Nita Damayanti
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Alkhairaat, Jl. Diponegoro Palu 94221, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK PERILAKU DAN PROFIL HIPERTENSI PADA PASIEN PEROKOK YANG BEROBAT DI PUSKESMAS BULILI KOTA PALU TAHUN 2019 Muh Yaqub Basri; Nita Damayanti; Muh Ali Hi Palanro
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v2i3.46

Abstract

Hipertensi menjadi masalah yang besar dan serius di seluruh dunia yang menjangkiti hampir 9,4 miliyar orang. Sekitar 24% pria dan 20,5% wanita di seluruh dunia mengidap hipertensi, hal ini berkaitan erat dengan gaya hidup seperti: merokok, diet tinggi lemak dan garam, aktivitas fisik, dll. Faktor risiko tersebut masih sering dijumpai di negara berkembang seperti Indonesia khususnya di kota Palu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui karakteristik, perilaku, dan profil hipertensi pasien perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu tahun 2019. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan design Cross sectional study terhadap 80 pasien dewasa. Pengumpulan data dengan pengukuran tekanan darah dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ditemukan kebanyakan perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu merokok 11-20 batang perhari (perokok sedang) yaitu 52 orang (65%). Perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu kebanyakan sudah merokok lebih dari 10 tahun (perokok lama) yaitu 46 orang (57,5%), perilaku diet tinggi lemak perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu kebanyakan termasuk dalam kategori sedang yaitu 40 orang (50%), sementara perilaku diet tinggi garam penduduk yang berobat di Puskesmas Bulili Palu kebanyakan terkategori sedang yaitu 53 orang (66,3%), serta perilaku aktivitas fisik perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu kebanyakan terkategori ringan yaitu 53 orang (66,3%). Selain itu, kebanyakan perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu menderita hipertensi derajat 1 yaitu 56 orang (70%) sedangkan perokok yang menderita hipertensi derajat 2 yaitu 24 orang (30%). Sebagai kesimpulan banyak perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu tahun 2019 berusia 56-65 tahun masih memiliki kebiasaan merokok yang tergolong sedang sampai berat dengan gaya hidup tergolong buruk.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO BBLR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALU BARAT TAHUN 2021 Fitria Ningsih; Nita Damayanti; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.102

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan bayi yang ditimbang dalam satu jam setelah baru lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Angka kejadian BBLR di puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu mengalami peningkatan tahun 2019 sampai 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor risiko pada ibu yang menyebabkan kejadian BBLR di Puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 41 sampel di Puskesmas Kamonji, Nosarara, Sangurara dan Tipo tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan gambaran faktor risiko ibu yang melahirkan bayi BBLR didapatkan hasil faktor risiko usia terbanyak usia produktif yaitu 53,7%, pendidikan tingkat rendah 80,5%, status ekonomi tingkat rendah sebanyak 73,2%, status gizi ibu baik sebanyak 75,6%, anemia sebanyak 51,2%, pendidikan tingkat rendah dan mengalami anemia sebanyak 95,2%, status ekonomi keluarga rendah dan mengalami anemia sebanyak 90,5%, status gizi ibu baik namun mengalami anemia sebanyak 61,9%. Gambaran faktor risiko BBLR di puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu Tahun 2021 sebagian besar oleh pendidikan ibu rendah, sosial ekonomi yang rendah dan ibu dengan gizi yang baik namun masih mengalami anemia.