Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Implementasi Kebijakan Jaminan Kesehatan Daerah Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Basuki Rahmat
Syntax Idea Vol 2 No 3 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v2i3.152

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh implementasi kebijakan jaminan kesehatan daerah terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat miskin pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Jumlah populasi sebanyak 67 orang pegawai yang terdiri dari 7 orang petugas di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, masing-masing 3 orang tiap puskesmas yang tersebar di 20 puskesmas Kota Tasikmalaya. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analisis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan jaminan kesehatan daerah yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi menurut responden adalah sebesar 3520. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator dari implementasi kebijakan jaminan kesehatan daerah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Nilai yang diperoleh dari tanggapan responden mengenai kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas Dinas Kesehatan/Puskesmas Kota Tasikmalaya dalam memberikan pelayanan tentang jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin menurut responden adalah sebesar 3030. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator dari kualitas pelayanan yang diberikan sudah sesuai yang diharapkan oleh masyarakat. Pengaruh implementasi Kebijakan (Komunikasi, Sumber daya, Disposisi, dan Struktur birokrasi) Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya diperoleh pengaruh sebesar 0,494 atau 49,4%, sedangkan pengaruh faktor luar yang tidak termasuk dalam variabel penelitian adalah sebesar 0,506 atau 50,6%, dengan nila F hitung sebesar 15,128 dengan kriteria penolakan Ho, jika Fhitung > Ftabel, dengan mengambil taraf signifikan sebesar 5 %, maka dari tabel distribusi F- Snedecor diperoleh F;k ; (n-k-1) = 67-2-1 adalah sebesar 1,34 atau cukup melihat sig F yaitu 0,000 yang artinya dengan lebih kecil dari 5 % masih menunjukan signifikan.
Implementasi Kebijakan Tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang dalam Meningkatkan Pelayanan Pemberian Fatwa Rencana Pengarahan Lokasi di Dinas Tata Ruang Permukiman Kabupaten Tasikmalaya Basuki Rahmat
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i2.25

Abstract

Kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang di Kabupaten Tasikmalaya salah satunya dilakukan melalui pelayanan pemberian fatwa rencana pengarahan Lokasi. Pemberian fatwa rencana pengarahan lokasi merupakan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptip analisis, dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang terkait dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang dalam meningkatkan pelayanan pemberian fatwa rencana pengarahan lokasi di Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya yang berhubungan dengan pengajuan fatwa rencana pengarahan lokasi, sehingga berjumlah 68 orang.Implementasi kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang di Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya yang di dasarkan kepada syarat-syarat pelaksanaan kebijakan, berpengaruh terhadap pencapaian pelayanan pemberian fatwa rencana pengarahan lokasi di Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya, dimana pelayanan pemberian fatwa rencana pengarahan lokasi di Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya meningkat.
Pembaharuan Organisasi Sektor Publik dalam Perspektif Pemerintahan Daerah Basuki Rahmat
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.8051

Abstract

Reformasi dan perubahan dalam pemerintahan saat ini bukan merupakan fenomena baru bagi organisasi publik, hal tersebut dikarenakan upaya tersebut telah lama dilakukan sebagai upaya adanya perubahan dan reorganisasi. Reformasi dan perubahan memiliki perbedaan dalam organisasi publik, dimana reformasi sebagai upaya aktif dari para pemangku kebijakan untuk mengubah karakteristik birokrasi, sedangkan perubahan mengarah kepada dampak yang terjadi atas pelaksanaan reformasi yang digulirkan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang reformasi dan perubahan organisasi sektor publik yang terjadi dalam di daerah. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif sebagai suatu metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan masalah yang muncul pada masa sekarang atau yang sedang berlangsung, dengan tujuan untuk menggambarkan apa yang terjadi sebagaimana mestinya ketika penelitian itu dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan reformasi birokrasi dalam Pemerintah daerah telah berjalan dengan cukup baik, diantaranya dengan menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai pelaksanaan dari manajemen kinerja sektor publik. Secara umum reformasi birokrasi yang dilaksanakan telah memberikan perubahan cukup baik, meskipun peningkatannya belum signifikan yang menunjukan masih diperlukan perbaikan-perbaikan terutama dalam pelayanan sektor publik.
Peranan Elit Lokal dalam Perumusan Kebijakan Tentang BUMDes Mandalakarya di Desa Ciwarak Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya Basuki Rahmat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumusan kebijakan merupakan proses dimana pemerintah, masyarakat dan organisasi lainnya mengembangkan kebijakan yang memandu pengambilan keputusan dan tindakan-tindakan yang diperlukan. Merumuskan kebijakan yang efektif merupakan kunci untuk mengatasi tantangan sosial dan ekonomi dan mencapai hasil yang positif bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis peranan elit lokal dalam perumusan kebijakan tentang BUMDes Mandalakarya di Desa Ciwarak Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan informan penelitian yaitu pejabat pemerintahan Desa Ciwarak, BPD Desa Ciwarak, kelembagaan desa, tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Ciwarak. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan faktor ketokohan, pendidikan dan tingkat ekonomi seseorang dapat mempengaruhi terhadap perumusan kebijakan dalam melakukan inovasi, pengembangan dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh BUMDes Mandalakarya Desa Ciwarak.
KONTRIBUSI KOMUNIKASI INTERNAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TASIKMALAYA Sahwa Sekar Dini; Agus Fatah Hidayat; Basuki Rahmat
Jurnal Progress Administrasi Publik Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Progress Administrasi Publik (JPAP)
Publisher : Program Studi Administrasi Publik, FISIP, Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/w0sgwm59

Abstract

This study is motivated by the importance of internal communication in improving employee performance within public sector organizations. Several issues were identified at the Department of Transportation, Communication and Informatics of Tasikmalaya Regency, including delays in information delivery, limited communication interaction between leaders and employees, and the lack of opportunities for employees to express ideas. This study aims to analyze the contribution of internal communication to employee performance in the context of public organizations. This research employs a quantitative method with an associative approach. The sampling technique used is saturated sampling, involving all 74 employees as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression analysis and t-test to examine the research hypothesis. The results indicate that internal communication has a positive and significant effect on employee performance, with a coefficient of determination of 23.6%, while the remaining 76.4% is influenced by other factors beyond the scope of this study. These findings suggest that internal communication plays an important role in improving employee work effectiveness, although it is not the only determining factor. The scientific contribution of this study lies in examining internal communication specifically within the context of local government organizations, particularly at the Department of Transportation, Communication and Informatics of Tasikmalaya Regency, by emphasizing vertical and horizontal communication patterns in supporting employee performance.   Keywords: Employee Performance; Internal Communication; Public Organization
Partisipasi Civitas Akademika Dalam Penguatan Jaring Pengaman Sosial Melalui Penyaluran Bahan Pokok Di Pangandaran: Penelitian Ivan Dicksan; Agus Fatah Hidayat; Arifah Rosmajudi; Astri Siti Fatimah; Ari Ramdani; Ishak Kusnandar; Basuki Rahmat; Dedi Zafar Mutaqin; Kiki Hartati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5667

Abstract

Kondisi ekonomi masyarakat pesisir di Pangandaran sangat fluktuatif karena ketergantungan pada sektor pariwisata dan perikanan, yang menyebabkan kelompok rentan seperti buruh nelayan dan pekerja informal dapat mengalami kerentanan pangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat jaring pengaman sosial melalui partisipasi aktif civitas akademika dalam penyaluran bahan pokok. Metode pelaksanaan meliputi tahapan analisis situasi, pemetaan warga rentan secara partisipatif, mobilisasi sumber daya melalui donasi internal kampus, hingga distribusi bantuan secara langsung di wilayah Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sinergi antara dosen dan mahasiswa mampu menyalurkan paket bahan pokok secara tepat sasaran kepada kelompok buruh nelayan, lansia, dan pekerja informal yang terdampak penurunan pendapatan. Secara substansial, bantuan ini efektif bertindak sebagai bantalan ekonomi (economic buffer) yang mereduksi pengeluaran konsumsi harian rumah tangga sebesar 20-30% selama masa sulit. Simpulan dari kegiatan ini adalah partisipasi civitas akademika tidak hanya memberikan dampak materiil bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan empati mahasiswa terhadap realitas sosial. Program ini merekomendasikan adanya transisi dari bantuan bersifat karitatif menuju pemberdayaan ekonomi mandiri yang berkelanjutan.
PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN KESEHATAN DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS KARANGNUNGGAL KABUPATEN TASIKMALAYA Anwar Nasihin; Basuki Rahmat; Ivan Dicksan; Beni Hartanto
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 2 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i2.2833

Abstract

This research aims to analyze the influence of employee work ability and the work environment on the effectiveness of healthcare services at the UPTD Puskesmas Karangnunggal, Tasikmalaya Regency. The primary challenges underlying this study include low interpretation of clinical protocols, interpersonal communication barriers, and inadequate information technology infrastructure. The research employs a quantitative method, involving community health center (Puskesmas) employees as respondents. Data were collected to measure the contribution of variables, both partially and simultaneously, toward achieving service effectiveness within the institution. The results indicate that employee work ability is categorized as "fairly good," particularly regarding the understanding of work instructions, although technical dexterity still requires improvement. The work environment also contributes positively through accommodative leadership, despite weak internal collaboration. Statistical analysis demonstrates a very strong relationship between work ability and the work environment. Overall, both factors exert a substantial and significant influence on the effectiveness of healthcare services. In conclusion, enhancing service effectiveness requires the integration of employee capacity development and comprehensive organizational climate improvements to achieve excellent healthcare services. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan kerja pegawai dan lingkungan kerja terhadap efektivitas pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Tantangan utama yang melatarbelakangi kajian ini meliputi rendahnya kemampuan interpretasi protokol klinis, hambatan komunikasi antarpribadi, serta infrastruktur teknologi informasi yang belum memadai. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan pegawai puskesmas sebagai responden. Data dikumpulkan untuk mengukur kontribusi variabel secara parsial maupun simultan terhadap pencapaian efektivitas pelayanan di institusi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kerja pegawai berada pada kategori cukup baik, terutama pada pemahaman instruksi kerja, meski ketangkasan teknis masih perlu ditingkatkan. Lingkungan kerja turut memberikan kontribusi positif melalui kepemimpinan yang akomodatif, meskipun kolaborasi internal masih lemah. Analisis statistik membuktikan adanya hubungan yang sangat kuat antara kemampuan kerja dan lingkungan kerja. Secara keseluruhan, kedua faktor tersebut memberikan pengaruh yang sangat besar dan signifikan terhadap efektivitas pelayanan kesehatan. Kesimpulannya, peningkatan efektivitas layanan memerlukan integrasi antara pengembangan kapasitas pegawai dan perbaikan iklim organisasi secara menyeluruh demi mewujudkan pelayanan kesehatan prima.