Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KARAKTER ELEMEN PEMBENTUK BANGUNAN DALAM KARYA ARSITEK SANTIAGO CALATRAVA aspin aspin
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.451 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian mengenai karakter elemen pembentuk bangunan dalam karya arsitek santiago calatrava bertujuan untuk mengetahui karakter elemen pembentuk bangunan Santiago Calatrava yang ditinjau dari 5 aspek parameter, yaitu: (1) aspek teknik, (2) aspek bentuk, (3) aspek ruang, (4) aspek fungsi, dan (5) aspek konteks. Hasil penelitian berdasarkan parameter karakter elemen pembentuk bangunan terhadap lima kasus objek penelitian, yaitu Lyon-Satolas TGV Station, Valencia City of Arts and Sciences, Tenerife Concert Hall, Milwaukee Art Museum, dan Turning Torso menunjukkan bahwa beberapa karakter elemen pembentuk bangunan Santiago Calatrava dalam berkarya, yaitu: (1) Sistem struktur yang digunakan untuk menghasilkan bentuk secara arsitektural dan struktur berfungsi sebagai arsitektur, digunakan untuk menggambarkan hubungan antara struktur dan arsitektur di mana persyaratan struktural diijinkan untuk sangat kental mempengaruhi bentuk bangunan walaupun struktur tersebut diekspos, (2) dominansi material beton, baja dan kaca, yang diolah oleh Calatrava secara tidak umum untuk menghasilkan bentuk yang sesuai dengan analogi bentuknya, (3) analogi sebagai tematik rancangan, dimana bentuk hadir selalu monumental dan ikonik, (4) elemen garis sebagai elemen fasade dan bentuk bangunan. Warna netral didominasi warna putih, (5) fleksibiltas ruang dan fungsi terhadap bentuk dan sistem struktur, (6) konteks secara orientasi, iklim dan landmark kawasan.Kata Kunci: Karakter, elemen pembentuk bangunan, Santiago Calatrava
PENYEDIAAN DATA PERMUKIMAN KUMUH MELALUI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS GOOGLE MAPS DI KECAMATAN KADIA KOTA KENDARI aspin aspin; Nur Nafsi
Jurnal Malige Arsitektur Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKegagalan perencanaan pembangunan daerah seringkali dikarenakan ketersediaan data yang minim dalampenyusunan perencanaan, maka dari itu ketersediaan data menjadi prioritas dalam pembangunan daerah untukmenyusun perencanaan yang tepat sasaran. Perkembangan teknologi yang pesat kini tentunya menjadikeuntungan bagi instansi tergantung bagaimana kita mengambil peran dalam pemanfaatan teknologi tersebut.Untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi pemangku daerah tersebut, maka dibutuhkan suatu inovasi yangmampu mendorong terciptanya perubahan mendasar pembangunan daerah. Adapun tujuan dari penelitian iniadalah untuk menyediakan data permukiman kumuh melalui sistem informasi geografis berbasis google mapsyang meliputi input data, prosesing data dan output data. Dalam penelitian ini menggunakan sistem informasigeografis untuk pengolahan data dan ilmu kartografi untuk pembuatan peta yang baik dan benar denganmenggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan adanya penyediaan datapermukiman kumuh melalui sistem informasi geografis berbasis google maps dapat membantu menyediakaninformasi data pendukung dalam perencanaan pembangunan yang lebih baik khususnya dalam penangananpermukiman kumuh dan menyediakan akses informasi bagi masyarakat terkait data permukiman kumuh.Kata kunci : Data Permukiman Kumuh, Sistem Informasi Geografis, Google MapsABSTRACTThe failure of regional development planning is often due to the minimal availability of data in thepreparation of plans, therefore the availability of data is a priority in regional development to develop targetedplans. The rapid development of technology is now certainly an advantage for the agency depending on how wetake part in the use of the technology. To solve the problems faced by regional stakeholders, an innovation isneeded that is able to encourage the creation of fundamental changes in regional development. The purpose ofthis research is to provide data on slum settlements through a geographic information system based on googlemaps which includes data input, data processing and data output. In this study using a geographic informationsystem for data processing and cartography for making good and correct maps using qualitative descriptivemethods. The results of this study indicate that the provision of slum settlement data through a geographicinformation system based on google maps can help provide supporting data information in better developmentplanning, especially in handling slum settlements and providing access to information for the communityregarding slum settlement data.Keywords : Slums Data, Geographic Information System, Google Maps
KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH (STUDI KASUS : KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG) Nur Nafsi; Aspin Aspin; Santi Santi; Siti Belinda
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.596 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Semarang Utara merupakan Kecamatan dengan potensi sosial ekonomi yang tinggi karena didalamnya terdapat pelabuhan, stasiun kereta api dan kawasan-kawasan komersial, potensi sosial ekonomi yang tinggi menyebabkan tingginya aktivitas di lokasi tersebut. Akibatnya wilayah tersebut menarik untuk dijadikan sebagai tempat bermukim, seiring berjalannya waktu banyak pendatang yang ingin tinggal dan menetap di wilayah tersebut, yang kemudian berimbas pada meningkatnya kebutuhan lahan, dan akhirnya mendirikan bangunan di lahan-lahan yang terbatas dan berpotensi untuk menimbulkan kawasan-kawasan kumuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik Permukiman Kumuh di Kecamatan Semarang Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis karakteristik permukiman kumuh yang meliputi kepadatan penduduk, infrastruktur, kondisi bangunan, dan legalitas lahan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Permukiman kumuh di Kecamatan Semarang Utara memiliki karakteristik permukiman kumuh yang bervariasi diantaranya kepadatan bangunan yang tinggi, sampah dan limbah akibat aktivitas warga yang tidak dikelola dengan baik, kondisi jalan dan drainase yang buruk, pengelolaan sanitasi yang kurang memadai, dan sebagian besar bangunan di kawasan kumuh Kecamatan Semarang Utara belum bersertifikat serta ada sebagian bangunan yang berdiri diatas lahan ilegal. Penyebaran Permukiman kumuh tersebut cenderung tumbuh mendekati kawasan-kawasan strategis di Kecamatan Semarang Utara.Kata Kunci : Permukiman kumuh, Semarang Utara
PENGARUH PENGGUNAAN AC (AIR CONDITIONER) TERHADAP FENOMENA SICK BUILDING SYNDROME PADA RUANG ADMINISTRASI DI UNIVERSITAS HALU OLEO Siti Belinda Amri; Aspin Aspin
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan pendinginan udara buatan seperti Air Conditioner (AC) adalah salah satu alternatif untukmenambah produktivitas dan kenyamanan termal di dalam ruang. Perangkat AC juga disinyalir sebagai mediatempat berkembangnya berbagai jenis mikroba yang menggangu kesehatan. Penggunaan AC yang tidak sesuaistandar mempengaruhi kesehatan penggunanya. Fenomena ini dikenal sebagai Sick Building Syndrome (SBS).SBS adalah akumulasi dari berbagai permasalahan kesehatan yang disebabakan kualitas udara di sekitarlingkungan. SBS dapat juga didefinisikan sebagai permasalahan kesehatan yang non spesifik dari para penghuniruang yang mengakibatkan mata merah dan berair, bersin, kulit kering, dan alergi terhadap udara dingin.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik penghuni ruang yang bekerja di dalam ruang ber-AC berdasarkan usia, kebiasan dan insiden yang mungkin terjadi berdasarkan gejala-gejala sick buildingsyndrome. Tipe penelitian adalah deskriptif dari kondisi dan penghuni yang berada didalam ruang kerja ber-AC.Variable studi yakni karakteristik ruang ber-AC serta faktor kesehatan pengguna ruang. Jumlah sampel dipilihsecara acak sebanyak 25 orang pegawai yang tersebar di 4 ruang administrasi ber-AC di lingkup UniversitasHalu Oleo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pegawai menghabiskan waktu sekitar 7-9 jam di ruanganber-AC karena sekitar 52% tidak dapat mentolerir ketidaknyamanan apabila tidak menggunakan AC. Haltersebut tentunya berdampak pada kesehatan, diantaranya kelainan kelembaban kulit diderita sebanyak 40%responden, serta sesak nafas dan sakit kepala diderita sekitar 24% responden.Kata kunci: sistem pendinginan, air conditioner, kenyamanan thermal, kantor, sick building syndromABSTRACTThe use of artificial air cooling such as Air Conditioner (AC) is one alternative to increase productivity andthermal comfort in the room. AC devices are also allegedly as a medium for the development of various types ofmicrobes that interfere with health. The use of AC that is not in accordance with the standards affects the healthof its users. This phenomenon is known as Sick Building Syndrome (SBS). SBS is an accumulation of varioushealth problems caused by air quality around the environment. It also can be defined as non-specific healthproblems of the occupants of the room that cause red and runny eyes, sneezing, dry skin, and allergic to cold air.This study aims to identify the characteristics of the occupants of the space working in an air-conditioned roombased on age, habits and incidents that may occur based on symptoms of sick building syndrome. This type ofresearch is descriptive of the conditions and occupants who are in an air-conditioned workspace. Studyvariables are the characteristics of air-conditioned rooms and health factors of rooms users. The number ofsamples randomly selected was 25 employees spread across 4 air-conditioned administrative rooms within thescope of Halu Oleo University. The results showed that the employees spent about 7-9 hours in an airconditionedroom because around 52% of respondents could not tolerate discomfort if they didn't use AC. Thiscertainly has an impact on health, including skin moisture disorders suffered by as many as 40% of respondents,and shortness of breath and headaches suffered by around 24% of respondents.Keywords: refrigeration system, air conditioner, thermal comfort, office, sick building syndrom
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA GALERI STUDIO SENI MODERN DAN DIGITAL DI KOTA KENDARI WAHYU TRIYA PRAYUDI; Aspin Aspin; I Made Krisna AD
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27659

Abstract

Perkembangan dalam dunia seni cukup pesat pada beberapa waktu ini, hal ini dibuktikan dengan adanya data peningkatan minat masyarakat terhadap perkembangan NFT berupa karya seni digital sebagai barang investasi sebesar 82% dari periode Maret 2021 hingga Januari 2022 (Suyudi, 2022). Namun, bahkan di Kota Kendari sendiri masih belum memiliki wadah yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat, sehingga karya seni jenis ini kurang dilihat oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif wisata edukasi informal. Memperkenalkan koleksi-koleksi seni rupa dan digital melalui multimedia akan dapat menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal seni serta memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Khususnya di Kota Kendari, karya seni rupa modern maupun  digital masih belum memiliki wadah untuk ditampung dan dikumpukan dalam satu tempat. Dengan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk merancang galeri studio seni modern dan digital di Kota Kendari agar galeri yang dirancang bisa memenuhi kebutuhan setiap aktivitasnya. Galeri Studio Seni Modern Dan Digital dilengkapi dengan fasilitas hiburan yang menarik mulai dari fasilitas utama yaitu galeri pameran hingga fasilitas pendukung yang bernuansa edukasi berupa area yang dapat memaksimalkan interaksi antara pengunjung dan objek yang dikunjungi seperti workshop dan sebagainya. Fasilitas santai menarik lainnya adalah ruang restoran dan minibar serta ruang tunggu yang nyaman lengkap dengan area cyberspot. Dari segi pendidikan tersedia juga perpustakaan yang mengarsip tentang seni dan fasilitas auditorium untuk seminar dan pengedukasian. Dengan mengangkat pendekatan arsitektur futuristic, keseluruhan fasilitas  ini didesain secara futuristik dan menarik dengan konsep “Menembus Batas Waktu”.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA REST AREA LINTAS SULAWESI TENGGARA – SULAWESI SELATAN Anjely Ismi Azizha; M. Arzal Tahir; Aspin Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27614

Abstract

ABSTRAK Transportasi darat lintas Sulawesi Tenggara – Sulawesi Selatan kini menjadi salah satu pilihan favorit bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan. Lintasan ini sering di gunakan sebagai akses jalan lintas pengendara jalur darat dari Sulawesi Tenggara ke kota Makassar atau ke daerah – daerah yang berada di Sulawesi Selatan maupun sebaliknya. Jarak tempuh yang cukup jauh kadang membuat pengemudi kelelahan yang akhirnya dapat menyebabkan kecelakaan, dimana pengendara yang tidak mempersiapkan kondisi fisik dan kondisi kendaraan untuk perjalanan tersebut. Oleh karena itu untuk mengurangi resiko tersebut diperlukan sarana pemberhentian sementara untuk beristirahat berupa penyediaan fasilitas Rest Area yang penentuan lokasi dan fasilitasnya menyesuaikan dengan jarak / interval dan kondisi yang ada. Di jalan lintas Sulawesi Tenggara – Sulawesi Selatan sendiri belum terdapat Rest Area yang di lengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang di harapkan mampu menambahkan kenyamanan pengguna jalan. Sehubung dengan hal tersebut, untuk mendukung fungsi dan keberadaan fasilitas Rest Area yang mencerminkan kondisi lokalitas daerah setempat, maka pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular diterapkan sebagai suatu penerapan elemen arsitektur berupa elemen fisik dan non fisik dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal kemudian sedikit banyak mengalami perubahan menuju suatu karya yang lebih modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisi setempat.  Ditambah dengan fasilitas Rest Area yang diharapkan para pengguna tidak hanya singgah untuk sementara waktu melainkan bisa menggunakan fasilitas yang ada sebagai alternatif wisata. Kata Kunci: Arsitektur Neo-Vernakular, Lintas Sulawesi Tenggara-Sulawesi Selatan, Pengendara Jalur Darat, Rest  Area