Mochamad Ari Fardiansyah
STIKes Budi Luhur Cimahi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konseling Empat Pilar Penanganan Diabetes Melitus Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Mochamad Ari Fardiansyah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Kadar glukosa dalam darah yang tidak terkendali akan mengakibatkan komplikasi dan kematian pada penderita diabetes mellitus (DM). Untuk itu diperlukan Pengelolaan DM yang terdiri dari empat pilar, yaitu edukasi atau penyuluhan, perencanaan makan, intervensi farmakologis dan olahraga. Perawat mempunyai peran penting dalam memberikan konseling empat pilar pada penderita DM. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui pengaruh konseling tentang Empat Pilar terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen quasi non equivalent group design control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 30 pasien DM Tipe II yang terbagi atas kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata kadar gula darah pasien DM pada kelompok intervensi sebelum konseling Empat Pilar yaitu 241,8 sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 214,8 dan rata-rata kadar gula darah pasien DM pada kelompok intervensi setelah konseling Empat Pilar yaitu 231,1 sedangkan kelompok kontrol yaitu 217. Ada perbedaan kadar gula darah pasien DM sebelum dan setelah dilakukan konseling Empat Pilar pada kelompok intervensi dengan nilai P (0,000) < α (0.05) dan tidak terdapat perbedaan kadar gula pasien DM sebelum dan sesudah konseling pada kelompok kontrol dengan nilai P (0,092) > α (0.05)  Simpulan terdapat pengaruh konseling tentang empat pilar terhadap penurununan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Saran yaitu Puskesmas Cimareme dapat meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan dalam membantu pasien diabetes mellitus yang memiliki kadar gula darah tinggi dengan memberikan konseling. Kata Kunci : konseling 4 pilar, gula darah, diabetes
HUBUNGAN KEBERADAN PENGAWAS MENELAN OBAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI Mochamad Ari Fardiansyah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2020, 9,9 juta telah didiagnosis dengan tuberkulosis (TB) dan 1,5 juta tidak mendapat pengobatan TB Salah satu dari delapan negara yang memiliki kasus TB ke dua terbanyak di dunia adalah Indonesia. Pada tahun 2021, terdapat 87 pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan dengan angka kesembuhan hampir 55%. Angka tersebut masih di bawah angka kesembuhan objektif program pengendalian TB nasional minimal 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil analisis tentang hubungan keberadaan PMO dengan kepatuhan minum obat pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan. Penelitian ini menggunakan survei analitik Jumlah pasien TB yang telah selesai berobat di Puskesmas Cimahi Selatan antara bulan Januari 2022 sampai Mei tahun 2023 sebanyak 142 orang yang menjadi populasi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa 87% pasien TB Paru di Puskesmas Cimahi Selatan tidak patuh nenium obat TB, sebagian besar reponden 79(90,8%) memiliki PMO hanya sebagian kecil responden (9,2%) dari yang gagal pengobatan TB di Puskesmas Cimahi Selatan tidak memiliki PMO. Selain itu Sebagian besar 79 responden (90,8%) yang tidak patuh meminum obat TB memiliki PMO TB. Dari hasil analisis didapatan p 0,860 > 0,05 maka Ho diterima. Sebagian besar pasien TB di Puskesmas Cimahi Selatan sebesar 91% pasienmemmiliki PMO, tetapi sebagian besar 87% pasien TB Paru di Puskesmas Cimahi Selatan tidak patuh menjalani terapi TB. Maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara keberadaan PMO dengan kepatuhan minum obat TB, dengan nilai p=0,860. Disarankan untuk PMO TB supaya dapat meningkatkan kualitas dengan memahami pengetahuan dan dengan aktif mencari informasi tentang pengobatan pasien TB.Kata kunci: Cross-Sectional, Kepatuhan Minum Obat, Keberadaan PMO, Pasien TB.