Dian Eka Anggreny
STIK Bina Husada Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT ISPA DI DESA PANGKALAN BENTENG KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2018 Dian Eka Anggreny
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor pejamu. Tujuan : untuk memperoleh gambaran kejadian ISPA di Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Metode Penelitian : penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian : jumlah anggota keluarga ≥4 orang 243 rumah (64,0%), cara penanganan sampah dengan cara dibakar 308 rumah (81,0%), mencegah penularan penyakit akibat gigitan nyamuk dengan penggunaan obat nyamuk bakar 261 rumah (68,7%), Kebiasaan merokok setiap hari 210 rumah (55,2%). Simpulan : Kondisi kesehatan masayarakat yang mempengaruhi penyakit ISPA diantaranya jumlah anggota keluarga, cara penanganan sampah dengan dibakar, penggunaan obat nyamuk bakar, ketersediaan jendela rumah dibuka, dan kebiasaan merokok. Acute Respiratory Infection (ARI) is an upper or lower respiratory tract disease, usually contagious which can cause a variety of spectrum of diseases that range from asymptomatic disease or mild infection to severe and deadly diseases, depending on the cause of the pathogen, environmental factors and host factors. Objective: to obtain an overview of the incidence of ARI in Pangkalan Benteng Village, District of Talang Kelapa, Banyuasin Regency. Research Method: this research is descriptive with cross sectional approach. Results: number of family members ≥4 people 243 houses (64.0%), methods of handling waste by burning 308 houses (81.0%), preventing transmission of diseases caused by mosquito bites with the use of mosquito coils 261 houses (68.7 %), Smoking habit every day 210 houses (55.2%). Conclusion: Community health conditions that affect ARI include the number of family members, how to deal with waste by burning, use of mosquito coils, the availability of windows opened, and smoking habits.
ANALISIS KEBIJAKAN TENTANG PROGRAM BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF PADA POSYANDU DAN PAUD Velly Violita; Dewi Suryanti; Dian Eka Anggreny
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.928

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana kelompok BKB Holistik terintegrasi pada Posyandu dan PAUD di Kota Pagar Alam masih kurang. Capaian kelompok BKB aktif dan keluarga balita aktif yang datang pada kegiatan Bina Keluarga Balita Holistik terintegrasi masih dibawah target BKKBN. Tujuan: untuk menganalisis pelaksanaan program BKB Holistik terintegrasi pada Posyandu dan PAUD. Metode: jenis penelitian kualitatif dan merupakan Studi kebijakan (Policy study) dengan menggunakan teori G.Edward III. Informan penelitian berjumlah 9 orang key informan 1 orang dan informan 8 orang. Penelitian dilakukan pada bulan juli. Tempat penelitian Talang Camai Kelurahan Selibar kecamatan Pagar Alam Utara. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, fokus grup discussion dan telaah dokumen. Analisa dilakukan sebelum, selama dan sesudah penelitian dilapangan. Hasil: penelitian pada komponen masukan seperti sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana belum sesuai dengan ketentuan. Komponen proses pada tim pokjanal belum maksimal dalam melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi. Komponen keluaran pada capaian kelompok BKB aktif dan keluarga aktif masih dibawah target standar minimal, rendahnya pengetahuan kader BKB dan orang tua balita terhadap program BKB Holistik terintegrasi pada Posyandu dan PAUD di Kota Pagar Alam. Saran: Merencanakan penganggaran APBD untuk BKB KIT dan Pelatihan tenaga Pendamping serta penggalangan dana Swadaya dari masyarakat kelurahan. Kata kunci: Kebijakan, Pelaksanaan, Program BKB Holistik 
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS KESEHATAN PADA PROGRAM TB PARU DI PUSKESMAS SE-KOTA PALEMBANG TAHUN 2018 Dian Eka Anggreny
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 2: Agustus 2018 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v2i1.842

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyerang berbagai organ pada tubuh manusia, terutama paru-paru. Rendahnya cakupan penemuan pasien baru TB-BTA Positif salah satunya dipengaruhi oleh kinerja petugas kesehatannya. Tujuan penelitian: diketahuinya hubungan antara karakteristik individu, imbalan dan kepemimpinan terhadap kinerja petugas kesehatan program TB Paru di Puskesmas Kota Palembang. Metode penelitian: Bersifat kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas kesehatan pemegang Program TB Paru di seluruh Puskesmas Kota Palembang dengan jumlah sampel sebanyak  41 orang yang diambil dengan teknik total sampling.Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas se-Kota Palembang tahun 2018. Data dalam penelitian ini didapatkan dengan  wawancara. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan p value < α (0,05). Hasil penelitian: didapatkan  68,3% responden dengan kategori kelompok umur muda, 87,8% berpendidikan tinggi, 56,1%  dengan imbalan cukup,51,2% memiliki  sifat kepemimpinan yang baik dan  kinerja petugas baik sebesar 58,5%. Berdasarkan analisis bivariat diperoleh hubungan antara imbalan  (p = 0,000) dan kepemimpinan (p = 0,008) dengan kinerja petugas. Saran: Hasil penelitian ini adalah kesesuaian imbalan yang diberikan kepada petugas program dan diperlukannya pembinaan kepemimpinan berkelanjutan terhadap petugas untuk meningkatkan kinerja petugas dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kata Kunci: Kinerja, Kepemimpinan, Imbalan, Karakteristik Individu