Mochamad Ari Fardiansyah
STIKes Budi Luhur Cimahi

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG LIBERALISASI JASA KEPERAWATAN PADA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN KEPERAWATAN DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI Windasari Aliarosa; Muhammad Ari Fardiansyah; Aan Somana
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutual Recognition Arrangement (MRA) dalam jasa keperawatan merupakan salah satu nota pengakuan yang disusun dalam rangkaian Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economy Community/AEC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa keperawatan tentang liberalisasi jasa keperawatan (Nursing Services) pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di institusi pendidikan keperawatan di Kota Bandung dan Cimahi. Adapun hal-hal yang diteliti, meliputi 1) MRA ASEAN pada jasa keperawatan, 2) sumber daya manusia pada pelayanan jasa keperawatan, 3) tata kelola/registrasi pada pelayanan jasa keperawatan, 4) infrastruktur pendukung pada pelayanan jasa keperawatan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang diikuti 455 responden dari 3 institusi pendidikan, di mana analisis data menggunakan SPSS, dan excel dalam mengkalkulasi mean, standar deviasi, dan rentang nilai skala untuk univariat dan Mann-Whitney U untuk meihat perbedaan persepsi antara mahasiswa D3 dan S1 Keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi mahasiswa program sarjana dengan diploma tiga keperawatan tentang liberalisasi jasa keperawatan pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, namun mayoritas mahasiswa memiliki persepsi yang positif tentang liberasi jasa keperawatan pada Masyarakat Ekonomi Asean. Modul pembelajaran tentang Jasa Keperawatan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN telah disusun sebagai hasil luaran penelitian ini. Kata Kunci : mahasiswa keperawatan, MEA, persepsi, nursing services
Konseling Empat Pilar Penanganan Diabetes Melitus Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Mochamad Ari Fardiansyah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Kadar glukosa dalam darah yang tidak terkendali akan mengakibatkan komplikasi dan kematian pada penderita diabetes mellitus (DM). Untuk itu diperlukan Pengelolaan DM yang terdiri dari empat pilar, yaitu edukasi atau penyuluhan, perencanaan makan, intervensi farmakologis dan olahraga. Perawat mempunyai peran penting dalam memberikan konseling empat pilar pada penderita DM. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui pengaruh konseling tentang Empat Pilar terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen quasi non equivalent group design control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 30 pasien DM Tipe II yang terbagi atas kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata kadar gula darah pasien DM pada kelompok intervensi sebelum konseling Empat Pilar yaitu 241,8 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 214,8 dan rata-rata kadar gula darah pasien DM pada kelompok intervensi setelah konseling Empat Pilar yaitu 231,1 sedangkan kelompok kontrol yaitu 217. Ada perbedaan kadar gula darah pasien DM sebelum dan setelah dilakukan konseling Empat Pilar pada kelompok intervensi dengan nilai P (0,000) < α (0.05) dan tidak terdapat perbedaan kadar gula pasien DM sebelum dan sesudah konseling pada kelompok kontrol dengan nilai P (0,092) > α (0.05)  Simpulan terdapat pengaruh konseling tentang empat pilar terhadap penurununan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Saran yaitu Puskesmas Cimareme dapat meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan dalam membantu pasien diabetes mellitus yang memiliki kadar gula darah tinggi dengan memberikan konseling. Kata Kunci : konseling 4 pilar, gula darah, diabetes
HUBUNGAN KEBERADAN PENGAWAS MENELAN OBAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI Mochamad Ari Fardiansyah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2020, 9,9 juta telah didiagnosis dengan tuberkulosis (TB) dan 1,5 juta tidak mendapat pengobatan TB Salah satu dari delapan negara yang memiliki kasus TB ke dua terbanyak di dunia adalah Indonesia. Pada tahun 2021, terdapat 87 pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan dengan angka kesembuhan hampir 55%. Angka tersebut masih di bawah angka kesembuhan objektif program pengendalian TB nasional minimal 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil analisis tentang hubungan keberadaan PMO dengan kepatuhan minum obat pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan. Penelitian ini menggunakan survei analitik Jumlah pasien TB yang telah selesai berobat di Puskesmas Cimahi Selatan antara bulan Januari 2022 sampai Mei tahun 2023 sebanyak 142 orang yang menjadi populasi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa 87% pasien TB Paru di Puskesmas Cimahi Selatan tidak patuh nenium obat TB, sebagian besar reponden 79(90,8%) memiliki PMO hanya sebagian kecil responden (9,2%) dari yang gagal pengobatan TB di Puskesmas Cimahi Selatan tidak memiliki PMO. Selain itu Sebagian besar 79 responden (90,8%) yang tidak patuh meminum obat TB memiliki PMO TB. Dari hasil analisis didapatan p 0,860 > 0,05 maka Ho diterima. Sebagian besar pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan sebesar 91% pasienmemmiliki PMO, tetapi sebagian besar 87% pasien TB Paru di Puskesmas Cimahi Selatan tidak patuh menjalani terapi TB. Maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara keberadaan PMO dengan kepatuhan minum obat TB, dengan nilai p=0,860. Disarankan untuk PMO TB supaya dapat meningkatkan kualitas dengan memahami pengetahuan dan dengan aktif mencari informasi tentang pengobatan pasien TB.Kata kunci: Cross-Sectional, Kepatuhan Minum Obat, Keberadaan PMO, Pasien TB.
HUBUNGAN KECEPATAN ALIRAN DARAH (QB) DENGAN ADEKUASI PADA PASIEN YANG MANJALANI TERAPI HEMODIALISA: The Correlation Between Quick Of Blood (QB) And Hemodialysis Adequacy For Hemodialysis Patient Fardiansyah, M.Ari; Harun, Oktoruddin; Aribowo, Pandith; Rahmadani, Suci
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1950

Abstract

Pendahuluan: Selama hemodialisis darah dari tubuh pasien dialirkan menuju sirkuit darah. Pengaturan kecepatan aliran darah diatur oleh pompa darah sebagai Quick of Blood/Qb. Tujun: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Qb dengan adekuasi hemodialisa pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Metode: Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan 62 orang responden. Qb diobservasi dengan melihat nilai yang tercantum pada mesin dan adekuasi hemodialisis dihitung dengan menggunakan rumus turunan pertama Kt/V dan URR. Hubungan antara Qb dengan adekuasi hemodialisa diuji dengan korelasi dan regresi linier. Hasil: Rata-rata nilai Qb adalah 234,9 mL/menit dengan standar deviasi/SD 25,834. Rata-rata nilai adekuasi hemodialisa yaitu 1,810 dengan SD 0,3212. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara Qb dengan adekuasi hemodialisis (p value = 0,933). Kesimpulan: Kepatenan akses vaskuler, berat badan, komplikasi intradialisis, dan ukuran lumen kateter dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengaturan Qb. Perawat perlu memperhatikan pedoman pengaturan Qb ini untuk mencapai adekuasi hemodialisa yang optimal.
PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG LIBERALISASI JASA KEPERAWATAN PADA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN KEPERAWATAN DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI Aliarosa, Windasari; Fardiansyah, Muhammad Ari; Somana, Aan
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.65

Abstract

Mutual Recognition Arrangement (MRA) dalam jasa keperawatan merupakan salah satu nota pengakuan yang disusun dalam rangkaian Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economy Community/AEC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa keperawatan tentang liberalisasi jasa keperawatan (Nursing Services) pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di institusi pendidikan keperawatan di Kota Bandung dan Cimahi. Adapun hal-hal yang diteliti, meliputi 1) MRA ASEAN pada jasa keperawatan, 2) sumber daya manusia pada pelayanan jasa keperawatan, 3) tata kelola/registrasi pada pelayanan jasa keperawatan, 4) infrastruktur pendukung pada pelayanan jasa keperawatan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang diikuti 455 responden dari 3 institusi pendidikan, di mana analisis data menggunakan SPSS, dan excel dalam mengkalkulasi mean, standar deviasi, dan rentang nilai skala untuk univariat dan Mann-Whitney U untuk meihat perbedaan persepsi antara mahasiswa D3 dan S1 Keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi mahasiswa program sarjana dengan diploma tiga keperawatan tentang liberalisasi jasa keperawatan pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, namun mayoritas mahasiswa memiliki persepsi yang positif tentang liberasi jasa keperawatan pada Masyarakat Ekonomi Asean. Modul pembelajaran tentang Jasa Keperawatan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN telah disusun sebagai hasil luaran penelitian ini. Kata Kunci : mahasiswa keperawatan, MEA, persepsi, nursing services
KONSELING EMPAT PILAR PENANGANAN DIABETES MELITUS TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH Fardiansyah, Mochamad Ari
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v0i0.88

Abstract

Peningkatan Kadar glukosa dalam darah yang tidak terkendali akan mengakibatkan komplikasi dan kematian pada penderita diabetes mellitus (DM). Untuk itu diperlukan Pengelolaan DM yang terdiri dari empat pilar, yaitu edukasi atau penyuluhan, perencanaan makan, intervensi farmakologis dan olahraga. Perawat mempunyai peran penting dalam memberikan konseling empat pilar pada penderita DM. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui pengaruh konseling tentang Empat Pilar terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen quasi non equivalent group design control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 30 pasien DM Tipe II yang terbagi atas kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata kadar gula darah pasien DM pada kelompok intervensi sebelum konseling Empat Pilar yaitu 241,8 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 214,8 dan rata-rata kadar gula darah pasien DM pada kelompok intervensi setelah konseling Empat Pilar yaitu 231,1 sedangkan kelompok kontrol yaitu 217. Ada perbedaan kadar gula darah pasien DM sebelum dan setelah dilakukan konseling Empat Pilar pada kelompok intervensi dengan nilai P (0,000) < α (0.05) dan tidak terdapat perbedaan kadar gula pasien DM sebelum dan sesudah konseling pada kelompok kontrol dengan nilai P (0,092) > α (0.05) Simpulan terdapat pengaruh konseling tentang empat pilar terhadap penurununan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Puskesmas Cimareme dapat meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan dalam membantu pasien diabetes mellitus yang memiliki kadar gula darah tinggi dengan memberikan konseling. Kata Kunci : konseling 4 pilar, gula darah, diabetes
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA Rindiawati, Pungki; Fardiansyah, Mochamad Ari; Astuti, Reini; Enung Masruroh
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i1.268

Abstract

Keterbatasan dalam tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) disebabkan karena adanya pertambahan usia pada lansia, yang ditandai dengan kulit mengendur, rambut putih, gigi ompong, rungu, penglihatan memburuk dan pergerakan yang melambat serta tubuh menjadi tidak proporsional hingga mengakibatkan lansia mengalami ketergantungan kepada orang lain, hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian Activity of Daily living (ADL) dengan kualitas hidup lansia di RW 16 Desa Galanggang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling kepada 54 responden dengan menggunakan kuesioner bathel indeks untuk tingkat kemandirian dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup, data penelitian diperoleh dengan uji korelasi menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara Activity Of Daily Living (ADL) dan kualitas hidup untuk ketiga domain yaitu (kesehatan fisik, psikologis, dan lingkungan) dengan hasil (p<0.05), namun terdapat satu domain yang tidak ada hubungan yaitu domain hubungan social dengan hasil (p>0.05). Pada keempat domain didapatkan hubungan (nilai korelasi) dengan tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) yaitu domain kesehatan fisik (r=0,469), domain psikologis (r=0,441), domain hubungan social (r=0,283), domain lingkungan (0,435). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) dengan kualitas hidup terhadap tiga domain yaitu kesehatan fisik, psikologis, dan lingkungan. Namun, domain fisik memiliki pengaruh paling besar terhadap aktivitas sehari-hari lansia. Kata kunci: Lansia, Tingkat Kemandirian, Kualitas Hidup
HUBUNGAN KEBERADAAN PENGAWAS MENELAN OBAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI Dwi Yulnovianti; Fardiansyah, Mochamad Ari; Karwati
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 16 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v16i1.280

Abstract

Pada tahun 2020, 9,9 juta telah didiagnosis dengan tuberkulosis (TB) dan 1,5 juta tidak mendapat pengobatan TB Salah satu dari delapan negara yang memiliki kasus TB ke dua terbanyak di dunia adalah Indonesia. Pada tahun 2021, terdapat 87 pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan dengan angka kesembuhan hampir 55%. Angka tersebut masih di bawah angka kesembuhan objektif program pengendalian TB nasional minimal 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil analisis tentang hubungan keberadaan PMO dengan kepatuhan minum obat pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan. Penelitian ini menggunakan survei analitik Jumlah pasien TB yang telah selesai berobat di Puskesmas Cimahi Selatan antara bulan Januari 2022 sampai Mei tahun 2023 sebanyak 142 orang yang menjadi populasi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa 87% pasien TB Paru di Puskesmas Cimahi Selatan tidak patuh nenium obat TB, sebagian besar reponden 79(90,8%) memiliki PMO hanya sebagian kecil responden (9,2%) dari yang gagal pengobatan TB di Puskesmas Cimahi Selatan tidak memiliki PMO. Selain itu Sebagian besar 79 responden (90,8%) yang tidak patuh meminum obat TB memiliki PMO TB. Dari hasil analisis didapatan p 0,860 > 0,05 maka Ho diterima. Sebagian besar pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan sebesar 91% pasienmemmiliki PMO, tetapi sebagian besar 87% pasien TB Paru di Puskesmas Cimahi Selatan tidak patuh menjalani terapi TB. Maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara keberadaan PMO dengan kepatuhan minum obat TB, dengan nilai p=0,860. Disarankan untuk PMO TB supaya dapat meningkatkan kualitas dengan memahami pengetahuan dan dengan aktif mencari informasi tentang pengobatan pasien TB.Kata kunci: Cross-Sectional, Kepatuhan Minum Obat, Keberadaan PMO, Pasien TB.
Pengaruh Pemberian Terapi Komplementer Air Rebusan Daun Binahong Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Finda Putri Wulandari; Moch Ari Fardiansyah; Karwati Karwati
Health Idea Vol 2, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2302

Abstract

ABSTRACT Increased blood pressure is one manifestation of the generation of cardiovascular organs in the elderly. Hypertension sufferers must control blood pressure non-pharmacologically by drinking decoction water from binahong leaves. Binahong leaves are useful for preventing narrowing of blood vessels and reducing high blood pressure. The aim of this study is to determine the effect of providing complementary therapy with decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure in the elderly at the Cibeureum health center working area. This study method is a quasi-experiment with a two group pre-test and post-test with control group design. The sample studied was 30 respondents using purposive sampling technique. The results of this study show that there is an effect of giving decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure in the elderly in Cibeureum subdistrict from 15 respondents for the systolic variable with a p-value of 0.000 and for the diastolic variable, the value was 0.002. The systolic and diastolic variables, the p-value is < α (0.05). In conclusion, it can be concluded that there is an effect of providing complementary therapy with decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure significantly in the target area Cibeureum public health center.  Keywords: hypertension; elderly; decoction of binahong leavesABSTRAK Peningkatan tekanan darah merupakan salah satu manifestasi dari generasi organ kardiovaskular pada lansia. Penderita hipertensi harus mengendalikan tekanan darah secara non-farmakologi dengan meminum air rebusan daun binahong. Daun binahong bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi komplementer air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja puskesmas cibeureum. Metode penelitian ini adalah quasi-eksperiment dengan rancangan two group pre and post with control group design. Sampel yang diteliti sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh pemberian air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja puskesmas Cibeureum dari 15 responden pada variabel sistolik nilai p 0,000 dan pada variabel diastolik diperoleh nilai 0,002. Pada variabel sistolik maupun diastolik nilai p < α (0,05). Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi komplementer air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah secara signifikan di wilayah puskesmas Cibeureum. Kata kunci: hipertensi; lansia; rebusan daun binahong
Effectiveness of Rheumatic Exercise in Reducing Joint Pain among the Elderly: A Quasi-experimental Approach Syahla Rahadatul Aisyi; Mochamad Ari Fardiansyah; Deasy Afrieani
Jurnal Keperawatan Olahraga Vol 1 No 01 (2025): Journal of Sports Nursing, Medical, And Health (JSNMH)
Publisher : PT Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/sportnursmedhealth.v1i01.287

Abstract

Introduction: Joint pain is a common complaint among the elderly, primarily due to degenerative changes in the musculoskeletal system. Non-pharmacological interventions, such as rheumatic exercise, have been shown to effectively reduce joint pain. Aims: This study aimed to assess the effect of rheumatic exercise on the joint pain scale among elderly residents at UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia.Methods: A quasi-experimental design was employed using a two-group pre-test–post-test approach. The sample included 30 elderly individuals experiencing joint pain, divided into two groups: 15 participants in the intervention group (rheumatic exercise) and 15 in the control group (elderly exercise). Data were analyzed using paired t-tests and independent sample tests. Results: The average joint pain score in the intervention group decreased from 4.53 to 3.07, while in the control group, it decreased from 5.07 to 3.53. Statistical analysis revealed a significant reduction in joint pain within both groups (p < 0.05); however, no statistically significant difference was found between the two groups (p = 0.756). Conclusion: Both rheumatic and elderly exercise programs were effective in reducing joint pain among older adults. These findings support the implementation of regular exercise programs as non-pharmacological interventions in social care settings. Future research is encouraged to explore additional influencing variables, such as nutritional intake and emotional well-being