Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN Oktoruddin Harun
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat dan berkontribusi terhadap penyakit jantung, stroke dan bahkan kematian. Kasus hipertensi di Indonesia tahun 2016 mencapai 30,9%, di Jawa Barat 31,56%, di Kabupaten Cianjur sebanyak 28.923 kasus dan di Puskesmas Gunungbitung Cianjur periode November 2017 sampai Januari 2018 sebanyak 389 kasus. Salah satu faktor penyebab terjadinya hipertensi adalah pola makan yang kurang baik yang  memegang peran penting meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan  dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Gunungbitung Kabupaten Cianjur tahun 2018.Penelitian ini menggunakan rancangan survei korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 68 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data pola maka diambil dengan FFQ, , dan kejadian hipertensi diukur dengan Sphygmomanometer digital. Hasil data penelitian diolah secara komputerisasi dan dianalisis secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 55,9% responden mengalami hipertensi, sebanyak 95,6% dengan kategori pola makan sering (frekuensi per minggu), dan sebanyak 52,9% mengalami stres sedang.Tidak ada hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi (p 0,516).Dapat disimpulkan  pola makan tidak berhubungan dengan hipertensi. Disarankan kepada Puskesmas dan petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan kepada pasien yang berkunjung berkaitan dengan pola makan. Kata Kunci : hipertensi, pola makan, pasien.
Pengetahuan Lansia Tentang Diabetes Melitus di Panti Werda Cimahi Berdasarkan Pendidikan, Umur, dan Gender Budi Rianto; Oktoruddin Harun; Supiyanto Supiyanto
Health Idea Vol 1, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1305

Abstract

Gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemi karena kelainan kelainan insulin yang disebabkan gangguan kerja dan atau sekresi insulin merupakan penyebab Diabetes pada lansi. Pada umumnya lansia secara alami akan menghadapi beberapa masalah perburukan kondisi kesehatan salah satunya adalah penyakit Diabetes Mellitus. Tujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia berdasarkan karasteristik Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crosstab variabel pengetahuan tentang diabetes melitus dengan karakteristik umur, pendidikan dan jenis kelamin. Jumlah penghuni panti Wredha sebanyak 33 orang, tetapi yang memungkinkkan untuk diminta keterangan berkaitan dengan data yang dibutuhkan hanya 20 orang sehingga reaponden dalam penelitian adalah 20 orang.Hasil penelitian lansia yang umurnya <65 tahun ada 3 orang tahun mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus sebesar 1 orang (50,7%), lansia yang berumur 65-70 ada 4 orang yang mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus 1 orang (25,0%), pengetahuan Lansia yang berumur >70 ada 14 orang yang mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus sebesar 6 orang (42,9%). Berdasarkan data hasil analisis disimpulkan bahwa walaupun umur lansia tinggi tetapi pengetahuan mereka tentang diabetus melitus masih cukup baik. Sehingga disarankan para lansia di Panti Wredha Karista dibuatkan program penyuluhan tentang hidup sehat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes melitus pada lansia.Kata Kunci : Dibetes Melitus, Lansia, karakteristik