Bryant Aditya Heraldy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STATUS HUKUM RELAWAN NON PEMERINTAH (WHITE HELMETS) DALAM KONFLIK BERSENJATA INTERNASIONAL BERDASARKAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL Bryant Aditya Heraldy
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bryant Aditya Heraldy, IKANINGTYAS, S.H.,LL.M, YASNIAR RACHMAWATI MADJID S.H.,M.H Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang Email : bryantadityah@gmail.com ABSTRAK Dalam hukum humaniter telah diatur hak-hak perorangan/individu sebagai pihak yang dilindungi, contohnya aktivitas kemanusiaan yang dilakukan oleh relawan kemanusiaan. Terdapat relawan kemanusiaan yang bersifa resmi contohnya ICRC dan bersifat non pemerintah. Disini contoh dari relawan kemanusiaan non pemerintah yaitu White Helmets. White Helmets adalah organisasi sukarela yang berfokus pada kemanusiaan yang beroperasi di beberapa daerah di Suriah. Kegiatan mereka meliputi search and rescue (pencarian dan penyelamatan), removal of unexploded weapons (pemindahan senjata yang tidak meledak) dan community services (pelayanan masyarakat). Pada tahun 2019, terjadi peristiwa terbunuhnya relawan kemanusiaan White Helmets dalam konflik bersenjata di Suriah. Relawan yang bernama Anas al-Diab juga merupakan reporter dari Anadolu Agency yang tewas akibat serangan udara Rusia di provinsi Idlib, Suriah barat laut. Ketika itu Anas Al-Diab sedang melakukan kegiatan peliputan di Kota Idlib, tepatnya daerah Khan Seikhoun yang kemudian terjadi penyerangan udara dari Rusia yang tidak hanya menyebabkan Anas Al-Diab tewas, melainkan sekitar 17 warga sipil, termasuk 3 anak-anak yang menjadi korban. Sampai saat ini belum ada aturan yang jelas mengenai perlindungan hukum bagi relawan kemanusiaan non pemerintah dalam menjalankan tugas kemanusiaannya. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Relawan Non Pemerintah, Humaniter Internasional   ABSTRACT Humanitarian law governs the rights of individuals as the parties to be protected such as in humanitarian activities as done by voluntary workers. Volunteers like those working for ICRC are official and some others are under non-government body such as White Helmets. White Helmets is a non-government organisation focusing on humanitarian activities operating in several regions in Syria. Their activities involve search and rescue, removal of unexploded weapons, and community services. Back in 2019, one of the volunteers under this organisation, Anas Al-Diab, was killed in armed conflict in Syria. Anas al-Diab was a reporter working for Anadolu Agency and he was attacked by Russian air strike in the Province of Idlib, the Northwest of Syria. Anas Al-Diab was reporting news in the city of Idlib, specifically from Khan Seikhoun when the air strike hit the region. This air strike also took the life of seventeen civilians and injured three children. To date, there has not been any clear regulation for such voluntary workers under non-government organisation in terms of the details of humanitarian tasks that have to be carried out. Keywords: legal protection, non-government organisation, international humanitarian law