Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Reformulasi Pemberian Dana Bantuan Keuangan Partai politik dari APBN dan APBD Reformulation of Financial Assistance Funds of Political Parties Gained from the State Budget and the Local Government Budget Hasbi Assiddiq
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2018
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasbi AssiddiqFakultas Hukum Universitas BrawijayaJl. MT Haryono No.169 Malang, Jawa TimurE-mail: hasbi_assiddiq@rocketmail.com  Abstrak Pemberian bantuan keuangan partai politik bertujuan untuk menjaga indepedensi partaidari penyumbang, sehingga partai politik dapat terhindar dari politik uang saatmemperjuangkan kepentingan rakyat. Pengaturan tentang pemberian bantuankeuangan partai politik, saat ini diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011tentang Partai Politik. Pengaturan tentang pemberian bantuan keuangan telahmengalami beberapa perubahan, khususnya terkait formula dalam menentukan besaranbantuan keuangan kepada partai politik. Formula yang ada saat ini belum dapatmengikuti perkembangan zaman, hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnyajumlah pemilih dalam pemilu sedangkan jumlah anggaran bantuan masih tetap. Olehsebab itu, perlu rasanya dibuat formulasi yang mengatur penentuan besaran pemberianbantuan keuangan kepada partai politik agar dapat memberikan kepastian sebagaibentuk perwujudan keadilan dalam sebuah hukum. Sehingga formulasi ini dapatmengikuti perkembangan baik pertumbuhan jumlah penduduk yang dapat dilihat darinaiknya jumlah pemilih serta pertumbuhan ekonomi yang ada dalam masyarakat.Formulasi ini menggunakan upah minimum dalam menentukan besaran bantuankeuangan persuara kepada partai politik. Salah satu faktor dalam menentukan kenaikanupah minimum adalah inflasi ekonomi dalam suatu negara, sehingga ketika upah minimum ini digunakan dalam menentukan besaran bantuan maka bantuan akanmengalami kenaikan. Formulasi dalam penelitian ini adalah upah minimum dikalikandengan 0,05% (nol koma nol lima persen) dalam menentukan besaran bantuankeuangan persuara kepada partai politik. Selanjutnya hasil tersebut dikalikan denganjumlah suara yang didapat partai politik dalam pemilu sebelumnya.Kata Kunci : Bantuan Keuangan, Partai Politik, Reformulasi, Upah Minimum. Abstract The provision of financial assistance of political parties aims to maintain parties’independence from donors, thus political parties can avoid money politics whilefighting for the interests of the people. Regulation on the provision of financialassistance of political parties is currently regulated in the Law Number 2 Year 2011on Political Parties. The regulation of financial assistance has undergone severalchanges, particularly regarding to the formula for determining the amount of financialassistance to political parties. The current formula is not suitable with the currentconditions as evidenced by the increasing number of voters in the election; neverthelessthe amount of aid budgets is standing. Therefore, it is necessary to create a formulationthat regulates the determination of the amount of financial assistance to politicalparties in order to provide certainty as a form of realization of justice in a law. So that,this formulation can keep up with the growth of population, which can be seen fromthe increase number of voters and the economic growth existing in society. Thisformulation uses the minimum wage in determining the amount of financial aid to apolitical party. One factor in determining minimum wage increases is economicinflation within a country, so when this minimum wage is used in determining theamount of aid, the aid will increase. The formulation in this study is the minimum wagemultiplied by 0.05% (zero point five zero five percent) in determining the amount offinancial aid per voice to political parties. Furthermore, the result is multiplied by thenumber of votes obtained by political parties in the previous election.Keywords: financial aid, political party, reformulation, minimum wage.  
Inovasi Pupuk Cair: Pupuk Limbah Tankos Buah Sawit (PLTBS) dalam Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Tanaman Syafrida Hani; Hasbi Assiddiq; Adrian Bagas; Dodo Wiranda; Sitta Hazzar Eka Romadhon
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i2.2295

Abstract

Utilization of waste from oil palm fruit tanks as the basic material for making liquid fertilizer is an embodiment of love for the environment. Tankos waste which has been scattered into garbage, turns out to have content that is useful for increasing soil fertility. Through the process of burning and mixing with materials in the form of urea, KCl, EM4 and water, which are then fermented to produce liquid fertilizer that has a selling value. The results of the content test for PLTBS liquid fertilizer provide information about the advantages of PLTBS products, which can accelerate plant growth, increase chlorophyll levels and photosynthesis rate, so that leaves become denser and plants are healthier. The content of PLTBS fertilizer solution can also improve soil chemical properties and suppress pest and disease populations, thereby increasing fruit production and plant fertility. When compared to competitors, the price of PLTBS products is very affordable and much cheaper than other liquid fertilizer products. This product also supports going green because it is environmentally friendly and does not contain harmful ingredients. Based on the business feasibility projection, the PLTBS liquid fertilizer product is feasible to run, besides being able to increase income, it can also create jobs.
Budaya Religiusitas di SDIT Mutiara Rahmah Kota Balikpapan Khofifatul Amalia; Elsa Yulianingsih; Hasbi Assiddiq
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (2) Desember 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i2.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk penanaman, berjalannya konsistensi, dan dampak budaya religiusitas di SDIT Mutiara Rahmah Balikpapan. Metode penelitian menggunakan jenis studi kasus dan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data Miles & Huberman reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religiusitas diterapkan melalui rutinitas, seperti shalat dhuha, do’a pagi, murojaah, tahfidz, kelas Al-Qur’an, infaq Jum’at, keteladanan dan Nama tokoh Islam serta peringatan hari besar Islam. Strategi sekolah mencakup tiga pendekatan, kekuatan (peran kepala sekolah), persuasif (hubungan guru dan siswa menciptakan suasana religiusitas) dan redukasi-normatif (kerja sama dengan orang tua). Sejak awal berdiri, sekolah ini bertujuan membentuk generasi muda albaiyatush Sholihah bukan hanya unggul secara akademik. Budaya religiusitas bermanfaat membentuk nilai Ibadah, nilai ruhul jihad, nilai akhlaq/disiplin, dan nilai keteladanan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam penguatan budaya religiusitas di sekolah dasar lainnya.
Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama di SMK Negeri 5 Balikpapan nurul fadhila; Elsa Yulianingsih; Hasbi Assiddiq
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (1) Juni 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i1.45

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 5 Balikpapan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berperan penting dalam internalisasi nilai moderasi melalui tiga tahap: transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Siswa diajarkan untuk menghargai keragaman dan berpartisipasi aktif dalam diskusi keagamaan. Faktor pendukung termasuk keberagaman siswa dan dukungan kebijakan, sementara hambatan meliputi pengaruh negatif media sosial dan kurangnya kesadaran akan pentingnya moderasi. Penelitian ini menekankan pentingnya nilai-nilai moderasi dalam membentuk karakter siswa yang toleran dan bijak.