Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Interprofessional Education (IPE) pada Kelas Ibu Balita oleh Mahasiswa Tenaga Kesehatan untuk Meningkatkan Sikap Ibu terhadap Kesehatan Balita di Kota Cimahi Susanti, Dyeri; Wulandari, Hesti; Juaeriah, Ryka; Dewi, Sari Puspa
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.261 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i2.15003

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Pemantauan tumbuh kembang dan pencegahan penyakit pada balita merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesehatan balita. Pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini masih dilakukan oleh profesi tunggal, sedangkan World Health Organization (WHO) merekomendasikan pelayanan kesehatan dengan praktik kolaborasi. Bekal tentang kolaborasi dapat diterapkan sejak tahap pendidikan melalui Interprofessional Education (IPE). IPE terjadi ketika dua atau lebihprofesi belajardengan, dari dan tentang satu sama lain untuk meningkatkan kerjasama dan hasil kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap ibu tentang kesehatan balita setelah penerapan IPE pada Kelas Ibu Balita. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional menggunakan rancangan one group pre-post test design. Sampel penelitianadalah ibu rumah tangga sebanyak 120 orang yang memiliki Balita usia 24-59 bulan, dan mahasiswa dari Program Studi Kebidanan, Keperawatan, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan yang berjumlah 48 orang. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2016-Januari 2017 selama 7 minggu di RW 04, 11, 13 dan 15 wilayah kerja Puskesmas Leuwigajah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sikap ibu terhadap kesehatan balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan, dengan nilai rata-rata pretest -0,02 menjadi 2,46 nilai rata-rata posttest. Simpulan pada penelitian ini adalah pembelajaran IPE dalam bentuk kuliah umum, diskusi, dan praktik lapangan di komunitas pada Kelas Ibu Balita oleh mahasiswa tenaga kesehatan dapat meningkatkan sikap ibu terhadap kesehatan balita.Kata Kunci: Interprofessional Education, Kesehatan Balita, Sikap Ibu Balita
Hubungan Ibu Bekerja Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 6 Bulan Di Puskesmas Cimahi Selatan Tahun 2017 Yuliana Yuliana; Ryka Juaeriah; Neng Ika Siti Rohimahi
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi dari ibu, tanpa tambahan makanan padat atau cair lainnya. WHO merekomendasikan pada ibu diseluruh dunia untuk menyusui secara eksklusif pada bayinya dalam 6 bulan pertama setelah lahir untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang optimal. Sekitar 70% ibu menyusui di Indonesia adalah wanita bekerja. Bekerja menuntut ibu untuk meninggalkan bayinya pada usia dini dalam jangka waktu yang cukup lama setiap harinya, sehingga memiliki pengaruh negatif terhadap kelangsungan pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ibu bekerja dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Cimahi Selatan Tahun 2017. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, pada bulan Januari tahun 2017 sebanyak 303 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling pada bulan Mei 2017 dengan sampel sebesar 75 ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa paling banyak ibu bekerja (61,3%) dan bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif (65,3%). Hasil analisis bivariat diketahui bahwa ibu bekerja mempunyai hubungan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p.value = 0,000 dan α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan terutama bidan untuk meningkatkan kegiatan penyuluhan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan motivasi ibu mengenai pemberian ASI Eksklusif dengan tepat dan benar walaupun dengan status ibu bekerja.Kata Kunci : Nifas, Bekerja, ASI Eksklusif
PENGARUH PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU TERHADAP PENGURANGAN KELUHAN HOT FLUSH PADA IBU MASA MENOPAUSE Widya Putri Astuti; Ryka Juaeriah; Titin Juliawati
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause merupakan masa dimana berhentinya menstruasi atau haid untuk selamanya. Gejala utama dari sindroma menopause adalah dari kejadian hot flushes, angka kejadian di Eropa sekitar 70-80%, di Malaysia 57% dan 18% Cina, 14% di Singapore. Keluhan hot flashes meliputi rasa panas dan berkeringat, biasanya dibagian atas tubuh. Fitoestrogen termasuk kelompok kimia yang ditemukan dalam tanaman kandungan utamanya Isoflavon yang berfungsi sebagai hormon estrogen. Fitoestrogen berperan dalam Salah satu makanan yang banyak mengandung isoflavon yang merupakan kelompok kimia fitoestrogen adalah kacang hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian  sari  kacang  hijau  terhadap pengurangan keluhan hot flush pada masa menopause. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan pre post without control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu Menopause di RT 11 RW 04 Desa Kalijati Barat Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang yang memiliki keluhan hut flush pada masa menopause yaitu sebanyak 15 orang.  Analisis data menggunakan paired t-test dengan hasil terdapat penurunan rerata keluhan hot flush sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu 1.005 menjadi 0.733 dengan nilai p 0.0012 (p>0.05). Dari hasil penelitian pemberian kacang hijau pada ibu menopause mampu menurunkan keluhan hot flush. Kata Kunci : Menopause, hot flush, kacang hijau 
Metode Pembelajaran Interprofessional Education Bagi Mahasiswa Tenaga Kesehatan Ryka Juaeriah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi tuntutan bagi pemberi pelayanankesehatan di era global. Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dicapai denganpraktik kolaborasi. Pada penerapannya, profesional kesehatan yang paling pandaisekalipun akan kesulitan menerapkan kolaborasi tanpa pembelajaran. Bekal tentangkolaborasi dapat diterapkan sejak tahap pendidikan melalui Interprofessional Education(IPE). Mahasiswa ilmu kesehatan sebagai profesional bidang kesehatan masamendatang di Indonesia perlu mendapatkan pembelajaran kolaborasi melalui IPE.Pengembangan model pembelajaran IPE di tingkat institusi perlu melibatkan peranserta mahasiswa dan dosen pembimbing, sehingga sangat penting untuk mengetahuimodel pembelajaran yang sesuai untuk IPE. Pembelajaran IPE yang baik diharapkandapat menghasilkan profesional di bidang kesehatan yang mampu berkolaborasidengan profesi kesehatan lain, sehingga dapat berperan serta dalam pembangunankesehatan di Indonesia.
Penerapan Interprofessional Education (IPE) pada Kelas Ibu Balita oleh Mahasiswa Tenaga Kesehatan untuk Meningkatkan Sikap Ibu terhadap Kesehatan Balita di Kota Cimahi Dyeri Susanti; Hesti Wulandari; Ryka Juaeriah; Sari Puspa Dewi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.261 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i2.15003

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Pemantauan tumbuh kembang dan pencegahan penyakit pada balita merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesehatan balita. Pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini masih dilakukan oleh profesi tunggal, sedangkan World Health Organization (WHO) merekomendasikan pelayanan kesehatan dengan praktik kolaborasi. Bekal tentang kolaborasi dapat diterapkan sejak tahap pendidikan melalui Interprofessional Education (IPE). IPE terjadi ketika dua atau lebihprofesi belajardengan, dari dan tentang satu sama lain untuk meningkatkan kerjasama dan hasil kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap ibu tentang kesehatan balita setelah penerapan IPE pada Kelas Ibu Balita. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional menggunakan rancangan one group pre-post test design. Sampel penelitianadalah ibu rumah tangga sebanyak 120 orang yang memiliki Balita usia 24-59 bulan, dan mahasiswa dari Program Studi Kebidanan, Keperawatan, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan yang berjumlah 48 orang. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2016-Januari 2017 selama 7 minggu di RW 04, 11, 13 dan 15 wilayah kerja Puskesmas Leuwigajah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sikap ibu terhadap kesehatan balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan, dengan nilai rata-rata pretest -0,02 menjadi 2,46 nilai rata-rata posttest. Simpulan pada penelitian ini adalah pembelajaran IPE dalam bentuk kuliah umum, diskusi, dan praktik lapangan di komunitas pada Kelas Ibu Balita oleh mahasiswa tenaga kesehatan dapat meningkatkan sikap ibu terhadap kesehatan balita.Kata Kunci: Interprofessional Education, Kesehatan Balita, Sikap Ibu Balita
PEMBENTUKAN KADER PENDAMPING ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI Yuliana Yuliana; Ryka Juaeriah; Widya Putriastuti; Dyeri Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i1.774

Abstract

Berdasarkan data UNICEF pemberian cakupan ASI masih rendah, pada tahun 2012 hanya 39% bayi <6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif, angka tersebut tidak mengalami kenaikan sampai tahun 2015, hanya 40% cakupan pemberian ASI eksklusif di seluruh dunia. Hal ini belum sesuai dengan target WHO yaitu pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sebesar 50%. Hasil wawancara terhadap 5 ibu balita di wilayah RW 08, 10, 14 Kelurahan Cibeber mengatakan bahwa sudah memberikan makanan pendamping ASI sebelum anak berusia 6 bulan. Beberapa ibu mengeluhkan tidak memberikan ASI ekslusif karena bekerja. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa masih banyak ibu yang belum paham terkait pemberian ASI ekslusif. Melihat kondisi ini dibutuhkan suatu upaya pengabdian masyarakat berupa pembentukan kelompok pendukung ibu sebagai suatu strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di wilayah RW 08, 10 dan 14 Wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cibeber Cimahi Selatan. Sasaran kegiatan yaitu kader Posyandu dan ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Sebelum dilakukan intervensi ditemukan hanya 30% ibu yang memberikan ASI eksklusif, sebanyak 50% ibu memberikan ASI dicampur susu formula, sisanya hanya memberikan susu formula. Setelah dilakukan intervensi melalui kader pendamping ASI, ibu menyusui yang memberikan ASI eksklusif meningkat menjadi 70%, dan 20% ASI masih dicampur susu formula, sedangkan sisanya sebanyak 10% tidak memberikan ASI. Masih terdapat ibu yang belum 100% memberikan ASI eksklusif, menjadikan kegiatan pengabdian masyarakat ini masih harus dilanjutkan dan dilakukan pemantauan oleh tim pengabdi masyarakat. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kebidanan pada ibu menyusui terutama oleh profesi bidan melalui pendekatan peran serta masyarakat yaitu kader
Implementation of Mother Toddler Classes in Improving Mothers' Attitudes about Toddler Health through Interprofessional Education at Leuwigajah Public Health Center Area Ryka Juaeriah; Dyeri Susanti
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.988 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2383

Abstract

Maternal and Child Health (MCH) is one of Indonesia’s main priorities for health development. Toddlers are one of the populations most at risk of various health problems. Monitoring growth and development and prevention of disease in toddlers is essential to improve the health of toddlers. Using MCH Handbook is one of the strategies for community empowerment, especially for families, to maintain and obtain quality health services. Health services in Indonesia are currently still carried out by a single profession, quality health services can be achieved through collaborative practice. A program for developing an attitude of interprofessional collaboration in the practice of health services is needed. The provision on collaboration can apply from the educational stage through Interprofessional Education (IPE). This community service aims to determine the improvement of mothers' attitudes about the health of children under five after the implementation of IPE at the Integrated Healthcare Center Leuwigajah public health center area (RW 04, 11,13 and 15). This community service was carried out for 4 weeks involving as many as 50 mothers with toddlers, each class consisted of 10 mothers accompanied by facilitators, cadres, midwifery students, and nursing. In the first week before the class started, questionnaires were distributed to the mothers, and in the last week (4th) a questionnaire containing the mothers’ attitudes distributed again. The distribution of counseling materials every week is adjusted to the competence of each accompanied profession by a facilitator. The results of this community service found that before being given counseling materials to the class of mothers under five, most of the mother's knowledge was in the category sufficient (74%), and after being given counseling materials, mother's knowledge increased to a good category (70%). This community service concludes that applying IPE to the class of mothers of children under five can change the attitude of mothers about the health of children under five.
Penyuluhan Keterampilan Teknik Menyusui Menggunakan Video Animasi Pada Ibu yang Memiliki Bayi Usia 0-6 Bulan Dyeri Susanti; Ryka Juaeriah; Yuliana Yuliana; Widya Putriastuti; Yosi Oktri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan Ibu menyusui tergantung keterampilan teknik menyusui ibu kepada bayinya, berdasarkan riset data kesehatan di Indonesia pemberian ASI esklusif di Jawa Barat sebesar 77,0%, data tersebut masih jauh dari pencapaian target 90%. Pada ibu postpartum primipara kejadian putting lecet lebih sering terjai, hal ini menyebabkan ibu enggan untuk menyusui bayinya karena putting terasa lebih sakit saat bayi menyusu, sedangkan hisapan bayi yang baik akan merangsang produksi ASI. Pengetahuan seseorang dapat meningkat dengan memanfaatkan beberapa media salah satunya yaitu media visual animasi, hal ini dapat membantu memperkuat ingatan, mempermudha pemahaman, menarik pehatian, dan mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan. Media audio visual animasi berpengaruh terhadap keterampilan hal ini karena media gambar bergerak lebih mudah untuk dipahami dan proses pembelajaran lebih menarik. Hasil penyuluhan didapatkan sebelum dilakukan penyuluhan keterampilan teknik menyusui (73,3%) 11 orang dengan keterampilan kurang dan keterampilan cukup sebanyak (26,7%) atau 4 orang. Setelah diberikan penyuluhan menggunakan video animasi teknik menyusui keterampilan ibu meningkat menjadi (93,3%) 14 orang menjadi baik dan 1 orang dengan keterampilan cukup. Penyuluhan teknik menyusui. Dengan memanfaatkan video animasi dapat diberikan kepada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan agar lebih terampil dalam menyusui bayi dan sebagai media konseling bagi kader di posyandu.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.”N” G1P0A0 Dengan Pijat Oksitosin Dan Pijat Laktasi Di Pmb “N” Margahayu Kabupaten Bandung Tahun 2022 Nida Amalia Muttaqin; Ryka Juaeriah; Neng Saidah; Sofa Patonah
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 04 (2022): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu ( Agustus-September)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inersia uteri merupakan salah satu jenis kelainan his yang dapat menyebabkan persalinan lama, salah satu penyebab dari inersia uteri adalah rasa takut pada ibu dan rasa cemas ibu pada saat menghadapi persalinan. Asuhan yang diberikan yaitu pijat oksitosin untuk meningkatkan frekuensi his ibu dengan merangsang hormon yang dapat memperbanyak masuknya ion kalsium ke dalam intra sel. Pijat laktasi di berikan untuk membantu menyusui. Pijatan ini dilakukan pada area kepala atau leher untuk meningkatkan hormone prolaktin dan oksitosin. Tujuan studi kasus ini untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.”N” dengan pijat oksitosin dan pijat laktasi di PMB “N”. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus, teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah dengan wawancara, observasi partisipatif, pengukuran dan pendokumentasian SOAP. Asuhan yang diberikan pada kasus ini adalah dengan pijat laktasi yang dilakukan 3 kali dalam satu minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masa persalinan dengan inersia uteri terdapat peningkatan his setelah dilakukan asuhan pijat oksitosin dan pada masa nifas dengan kurangnya pengeluaran ASI terdapat peningkatan setelah diberikan asuhan pijat laktasi. Pijat oksitosin yang diberikan pada ibu dengan inersia uteri terdapat pengaruh peningkatan his saat persalinan dan hasil asuhan pijat laktasi pada masa nifas Ny.N didapatkan peningkatan pengeluaran ASI setelah dilakukan asuhan.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.”S” DENGAN ANEMIA DAN KETIDAKNYAMANAN NYERI PINGGANG PADA TRIMESTER III KEHAMILAN DI PMB “N” KOTA CIMAHI TAHUN 2022 Dini Auliya Azfariska; Karwati; Ryka Juaeriah; Nia Rosmawati
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus anemia ibu hamil di Provinsi Jawa Barat tahun 2019 melebihi angka 80.000 ibu hamil/tahun. Di PMB “N” sebanyak 4 dari 30 ibu hamil mengalami anemia. Kehamilan dengan anemia dapat menyebabkan berbagai risiko seperti: kematian maternal, abortus, partus immature dan prematuritas tinggi. Ibu hamil sering kali mengalami ketidaknyamanan, terutama pada saat memasuki trimester III. Di provinsi Jawa Barat diperkirakan sekitar 65% dari 100% ibu hamil masih mengalami nyeri pinggang. Data di PMB “N” 14 dari 30 ibu hamil mengalami nyeri pinggang. Secara umum nyeri pinggang pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu peningkatan berat badan dan fisiologi tulang belakang, adanya kelengkungan tulang belakang ibu hamil yang meningkat kearah akhir kehamilan dan perubahan postur tubuh. Diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah asuhan berkelanjutan (Continuity of Care). Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan komprehensif dari masa kehamilan hingga kontrasepsi. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus yang menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Sampel yang digunakan sebanyak 1 sampel yaitu Ny.”S” di PMB “N” Kota Cimahi. Hasil penelitian ini diperoleh diagnosis Ny.”S” usia 31 tahun G4P2A1 usia kehamilan 38 minggu 3 hari dengan anemia dan ketidaknyamanan nyeri pinggang. Selama kehamilan Ny.”S” jarang mengkonsumsi sayur dan obat tablet Fe tidak teratur diminum. Setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai makanan gizi seimbang yang mengandung tinggi zat besi dan konsumsi tablet besi selama 2 minggu, anemia pada Ny.”S” dapat teratasi. Pada nyeri pinggang diberikan  asuhan teknik  pengurangan  rasa  nyeri dengan kompres hangat dan senam hamil. Setelah diberikan asuhan selama 2 minggu, nyeri pinggang yang dialami Ny.”S” berkurang dan mengalami penurunan dari skala nyeri No.3 menjadi skala nyeri No.1. Hasil penelitian dapat disimpulkan pentingnya melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif sebagai deteksi dini untuk mengurangi faktor-faktor resiko yang dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, hingga pelayanan kontrasepsi.