Antony Rabbel Octavianus
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELAKSANAAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DAN MAKANAN YANG LAYAK BAGI NARAPIDANA YANG MENGASUH ANAKNYA SELAMA MENJALANI MASA PIDANANYA (STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KLAS IIA MALANG) Antony Rabbel Octavianus
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2016
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antony Rabbel Octavianus, Eny Harjati, Abdul Madjid Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: Aro.octavianus@gmail.com   ABSTRAK   Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan pemeliharaan kesehatan dan makanan yang layak bagi narapidana yang mengasuh anaknya selama menjalani masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang berdasar pasal 20 ayat 3 dan 4 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis implementasi, kendala dan upaya pelaksanaan pelaksanaan pemeliharaan kesehatan dan makanan yang layak bagi narapidana yang mengasuh anaknya selama menjalani masa pidananya. Jenis Penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini membahas pelaksanaan pemeliharaan kesehatan dan makanan yang layak bagi narapidana yang mengasuh anaknya selama menjalani masa pidananya. Hasil penelitian menyimpulkan pelaksanaannya sudah cukup baik dan dalam menangani kendala yang dihadapi upaya yang dilakukan juga cukup baik meski diperlukan beberapa upaya lebih untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Malang. Kesehatan Narapidana merupakan tanggung jawab Dokter dan Makanan merupakan tanggung jawab Pembinaan Anak Didik. Narapidana yang mengasuh anaknya juga mendapat kelonggraran misalnya boleh membawa makanan tambahan dan susu ke dalam sel dan tidak diwajibkan mengikuti seluruh kegiatan, namun untuk kalori yang dibutuhkan narapidana yang mengasuh anaknya saat ini masih belum tercukupi.