Suherwin Suherwin
STIKES Aisyiyah Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KEJANG DEMAM DI INSTALASI GAWAT DARURAT Suherwin Suherwin; Susanti Delina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v3i1.597

Abstract

Latar belakang; Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi karena peningkatan suhu tubuh dengan cepat >380C.Umumnya kejang demam terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Dan paling sering terjadi usia 14 sampai 18 bulan. Kejang demam merupakan penyebab kejang tersering pada anak dan memiliki prognosis sangat baik. Kejang disertai demam juga terjadi pada diagnosis diferensial lain yang berbahaya, seperti infeksi saraf pusat (SSP).Kejadian kejang demam dinegara-negara barat berkisar antara 3-5% diasiaberkisaran antara 4,47%, di Singapura sampai 9,9%. Data di Indonesia sekitar 80% diantaranya adalah kejang demam simpleks. Sedikit lebih banyak terjadi pada laki-laki disbanding perempuan. Tujuan: Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kejang demam Di rumah Sakit Muhammmadiyah Palembang pada tahun 2018. Metode: Desain penelitian ini menggunakan sirvey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek variabel independen usia jenis kelamin dan suhu, variabel dependen kejadian kejang demam. Hasil: Hasil pennelitian terhadap 30 responden dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat, tidak ada hubungan antara usia dengan kejang demam p value = 0,399 ada hubungan antara jenis kelamin dengann kejang demam p value = 0,001, ada hubungan antara suhu dengan kejang demam p value = 0,000. Saran: Berdasrkan hasil penelitian bahwa seseorang yang memiliki suhu >380C memiliki resiko sangat tinggi menimbulkan kejang demamKata kunci : pennyakit kejang demam, usia, jenis kelamin, suhu
HUBUNGAN UMUR, KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF DI RUANG MARWAH RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2018 Suherwin Suherwin
Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i1.569

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 50%, pasien di dunia mengalami kecemasan, dimana 5-25% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan 50% mereka yang berusia 55 tahun. Tingkat kecemasan pasien Pre Operatif mencapai 534 juta jiwa. Di perkirakan angka ini terus meningkat setiap tahunnya dengan indikasi tingkat kecemasan pasien Pre Operatif (WHO, 2012).Tujuan penelitian ini diketahui distribusi frekuensi umur, komunikasi terapeutik perawat, dukungan keluarga, tingkat kecemasan pasien Pre Operatif, serta hubungan antara umur, komunikasi terapeutik perawat dan dukung keluarga dengan tingkat kecemasan pasien Pre Operatif. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Pre Operatif yang di rawat di Ruang Marwah Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada 8 – 23 Januari 2018, dengan jumlah sampel 30 responden.Berdasarkan analisis univariat didapatkan tingkat kecemasan ringan Pre Operatif sebanyak 16 (63,3%), responden yang berumur dewasa dini sebanyak 15 (50%), berdasarkan responden komunikasi terapeutik baik sebanyak 17 (56,7%), dan dukungan keluarga sebanyak 21 (70%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatkan ada hubungan antara komunikasi terapeutik (p value 0,008) dan dukungan keliuarga (p value 0,017) dengan tingkat kecemasan pasien Pre Operatif. Tidak ada hubungan antara umur (p value 0,272) dengan tingkat kecemasan Pre Operatif di Ruang Marwah Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2018.Disarankan perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Siti khadijah Palembang meningatkan mutu dan kualitas pelayanan dan memberikan komunikasi terapeutik Kata Kunci                              : Tingkat kecemasan dan pasien Pre OperatifDaftar Pustaka                      : 34 (2007 – 2017)
HUBUNGAN UMUR, KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF DI RUANG MARWAH RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2018 Suherwin Suherwin
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i1.569

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 50%, pasien di dunia mengalami kecemasan, dimana 5-25% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan 50% mereka yang berusia 55 tahun. Tingkat kecemasan pasien Pre Operatif mencapai 534 juta jiwa. Di perkirakan angka ini terus meningkat setiap tahunnya dengan indikasi tingkat kecemasan pasien Pre Operatif (WHO, 2012).Tujuan penelitian ini diketahui distribusi frekuensi umur, komunikasi terapeutik perawat, dukungan keluarga, tingkat kecemasan pasien Pre Operatif, serta hubungan antara umur, komunikasi terapeutik perawat dan dukung keluarga dengan tingkat kecemasan pasien Pre Operatif. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Pre Operatif yang di rawat di Ruang Marwah Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada 8 – 23 Januari 2018, dengan jumlah sampel 30 responden.Berdasarkan analisis univariat didapatkan tingkat kecemasan ringan Pre Operatif sebanyak 16 (63,3%), responden yang berumur dewasa dini sebanyak 15 (50%), berdasarkan responden komunikasi terapeutik baik sebanyak 17 (56,7%), dan dukungan keluarga sebanyak 21 (70%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatkan ada hubungan antara komunikasi terapeutik (p value 0,008) dan dukungan keliuarga (p value 0,017) dengan tingkat kecemasan pasien Pre Operatif. Tidak ada hubungan antara umur (p value 0,272) dengan tingkat kecemasan Pre Operatif di Ruang Marwah Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2018.Disarankan perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Siti khadijah Palembang meningatkan mutu dan kualitas pelayanan dan memberikan komunikasi terapeutik Kata Kunci                              : Tingkat kecemasan dan pasien Pre OperatifDaftar Pustaka                      : 34 (2007 – 2017)