Isrizal Isrizal
STIK Bina Husada Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP CARA MENGATASI NYERI ARTRITIS REUMATOID PADA LANSIA Isrizal Isrizal; Resna Reza Yunia Lestari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.009 KB) | DOI: 10.36729/jam.v4i2.226

Abstract

Latar belakang: Masih tingginya angka penyakit artritis reumatoid dan tingkat pengetahuan lansia terhadap cara mengatasi nyeri artritis reumatoid masih sangat kurang, sehingga belum maksimalnya pengobatan dalam mengatasi kekambuhan nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahui hubungan pengetahuan terhadap cara mengatasi nyeri artritis reumatoid pada lansia di Panti Tresna Werdha Budi Luhur di Kota Linggau Tahun 2019. Metode: Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 25 Juni - 1 Juli 2019. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel yang digunakan nonprobability sampling (purposive sampling). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner serta analisa menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilakukan di Panti Tresna Werdha Budi Luhur di Kota Linggau. Sampel pada penelitian ini adalah lansia yang berada di Panti Tresna Werdha Budi Luhur di Kota Linggau, yang berjumlah 30 orang. Hasil: penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 16 orang (53,3%) dan sebagian besar responden memiliki cara mengatasi nyeri artritis rheumatoid baik sebanyak 22 orang (73,3%). Ada hubungan pengetahuan terhadap cara mengatasi nyeri artritis reumatoid pada lansia di Panti Tresna Werdha Budi Luhur di Kota Linggau Tahun 2019 (ρ=0,022). Saran: Disarankan bagi para kader untuk lebih sering melakukan penyuluhan tentang Artritis Rheumatoid dan upaya penatalaksanaannya minimal satu bulan sekali. Selain itu disarankan bagi para kader untuk mengikuti penyuluhan atau pelatihan tentang lansia terutama Artritis Reumatoid dan upaya penatalaksanaannya. Kata kunci       : Pengetahuan, Nyeri, Atritis Reumatoid, Lansia
PENGALAMAN REMAJA PUTRI DALAM MENGATASI DYSMENORRHOEA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG TAHUN 2016 Isrizal Isrizal
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian dysmenorrhoea di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman remaja putri dalam mengatasi dysmenorrhoea di SMP Muhammadiyah 1 Palembang tahun 2016. Penelitian dilakukan dalam area keperawatan maternitas dan metode penelitian yaitu kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi dengan wawancara mendalam. Pemilihan informan dengan purposive sampling pada tanggal 14 Juni 2016. Hasil penelitian ini mendapatkan Pengetahuan remaja putri tentang dysmenorrhoea meliputi Arti dan makna dysmenorrhoea yaitu nyeri ketika menstruasi, nyeri yang hebat mengganggu aktivitas, dan menstruasi yang sakit atau kram perut, penyebabnya yaitu dikarenakan keluarnya bekuan darah, masuk angin, kurang berolah raga,kurang minum, dan keturunan. Tanda dan gejalanya yaitu sakit perut dan pinggang, sakit kepala/pusing, diare, kram pada perut, dan sering BAK. Sedangkan sumber informasi didapatkan dari kakak perempuan, dari ibu, dari materi kuliah, dan dari televisi. Tindakan remaja putri SMP Muhammadiyah 1 Palembang dalam mengatasi dysmenorrhoea meliputi tindakan non farmakologi yaitu dengan cara dikerok, di urut/masase, dikompres air hangat, tidur/istirahat, dan berolah raga. Sedangkan tindakan farmakologi yaitu dengan cara minum jamu kemasan dan beli obat anti nyeri. Dengan demikian Perlu diadakan penyuluhan kesehatan mengenai dysmenorrhoea, dan penyediaan buku kesehatan khususnya tentang dysmenorrhoea di perpustakaan sekolah dan menyediakan ekstrakurikuler tentang kesehatan reproduksi di sekolah. dan bagi siswi yang mengalami dysmenorrhoea untuk konsultasi pada biro kesehatan. Dan bagi penelitian lebih lanjut dapat dilakukan penelitian tentang dysmenorrhoea primer dan sekunder