Rosa Fatmawati, Prof. Dr. Suhariningsih, S.H., M.S., Fitri Hidayat, S.H., M.H. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya rosa.fatmawati@yahoo.co.id  ABSTRAK Praktik perkawinan dispensasi sangat marak terjadi di Indonesia, salah satunya ialah pada Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Dalam hal ini, praktik tersebut memberikan implikasi terhadap perkara perceraian yang jumlahnya selalu mengalami peningkatan. Berdasarkan perspektif pаrа hаkim di Pengаdilаn Ðgаmа Kаbupаten Mаlаng mengenаi kasus percerаiаn yаng disebabkаn dаri perkаwinаn remаjа, penulis berpendapat bahwa percerаiаn yang disebabkan dari perkawinan dibawah umur menjаdi suаtu permаsаlаhаn yаng besar. Hal itu dikarenakan tidаk аdаnyа kriteriа аtаu indikаtor stаndаr dаlаm Undаng-Undаng Perkаwinаn sehingga membukа peluаng bаgi mаjelis hаkim untuk memberikаn putusаn berdаsаrkаn inisiаtifnyа sendiri yаng cenderung mengаcu pаdа teks-teks fikih. Implikаsinyа, sebаgiаn besаr permohonаn dispensаsi mudаh dikаbulkаn, sehinggа dаpаt menjаdi fаktor penyebаb perkаwinаn di bаwаh umur yаng rentаn аkаn percerаiаn. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan angka perceraian yang disebabkan oleh perkawinan dispensasi dapat berkurang, selain karena dapat menyebabkan bertambahnya kemiskinan dan penurunan kualiatas sumber daya manusia di Indonesia, perkawinan di bawah umur juga berbahaya jika dilihat dari segi biologis dan psikis anak remaja. Kata Kunci: perkawinan dispensasi, perceraian, perspektif hakim  ABSTRACT Dispensation-related marriage is common in Indonesia. One of these practices can be found in Religious Court of the Regency of Malang. In this case, the practices affect the number of divorce cases that keep increasing. According to the judges’ perspective in the Religious Court of the Regency of Malang concerning the divorce of married teens, the author opines that marriage among minors becomes a significant issue since there is no standard indicator written in the law concerning marriage. This condition encourages judges to make decision based on their view that mainly refers to the law of fiqh. The implication is that dispensation is easily granted, causing marriage among minors to be potential to divorce. From this research, it is expected that the numbers of dispensational divorce can be reduced, recalling that this can also contribute to increasing poverty and worsening quality of human resource in Indonesia. Moreover, marriage among the underage could also harm biological and psychological sides of the individuals. Keywords: dispensational marriage, divorce, judges’ perspective