Aulia Hayuning Astuti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA LEMBAGA PEMASYARAKATAN MENANGANI NARAPIDANA YANG MELAKUKAN PENGANIAYAAN RINGAN ANTAR NARAPIDANA (Studi kasus di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang) Aulia Hayuning Astuti
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, April 2018
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aulia H.A., Dr. Ismail Navianto, SH.,MH., Eny Harjati, SH., MH. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang Email: Auliahayuning11@gmail.com ABSTRAK Penulisan skripsi ini bertujuan untuk meneliti faktor penyebab terjadinya penganiayaan ringan yang di lakukan antar narapidana dan menganalisis upaya Lembaga Pemasyarakatan dalam menanganinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris, dengan menggunakan pendekatan yuridis kriminologi. Kondisi Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang over capacity, artinya lapas ini sudah jauh melebihikapasitas yang seharusnya. Ruang gerak yang dibatasi menyebabkan gesekan emosi narapidana tidak stabil. Dampak dari kelebihan kapasitas dapat memicu terjadinya penganiayaan antar narapidana. Menyikapi fakta-fakta tersebut di atas, maka perlu upaya-upaya yang dilakukan pihak Lembaga Pemasyarakatan untuk mencegah terjadinya tindak penganiayaan yang berkelanjutan. Dimana upaya tersebut di atur dalam UU Nomor 6 Tahun 2013 sedangkan sanksi yang telah diatur jika seseorang melakukan tindak pidana penganiayaan ringan ada pada pasal 352 KUHP. Untuk sekecil apapun masalah penyebab terjadinya penganiayaan harus tetap diproses menurut hukum yang berlaku agar terhindar dari diskresi. Kata Kunci: Lembaga Pemasyarakatan, Narapidana, Tindak Penganiayaan Ringan. ABSTRACT This research is aimed to examine contributing factors of minor torture among inmates and to analyze the efforts of Department of Corrections to deal with it. An empirical juridical method was employed in the research with criminology juridical approach. The Department of Corrections class 1 of Malang was found to be over capacity. The restricted space giving little chance to move around seems to trigger unstable temperament among them, leading to torture happening among inmates. There have to be some efforts done by the Department of Corrections to prevent further torture. The efforts are regulated in Law Number 6 of 2013, while the sanction imposed to those delivering minor torture is regulated in Article 352 of Criminal Code. As long as there is torture among inmates, no matter how minor it is, punishment based on the law has to be imposed to avoid any discretion. Keywords: department of corrections, inmate, minor torture.Â