This Author published in this journals
All Journal Home Ec
Suraidah Hading
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GENDER STANPOINT UNTUK PENELITI FEMINIS PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI Suraidah Hading
HomeEC Vol 8, No 1 NOV (2009)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang penulis perempuan ternyata tidak dikanonisasi, padahal dalam sejarah sastra para penulis telah menyingkirkan karya-karya para pelopor novel perempuan dalam buku sejarah sastra mereka. Tidak diketahui secara pasti alasan mereka mengapa jumlah novel yang sebegitu banyak disingkirkan. Padahal, berdasarkan penelusuran sejarah yang dilakukan Spender (1986) banyak dari karya-karya tersebut yang mendapatkan respon positip baik dari para pembacanya maupun dari kalangan intelektual. Penelitian yang dilakukan oleh Spender membuka tabir dari sebuah realita, atau membongkar harta karun milik perempuan yang terkubur. Penelitian seperti ini sungguh sangat penting untuk melengkapi gap yang telah diciptakan oleh para peneliti terdahulu yang sangat dipengaruhi oleh persepsi yang bias gender.
GENDER STANPOINT UNTUK PENELITI FEMINIS PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI Suraidah Hading
HomeEC Vol 8, No 1 NOV (2009)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang penulis perempuan ternyata tidak dikanonisasi, padahal dalam sejarah sastra para penulis telah menyingkirkan karya-karya para pelopor novel perempuan dalam buku sejarah sastra mereka. Tidak diketahui secara pasti alasan mereka mengapa jumlah novel yang sebegitu banyak disingkirkan. Padahal, berdasarkan penelusuran sejarah yang dilakukan Spender (1986) banyak dari karya-karya tersebut yang mendapatkan respon positip baik dari para pembacanya maupun dari kalangan intelektual. Penelitian yang dilakukan oleh Spender membuka tabir dari sebuah realita, atau membongkar harta karun milik perempuan yang terkubur. Penelitian seperti ini sungguh sangat penting untuk melengkapi gap yang telah diciptakan oleh para peneliti terdahulu yang sangat dipengaruhi oleh persepsi yang bias gender.   Key words: Gender standpoint, peneliti perempuan feminis, peneliti laki-laki feminis
PENDEKATAN KURIKULUM GENDER DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Suraidah Hading
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kurikulum gender multikultural  dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan keterlibatan Depdiknas sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sekolah secara kelembagaan dan terutama guru. Dalam hal ini diperlukan standardisasi kurikulum, syllabus, program KTSP, media seperti buku ajar yang salah satu kriterianya adalah berwawasan gender. Selain itu, guru akan menjadi agen perubahan yang sangat menentukan bagi terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender multikultural. Kesetaraan gender dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan keterlibatan Depdiknas sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sekolah secara kelembagaan dan terutama guru. Dalam hal ini diperlukan standardisasi kurikulum, syllabus, program KTSP, media seperti buku ajar yang salah satu kriterianya adalah berwawasan gender. Selain itu, guru akan menjadi agen perubahan yang sangat menentukan bagi terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender. Menanamkan kesadaran gender melalui pendidikan multikultural diharapkan dapat membentuk manusia yang mampu menjunjung tingi demokrasi, menegakkan keadilan, menghapuskan deskriminasi, menegakkan hak dasar kemanusiaan, nilai keagamaan, multikultural dan keberagaman bangsa Indonesia. Proses peningkatan kualitas pendidikan multikultural tidak membuahkan hasil yang subtantif apabila partisipasi laki-laki dan perempuan tidak menjadi perhatian sejak dini. Upaya harus dilakukan secara sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan meliputi berbagai aspek. “Oleh karena itulah Aktivis Kemitraan Pendidikan Dasar Indonesia Australia atau Indonesia Australia Partnership In Basic Education (IAPBE) berupaya merangkum dan menerbitkan materi pelatihan pendidikan responsif gender. “Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) sudah menjadi isu yang sangat penting dan sudah Menjadi komitmen bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia sehingga seluruh negara menjadi terikat dan harus melaksanakan komitmen tersebut.   Key Words: Kurikulum, Gender, Pendidikan Multikultural