salmah suciaty
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN STATUS GIZI SISWA SD DI KOTA PALU Andi Yulinda; Dewi Suriany; salmah suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i1.16

Abstract

Stres merupakan masalah kesehatan nomor empat di dunia dan akan menjadi nomor dua pada tahun 2020. Stres tidak mengenal usia dan dapat dialami siapa saja termasuk anakanak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan status gizi siswa SD di Kota Palu pada masa penelitian. Penelitian ini dilakukan terhadap 269 subyek penelitian yang merupakan siswa SD di Kota Palu dari tanggal 28 November 2015sampai 13 Februari 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Proportionate-Stratified Random Sampling. Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS versi 17,0. Hasil uji mengatakan bahwa tidak ditemukan hubungan antara tingkat stresdengan status gizi siswa SD di Kota Palu (p>0,05 hasil uji Spearman Correlations). Hasil uji mengatakan bahwa tidak ditemukan hubungan antara tingkat stres dengan status gizi siswa SD di Kota Palu (p> 0,05 hasil uji Kruskal Wallis Test) dengan perbedaan status gizi berdasarkan tingkat stres sebagai berikut tidak stres dengan status gizi normal sebesar(61.2%), tidak stres dengan status gizi lebih (20.7%) dan tidak stres dengan status gizi kurang(18.1%). Stres ringan dengan status gizi normal (62.2%) stres ringan dengan status gizi lebih(24.3%) dan stres ringan dengan status gizi kurang (13.5%). Kesimpulan penelitian adalah Tidak ditemukan hubungan antara tingkat stres dengan status gizi pada siswa SD di Kota Palu.
GAMBARAN PENDERITA EKLAMPSIA YANG DIRAWAT DI ICU RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU PERIODE TAHUN 2015 - 2017 Nazlah Nirmalasari; Faridnan; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.31

Abstract

Eklampsia merupakan masalah kesehatan dunia, Indonesia, Sulawesi Tengah, bahkan Kota Palu di mana merupakan faktor yang mendominasi penyebab langsung kematian pada ibu, sehingga harus dirawat secara intensif di ruang ICU. Eklampsia merupakan kasus akut pada penderita preeklampsia, yang disertai dengan kejang menyeluruh dan koma. Jadi, dengan mengetahui gambaran penderita eklampsia dapat dijadikan sebagai bahan promosi kesehatan dalam rangka menanggani, mengurangi kasus, dan dampak dari eklampsia.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran penderita eklampsia yang dirawat di ICURSU Anutapura dan RSUD Undata Palu Periode Tahun 2015 - 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif terhadap 31 buah rekam medik penderita eklampsia dari RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu periode tahun 2015 - 2017. Data diperoleh melalui rekam medik penderita dan hasilnya diisi pada lembar formulir penelitian. Di lakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program perangkatlunak SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan (1) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan umur ibu terbanyak adalah pada umur 20 – 35 tahun (77,4%) dan umur ibu > 35 tahun (22,6%). (2) Gambaranpenderita eklampsia berdasarkan riwayat kehamilan terbanyak pada primigravida (51,6%) dan multigravida(48,4%). (3) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan riwayat hipertensi terbanyak pada penderita yangmengalami hipertensi sebelum kehamilan (54,8%) dan penderita yang mengalami hipertensi selama kehamilan (45,2%). (4) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan pemberian obat-obatan terbanyak pada pemberian MgSO4 (90,3%) dan pemberian diazepam (9,7%). (5) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan jenis eklampsia terbanyak pada eklampsia intrapartum (41,9%), eklampsia antepartum (32,3%), daneklampsia postpartum (25,8%). Disimpulkan bahwa penderita eklampsia yang dirawat di ICU RSUAnutapura dan RSUD Undata Palu sebagian besar berumur 20 – 35 tahun, primigravida, mempunyai riwayat hipertensi, kebanyakan terjadi saat intrapartum, dan terbanyak diberikan MgSO4.
PROFIL PENYAKIT SKABIES PADA PASIEN YANG BEROBAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI TAHUN 2018 Salmah suciaty; Seniwaty Ismail; Julaika
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v3i2.72

Abstract

Skabies masih menjadi masalah kesehatan di Dunia dan di Indonesia, mengenai hampir semua golongan usia, ras dan kelompok sosial ekonomi. Penderita di kota Palu masih cukup tinggi, terutama di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Akibatnya penderita merasa kurang nyaman sehingga dampaknya dapat menganggu psikososialnya, oleh karena itu dilakukan promosi kesehatan untuk menurunkan prevalensi skabies di Kota Palu yaitu di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita skabies berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat hygiene, dan riwayat keluarga penderita skabies yang datang berobat di wilayah kerja Puskesmas kamonji. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode Deskriptif Kategorik dan mengunakan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara kuesioner dan checklist tingkat pengetahuan kepada pasien yang telah di diagnosis menderita skabies oleh dokter. Hasil menunjukkan gambaran penderita terbanyak pada kelompok usia yaitu pada usia 11-16 tahun (45,9%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki (83,8%), tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMP (56,8%), hygiene riwayat kebersihan diri (mandi) (24,3%), riwayat menganti pakaian (62,2%), riwayat kebersihan seprei dan tempat tidur yang kurang (70,3%), riwayat keluarga (40,5%). Sebagai kesimpulan penderita sabies paling banyak pada kelompok usia 11-16 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SMP, status hygiene lebih banyak pada riwayat kebesihan seprei yang kurang, riwayat kebersihan diri(mandi)2x sehari yang rendah dan tidak ada riwayat keluarga.