Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEWAJIBAN HUKUM TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Dewa Ayu Putu Shandra Dewi
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum MAGISTER ILMU HUKUM DAN KENOTARIATAN, 2015
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.829 KB)

Abstract

Abstract Legislation governing corporate social responsibility in Indonesia is inconsistently in the concept, not to regulate the mechanism of corporate social responsibility’s implementation, and did not set clear sanctions. Issues raised: 1) why in Indonesia corporate social responsibility into a legal mandatory? 2) What are the legal consequences of setting obligations of corporate social responsibility but not accompanied by sanctions? 3) what sanctions should be regulated in the legislation if corporate social responsibility has become a legal mandatory? The purpose of this study is to describe and analyze why Indonesia's corporate social responsibility into a legal mandatory, the legal consequences of setting obligations of corporate social responsibility but not accompanied by sanctions, and what sanctions should be set in legislation. This research method using a kind of normative juridical research with the approach of legislation (statute approach), the approach legal arguments (legal reasoning) and compare various legislation (comparative approach). The results showed that: first, the reason for corporate social responsibility into legal obligations: Indonesia is a sovereign country that is freely, including to make regulations in the field of corporate social responsibility; increasingly alarming environmental circumstances; Companies are also becoming part of the community; not all companies carry out their responsibilities. Second, the legal consequence of setting obligations of corporate social responsibility but not accompanied by sanction is the act will apply to corporate as a voluntary. Third, sanctions which should be regulated is criminal sanctions so that corporate social responsibility will be adhered to as a legal obligation. Key words: legal mandatory, corporate social responsibility, corporate Abstrak Peraturan perundang-undangan tentang tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) di Indonesia tidak konsisten dalam konsep, belum mengatur mekanisme pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) secara lengkap, dan tidak mengatur sanksi yang jelas. Permasalahan yang dikemukakan: 1) mengapa di Indonesia tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility) menjadi kewajiban hukum (legal mandatory)? 2) apa akibat hukum pengaturan kewajiban tanggung jawab sosial tetapi tidak disertai dengan sanksi? 3) sanksi apa yang seharusnya diatur dalam peraturan perundang-undangan jika tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) sudah menjadi kewajiban hukum (legal mandatory)? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengapa di Indonesia tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) menjadi kewajiban hukum (legal mandatory), akibat hukum dari pengaturan tanggung jawab sosial yang tidak disertai sanksi, dan sanksi yang seharusnya diatur dalam peraturan perundang-undangan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan argumentasi hukum (legal reasoning) dan membandingkan berbagai peraturan perundang-undangan (comparative approach). Hasil penelitian menunjukkan: pertama, alasan tanggung jawab sosial perusahaan menjadi kewajiban hukum: Indonesia adalah negara berdaulat yang bebas, termasuk untuk membuat regulasi di bidang tanggung jawab sosial perusahaan; keadaaan lingkungan yang semakin memprihatinkan; perusahaan juga menjadi bagian dari masyarakat; tidak semua perusahaan melaksanakan tanggung jawabnya. Kedua, akibat hukum dari pengaturan yang tidak disertai sanksi adalah berlaku seperti kesukarelaan. Ketiga, sanksi yang seharusnya diatur juga, yaitu sanksi pidana sehingga tanggung jawab sosial perusahaan akan ditaati sebagai kewajiban hukum. Kata kunci: kewajiban hukum, tanggung jawab sosial perusahaan, perusahaan
PENGARUH EKSISTENSI KEPEMIMPINAN INDEPENDEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI Alfiah Anastasia Nogo; Dewa Ayu Putu Shandra Dewi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.341 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i2.1399

Abstract

Abstrack: Leader is a very influential figure on the elements of the organization, especially on subordinates. The gap occurs where leaders do not use an independent leadership model equally to their employees. So the question arises whether this independent leadership affects the performance of employees. To know the existence and magnitude of independent leadership influence Sumberejo Village in improving employee performance. In this research used descriptive quantitative research method with data collection step using questionnaire and documentation instrument with proportionate stratified random sampling technique. Technique data analysis premises SPSS help version 2.1 is to test the validity of pearson product moment, reliability and probability test probability probability plot and homogeneity. The test model uses simple linear correlation. From the research that has been conducted, valid data with the value of r> count of r table 0.361 and has a correlation value of 0.454, according to sugiyono (2015: 184) correlation value has a moderate relationship. The result of simple linear regression analysis Y = 13.515 + 0.482X, in constant or constant condition then dependent variable will increase by 13,515 from the beginning and independent leadership have positive influence to dependent variable equal to 0,482. The amount of influence of independent leadership existence of Sumberejo Village on employee's performance is 20,6%. Keywords: Independent Leadership, Employee Performance Abstraksi: Pemimpin merupakan sosok yang sangat berpengaruh pada unsur organisasi khususnya pada bawahan. Kesenjangan terjadi di mana pemimpin kurang menggunakan model kepemimpinan yang independen secara merata terhadap pegawai-pegawainya, sehingga timbul pertanyaan apakah kepemimpinan independen mempengaruhi kinerja pegawai. Untuk mengetahui adanya dan besarnya pengaruh kepemimpinan independen terhadap kinerja pegawai Desa Sumberejo. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan langkah pengumpulan data menggunakan instrumen kuisioner dan dokumentasi dengan teknik sampling proportionate stratified random. Teknik analisa data dengan bantuan SPSS versi 2.1 yaitu menguji validitas pearson product moment, reabilitas dan uji statistik normalitas probalility plot dan homogenitas. Pengujian model menggunakan korelasi linier sederhana. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, data valid dengan nilai r hitung > dari r tabel 0.361 dan memiliki nilai korelasi sebesar 0,454, menurut sugiyono (2015: 184) nilai korelasi tersebut memiliki hubungan sedang. Hasil analisis regresi linier sederhana Y=13.515 + 0,482X, dalam keadaan tetap atau konstan maka variabel dependen akan naik sebesar 13.515 dari semula dan kepemimpinan independen memiliki pengaruh positif terhadap variabel dependen sebesar 0,482. Besarnya pengaruh eksistensi kepemimpinan independen Desa Sumberejo terhadap kinerja pegawainya sebesar 20,6%. Kata Kunci: Kepemimpinan Independen, Kinerja Pegawai