Latar belakang; Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi karena peningkatan suhu tubuh dengan cepat >380C.Umumnya kejang demam terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Dan paling sering terjadi usia 14 sampai 18 bulan. Kejang demam merupakan penyebab kejang tersering pada anak dan memiliki prognosis sangat baik. Kejang disertai demam juga terjadi pada diagnosis diferensial lain yang berbahaya, seperti infeksi saraf pusat (SSP).Kejadian kejang demam dinegara-negara barat berkisar antara 3-5% diasiaberkisaran antara 4,47%, di Singapura sampai 9,9%. Data di Indonesia sekitar 80% diantaranya adalah kejang demam simpleks. Sedikit lebih banyak terjadi pada laki-laki disbanding perempuan. Tujuan: Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kejang demam Di rumah Sakit Muhammmadiyah Palembang pada tahun 2018. Metode: Desain penelitian ini menggunakan sirvey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek variabel independen usia jenis kelamin dan suhu, variabel dependen kejadian kejang demam. Hasil: Hasil pennelitian terhadap 30 responden dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat, tidak ada hubungan antara usia dengan kejang demam p value = 0,399 ada hubungan antara jenis kelamin dengann kejang demam p value = 0,001, ada hubungan antara suhu dengan kejang demam p value = 0,000. Saran: Berdasrkan hasil penelitian bahwa seseorang yang memiliki suhu >380C memiliki resiko sangat tinggi menimbulkan kejang demamKata kunci : pennyakit kejang demam, usia, jenis kelamin, suhu