, kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, kepuasan pengguna terhadap penggunaan serta sebaliknya dikarenakan sistem informasi yang digunakan bersifat mandatory sehingga operator billing tidak mempunyai alasan untuk tidak menggunakan sistem tersebut karena sistem tersebut digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi..Kata kunci: Kualitas Sistem,Kualitas Informasi, Kualitas Pelayanan, Intensitas Penggunaan, Kepuasan Pengguna, Kentungan Bersih.