Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERILAKU KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAKRAYU PALEMBANG TAHUN 2016 Romliyadi Romliyadi
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukan ke dalam tubuh melalui suntikan seperti vaksin BCG, DPT, Campak, dan melalui mulut seperti vaksin polio. Penyakit campak merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak di seluruh dunia yang meningkat sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk diperolehnya informasi mendalam tentang perilaku keluarga terhadap pemberian imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Makrayu Palembang tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Melalui wawancara mendalam, dilakukan pada Bulan Juni 2016. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 5 orang ibu yang mempunyai bayi berumur 9-11 bulan, dan key informan perawat pelaksana 1 orang yang minimal berpendidikan D3. Hasil penelitian didapatkanbahwa informan mengetahui tentang pentingnya imunisasi untuk kekebalan tubuh anak, sikap ibu khawatir karena anak demam, dan tindakan informan ketika anak demam diberi obat penurun panas. Kesimpulan yang didapat bahwa informan telah mengetahui pentingnya imunisasi pada bayi dan anak dikarenakan untuk kekebalan tubuh bayi dan anak. Disarankan bagi keluarga di wilayah kerja puskesmas Makrayu Palembang untuk meningkatkan lagi pengetahuannya dengan cara datang ke posyandu-posyandu yang ada untuk memberikan penyuluhan dan diharapkan ibu yang mempunyai bayi lebih memperhatikan kesehatan bagi anaknya supaya terhindar dari penyakit
ANALISIS PERAN KELUARGA TERHADAP DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA Romliyadi Romliyadi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.1031

Abstract

Latar belakang: Peran keluarga adalah tingkah laku spesifikyang diharapkan oleh seseorang dalam konteks keluarga.Jadi peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg.Hipertensi sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah.Tujuan: Diketahui analisis peran keluarga terhadap derajat hipertensi pada Lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang digunakan pada pemilihan sampel dalam penelitian ini digunakan purposive sampling dengan analisa data univariat dan bivariat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan September - Desember 2019.Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi dengan jumlah 78 responden. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan mengenal masalah kesehatan dengan derajat hipertensi (p-value = 0,016), ada hubungan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat dengan derajat hipertensi (p-value = 0,024), ada hubungan memberi perawatan dengan derajat hipertensi (p-value = 0,016), ada hubungan menciptakan suasana rumah yang sehat dengan derajat hipertensi (p-value = 0,015), ada hubungan merujuk pada fasilitas kesehatan masyarakat dengan derajat hipertensi(p-value= 0,002). Saran: Disarankan dalam mengatasi pasien hipertensi hendaknya keluarga menggunakan peran keluarga seperti mengenal masalah kesehatan, memberi perawatan, menciptakan suasana rumah yang sehat dan merujuk pada fasilitas kesehatan.Kata kunci: Peran Keluarga, Derajat Hipertensi, Lansia
Efektivitas Edukasi Kesehatan Praimunisasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pagar Jati Kabupaten Lahat Rika Yulizar; Dian Emiliasari; Romliyadi Romliyadi; Isrizal Isrizal
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13780

Abstract

Imunisasi dasar merupakan salah satu upaya preventif yang paling efektif dalam mencegah penyakityang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada anak. Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkapmasih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko terjadinyakejadian luar biasa penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Salah satu faktor yangmemengaruhi keberhasilan program imunisasi adalah pengetahuan ibu. Edukasi kesehatanpraimunisasi merupakan salah satu strategi promotif yang dapat meningkatkan pemahaman ibumengenai manfaat, jadwal, dan pentingnya imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan mengetahuiefektivitas edukasi kesehatan praimunisasi terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang imunisasidasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pagar Jati Kabupaten Lahat. Penelitian menggunakandesain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitianberjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkatpengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan menggunakan kuesioner.Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengantingkat kemaknaan α = 0,05. Sebelum diberikan edukasi kesehatan, sebagian besar responden memilikitingkat pengetahuan kategori kurang (48,9%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar respondenmemiliki tingkat pengetahuan kategori baik (55,3%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000(p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah pemberianedukasi kesehatan. Edukasi kesehatan praimunisasi efektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenaiimunisasi dasar pada balita. Edukasi kesehatan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi promotifdalam pelayanan keperawatan komunitas untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenaipentingnya imunisasi dasar
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Sukarami Palembang Mu’amah Siti Nurhanifah; Romliyadi Romliyadi; Rinda Suciarti; Ersita Ersita
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14080

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat karena prevalensinya yang terus meningkat serta berpotensi menimbulkan berbagaikomplikasi. Pengetahuan dan aktivitas fisik merupakan faktor yang dapat berkontribusi terhadappengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada pasien hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Sukarami Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengandesain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah1.078 pasien hipertensi, dengan 38 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang hipertensi, GlobalPhysical Activity Questionnaire (GPAQ), dan lembar observasi tekanan darah. Analisis data meliputianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46–55 tahun sebanyak 31,6%,berjenis kelamin perempuan sebanyak 65,8%, berpendidikan SMA sebanyak 39,5%, dan bekerjasebagai ibu rumah tangga sebanyak 36,8%. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuansedang, yaitu sebanyak 16 responden (42,1%), aktivitas fisik rendah sebanyak 18 responden (47,4%),serta tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 23 responden (60,5%). Hasil uji Chi-Squaremenunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tekanan darah (p= 0,003), serta antara aktivitas fisik dengan tekanan darah (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwatingkat pengetahuan dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah padapasien hipertensi. Edukasi kesehatan secara berkelanjutan dan peningkatan aktivitas fisik secara rutindirekomendasikan sebagai upaya untuk mendukung pengendalian tekanan darah pada penderitahipertensi.