Pendekatan kurikulum gender multikultural dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan keterlibatan Depdiknas sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sekolah secara kelembagaan dan terutama guru. Dalam hal ini diperlukan standardisasi kurikulum, syllabus, program KTSP, media seperti buku ajar yang salah satu kriterianya adalah berwawasan gender. Selain itu, guru akan menjadi agen perubahan yang sangat menentukan bagi terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender multikultural. Kesetaraan gender dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan keterlibatan Depdiknas sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sekolah secara kelembagaan dan terutama guru. Dalam hal ini diperlukan standardisasi kurikulum, syllabus, program KTSP, media seperti buku ajar yang salah satu kriterianya adalah berwawasan gender. Selain itu, guru akan menjadi agen perubahan yang sangat menentukan bagi terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender. Menanamkan kesadaran gender melalui pendidikan multikultural diharapkan dapat membentuk manusia yang mampu menjunjung tingi demokrasi, menegakkan keadilan, menghapuskan deskriminasi, menegakkan hak dasar kemanusiaan, nilai keagamaan, multikultural dan keberagaman bangsa Indonesia. Proses peningkatan kualitas pendidikan multikultural tidak membuahkan hasil yang subtantif apabila partisipasi laki-laki dan perempuan tidak menjadi perhatian sejak dini. Upaya harus dilakukan secara sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan meliputi berbagai aspek. “Oleh karena itulah Aktivis Kemitraan Pendidikan Dasar Indonesia Australia atau Indonesia Australia Partnership In Basic Education (IAPBE) berupaya merangkum dan menerbitkan materi pelatihan pendidikan responsif gender. “Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) sudah menjadi isu yang sangat penting dan sudah Menjadi komitmen bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia sehingga seluruh negara menjadi terikat dan harus melaksanakan komitmen tersebut. Key Words: Kurikulum, Gender, Pendidikan Multikultural