Hayanuddin Safri
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Labuhanbatu, Sumatera Utara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PROFILE TERHADAP TINGKAT KESEHATAN BANK SYARI’AH DI INDONESIA (STUDI KASUS BANK MUAMALAT INDONESIA) Hayanuddin Safri
ECOBISMA (JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 6, No 1 (2019): ECOBISMA
Publisher : Published by the Faculty of Economics and Business, University of Labuhanbatu, North Sumat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.209 KB) | DOI: 10.36987/ecobi.v6i1.18

Abstract

Penilaian tingkat kesehatan didasarkan pada Risiko-Risiko Bank dan dampak yang ditimbulkan pada kinerja Bank secara keseluruhan. Hal ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi faktor internal maupun eksternal yang dapat meningkatkan Risiko atau mempengaruhi kinerja keuangan Bank pada saat ini dan di masa yang akan datang. Dengan demikian, Bank diharapkan mampu mendeteksi secara lebih dini akar permasalahan Bank serta mengambil langkah-langkah pencegahan dan perbaikan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis Penilaian tingkat kesehatan Bank Syari'ah, berdasarkan Peraturan OJK No.8/ POJK.03 Tahun 2014 terhadap Bank Muaamalat Indonesia. Variabel Bebas dalam artikel ini meliputi; Risiko Kredit (X1), Risiko Pasar (X2), Risiko Operasional (X3), Risiko Likuiditas (X4), Risiko Hukum (X5), Risiko Stratejik (X6), Risiko Kepatuhan (X7), Risiko Reputasi (X8), Risiko Imbal Hasil (X9) dan Risiko Investasi (X10) dan Variabel Terikat yaitu Tingkat kesehatan bank (Y) Bank Muamalat Indonesia.
KAJIAN MODEL ALTMAN Z-SCORE DALAM MENDETEKSI POTENSI KEBANGKRUTAN BANK Hayanuddin Safri
ECOBISMA (JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 5, No 2 (2018): ECOBISMA
Publisher : Published by the Faculty of Economics and Business, University of Labuhanbatu, North Sumat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.579 KB) | DOI: 10.36987/ecobi.v5i2.56

Abstract

Dengan berdasarkan penelitian analisa diskriminan, Altman melakukan penelitian untuk mengembangkan model baru untuk memprediksikan kebangkrutan perusahaan. Model yang dinamakan Z-Score dalam bentuk aslinya adalah model linier dengan rasio keuangan yang diberi bobot untuk memaksimalkan kemampuan model tersebut dalam memprediksi. Model “Z” yaitu nilai yang menunjukkan kondisi perusahaan, apakah dalam keadaan sehat atau tidak dan menunjukkan kinerja perusahaan yang sekaligus merefleksikan prospek perusahaan dimasa mendatang. Dalam menyusun model, Z-Altman mengambil sampel 33 perusahaan manufaktur yang bangkrut pada periode 1960 sampai 1965 dan 33 perusahaan yang tidak bangkrut dengan lini industry dan ukuran yang sama. Dengan menggunakan data laporan keuangan dari 1 sampai 5 tahun sebelum kebangkrutan, Altman menyusun 22 rasio keuangan yang paling memungkinkan dan mengelompokkannya dalam 5 kategori: likuiditas, profitabilitas, leverage, solvabilitas dan kinerja. Lima macam rasio dari lima variabel yang terseleksi akan dikombinasikan bersama untuk memperoleh prediksi yang paling akurat tentang kebangkrutan.
PENGARUH KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN (STUDI KASUS PT. EVANS INDONESIA KAB. LABUHANBATU Hayanuddin Safri
ECOBISMA (JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 4, No 1 (2017): ECOBISMA
Publisher : Published by the Faculty of Economics and Business, University of Labuhanbatu, North Sumat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.988 KB) | DOI: 10.36987/ecobi.v4i1.96

Abstract

Penelitian bertujuan guna mengetahui pengaruh keterlibatan karyawan terhadap komitmen karyawan (studi kasus PT. Evans Indonesia Kab. Labuhanbatu). Populasi adalah seluruh karyawan yang bekerja pada PT. Evans Indonesia Kab. Labuhanbatu yang berjumlah 62 karyawan.Prosedur penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Sampling Jenuh. Jenis sumber data menggunakan data primer dan pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung variabel keterlibatan karyawan (X) adalah 2,691. Nilai ttabel pada α = 5% untuk uji satu arah, dengan derajat kebebasan (df) = (n – k) yaitu (62–2) = 62 yaitu 1,671. Maka variabel keterlibatan karyawan dinyatakan berpengaruh signifikan terhadap komitmen karyawan dengan kriteria thitung> ttabel atau 2,691 >1,671. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan kriteria uji hipotesis, maka disimpulkan : ”Variabel keterlibatan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen karyawan
GLOBALISASI EKONOMI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Hayanuddin Safri
ECOBISMA (JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 5, No 1 (2018): ECOBISMA
Publisher : Published by the Faculty of Economics and Business, University of Labuhanbatu, North Sumat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.343 KB) | DOI: 10.36987/ecobi.v5i1.77

Abstract

Globalisasi dalam pandangan Islam adalah sebuah keniscayaan, karena Islam sendiri adalah ajaran yang bersifat global, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dalam Al-Qur’an surat AlHujurat (49):13 yang artinya:Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal”. Su’uba wa Qabaila li ta’arofu dalam ayat di atas menggambarkan bahwa manusia itu akan terdiri dari berbagai macam suku bangsa, tetapi ujungnya adalah lita’arofu (untuk saling kenal mengenal). Kata-kata lita’arofu merupakan perintah untuk memahami dan mengerti suku-suku bangsa. Implikasinya bermakna bahwa seorang muslim harus mengglobal jauh melintas batas kesukuan dan teritorial.Ayat 13 surat AlHujurat itu menegaskan bahwa dalam mensikapi globalisasi seorang muslim harus mempunyai sikap taqwa. Taqwa mempunyai makna seorang muslim harus mempunyai kekuatan dan kemandirian serta ketundukan kepada Allah SWT dalam keseluruhan tatanan kehidupan.Taqwa tercermin dalam kekuatan aqidah, kekuatan ilmu pengetahuan, kekuatan ukhuwwah dan sinergi serta kekuatan pendidikan dan budaya. Jika ummat Islam menjadi ummat yang kuat, ia akan memberikan arahan dan warna terhadap setiap perubahan dalam era globalisasi, ia akan mampu pula melakukan seleksi terhadap berbagai fenomena.Untuk menghadapi globalisasi diperlukan kekuatan-kekuatan atau daya saing, antara lain:1).daya saing kualitas. 2). daya saing harga.3)daya saing Marketing. 4).daya saing Networking (jaringan) yang dilandasi oleh ketakwaan.