Rima Andriani Sari
FBS Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Speaking English through Good Morning Ball Game: A game for young learners Weni Rahayu; Rima Andriani Sari
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.825 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.370

Abstract

Now English is introduced in elementary school as a local content. Teaching English to elementary school students is not easy because they easily get bored in learning. So, elementary school teacher should be able to find an appropriate way to motivate the students to learn English. One of the appropriate ways to activate elementary school students to speak English is by using a game known as “Good Morning Ball Game”. In this game, the teacher provides three different balls with a sentence will be said by the students. This game can activate the students’ willingness to study. So, the elementary school students do not easily get bored in learning English. AbstrakSekarang bahasa Inggris telah diajarkan di sekolah dasar sebagai salah satu pelajaran muatan lokal. Pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar ini tidaklah mudah karena siswa sekolah dasar cenderung mudah bosan dalam belajar. Untuk itu, guru harus dapat menggunakan cara yang tepat agar siswa dapat termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Salah satu cara yang cocok untuk mengaktifkan siswa sekolah dasar untuk berbicara bahasa Inggris adalah  dengan menggunakan sebuah permainan yang dikenal dengan “Good Morning Ball Game”. Pada permainan ini guru menggunakan tiga buah bola yang berbeda sesuai dengan kalimat yang akan diucapkan siswa. Permainan ini dapat mengaktifasikan keinginan siswa untuk belajar. Jadi, siswa sekolah dasar tidak mudah bosan dalam belajar bahasa Inggris.   Keywords (phrases)/Kata kunci: games, speaking, young learners, English
Using Shaun the Sheep Silent Cartoon Movie as Media in Teaching Speaking a Recount Text at Junior High School Fitri Nengsih; Rima Andriani Sari
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 1 (2012): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.389 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i1.350

Abstract

Artikel ini membahas penggunaan suatu media pengajaran dalam berbicara sebuah recount text dengan menonton kartun Shaun the Sheep yang difokuskan pada siswa kelas II SMP. Kartun Shaun the Sheep menceritakan bagaimana kehidupan sekelompok domba atau biri-biri dengan para sahabat lainnya. Ini dapat dikembangkan menjadi suatu recount text tentang pengalaman, kegiatan dan aktifitas yang dilakukan oleh Shaun dan para sahabatnya. Siswa akan termotivasi dan aktif untuk menyampaikan pendapat mereka, menceritakan kembali dan memberikan kesimpulan dari alur cerita kartun Shaun the Sheep kedalam bentuk recount text. Guru juga akan lebih mudah dalam mengajarkan struktur penulisan recount text tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartun Shaun the Sheep dapat digunakan sebagai media dalam pengajaran berbicara sebuah recount text. Penggunaan suatu media sangat dianjurkan untuk menunjang kelangsungan proses belajar mengajar dan menarik perhatian siswa untuk belajar aktif dan memahami pelajaran dengan mudah.   Kata kunci: Shaun the Sheep, silent cartoon movie, media, speaking, recount text.