Irva Octaviani, Prof. Dr. Suhariningsih, SH., SU. , Shinta Puspita Sari, SH., MH. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email : Irvaoctvn@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan mengikat putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan pembatalan pencabutan kekuasaan orang tua, dimana adanya perbedaan tolok ukur hakim terhadap frasa sangat melalaikan kewajiban terhadap anaknya pada pasal 49 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, menyebabkan tidak adanya kepastian hukum, karena setiap hakim memiliki hak untuk dapat melakukan interpretasi hukum dan memberikan pertimbangan sesuai prinsip kepentingan yang terbaik bagi anak. Maka perlulah diteliti kesesuaian dasar pertimbangan yang digunakan oleh hakim pada masing-masing putusannya serta akibat hukum atas dikabulkannya pembatalan pencabutan kekuasaan orang tua tersebut. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan-bahan hukum yang diteliti diperoleh melalui penelusuran kepustakaan yang dianalisis dengan metode interpretasi gramatikal dan interpretasi sistematis. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa putusan Mahkamah Agung ini telah berkekuatan hukum tetap dan mengikat bagi para pihak. Oleh karenanya para pihak harus patuh dan tunduk terhadapnya. Dalam hal ini meskipun setiap hakim berhak memutus perkara menurut keyakinannya dan pembuktian dipersidangan. Namun, pertimbangan utama hakim haruslah berdasarkan prinsip kepentingan yang terbaik bagi anak. Sehingga dalam hal ini akibat dikabulkannya pembatalan pencabutan kekuasaan orang tua tersebut, orang tua mendapatkan kembali kekuasaanya sebagai orang tua melalui suatu putusan pengadilan.  Kata Kunci : Kekuatan Mengikat, Mahkamah Agung, Pembatalan Pencabutan Kekuasaan Orang Tua. ABSTRACT This research is aimed to analyse binding force of Supreme Court Decision that grants the cancellation of revocation of parents’ custody of their child, where there is difference in the phrase ‘neglecting responsibilities to their children in Article 49 Paragraph (1) of Law concerning Marriage. This issue leads to the absence of legal certainty since each judge has his/her right to interpret law and to give consideration for the best interest of the child. It is essential to study the basic relevance among decisions delivered by judges and to study the legal consequence of granting the cancellation. This research was based on normative-juridical method with statute and case approaches. All the research data was obtained from literary studies analysed based on grammatical and systematic interpretations. The research result reveals that the Supreme Court decisions hold permanent legal force and are legally binding for all parties. Therefore, all parties involved must abide by their decisions. Although judges have their right to decide based on their individual interpretation, their consideration should be for the best interest of children. In this case, following the cancellation, the parents got their custody back based on a court decision.  Keywords: Binding Force, Supreme Court, Cancellation of the revocation of parents’ custody of their child