Susanti Delina
Program Studi Keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Palembang Jl. Kolonel H. Burlian no.907 Rt.12 Rw.04 Kel. Karya Baru Kec. AAL Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) TERHADAP HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus novergicus) Strain Sprague Dawley Susanti Delina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 1: Februari 2018 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.009 KB) | DOI: 10.36729/jam.v1i2.21

Abstract

Monosodium Glutamat banyak digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Sifat toksiknya  bisa menyerang  seluruh tubuh seperti jantung, plasenta, hati dan ginjal.  Penelitian  bertujuan: untuk mengetahui pengaruh  MSG terhadap histopatologi hepar tikus jantan putih dewasa (Rattus norvegicus) strain Sprague Dawley. Metode penelitian: Berbentuk eksperimental, in vivo. Pengamatan preparat morfologi, Pemeriksaan histopatologi hepar dan  serum SGOT dan SGPT, menggunakan metode RAL dengan 4 perlakuan 6 kali ulangan yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi MSG  72 mg, 108 mg, 144 mg. Data dianalisis menggunakan One way Anova dilanjutkan dengan Uji Post Hoc analisis Benferroni  dan Games Howell.Hasil penelitian: memperlihatkan bahwa pemberian MSG tidak menyebabkan peningkatan berat hepar, meningkatkan kadar SGOT sebesar berturut 188 u/l, 234u/l, 339 u/l dan 523 u/l dan SGPT sebesar berturut 77 u/l, 89 u/l, 100 u/l dan 127 u/l yang berbeda bermakna pada setiap perlakuan,  kerusakan morfologi hepar pada dosis 144 mg/hari sebanyak 50% (perubahan warna dan konsistensi). Terjadi kelainan histologi berupa adanya sitoplasma granuler dengan nilai p value 0,002; sel regenerasi dengan nilai p value 0,000; sel atifik dengan nilai p value 0,000; nekrosis dengan nilai p value 0,000 pada dosis MSG 144 mg/hari. Kesimpulan :Pemberian MSG dapat menyebabkan peningkatan kadar SGOT dan SGPT bermakna, perubahan morfologi hepar, hidrofik  tidak bermakna pada dosis 144 mg/hari, timbulnya nekrosis  bermakna (p = 0,011), terjadinya sel  regenerasi  bermakna, sel atipik dan sel sitoplasma granuler terdapat perbedaan bermakna. Saran : Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penggunaan MSG dalam dosis yang berlebihan