Chusnus Tsuroyya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINDAK PIDANA PERKOSAAN DALAM PERSPEKTIF PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA Chusnus Tsuroyya
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, September 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chusnus Tsuroyya, Bambang Sugiri, Mufatikhatul FarikhahFakultas Hukum Universitas BrawijayaJl. MT. Haryono No. 169, Malang, 65145, Telp. (0341) 566505tchusnus@student.ub.ac.idABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perubahan unsurunsur tindak pidana perkosaaan pada Pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 480 ayat (1) Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan menganalisis perubahan tersebut berdasarkan perspektif pembaharuan hukum pidana. Dalam ketentuan yang ada dalam Pasal 285 KUHP yang menjadi subjek perkosaan adalah laki-laki dan objek perkosaan adalah perempuan. Namun, pasal ini tidak dapat mengakomodir tindak pidana perkosaan yang terjadi pada laki-laki. Sehingga nantinya akan ada kekosongan hukum dalam kasus ini. Namun, dalam ketentuan Pasal 480 ayat (1) RUU KUHP, tindak pidana perkosaan mengalamai perubahan. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Analisis yang digunakan adalah teknik interpretasi gramatikal, interpretasi sistematis dan interpretasi futuristik. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diketahui bahwa telah terjadinya perubahan unsur-unsur pekosaan antara pasal 285 KUHP dengan Pasal 480 ayat (1) RUU KUHP. Perubahan tersebut terletak pada unsur objek, unsur subjek dan unsur bersetubuh yang ada pada masing-masing ketentuan dalam kedua pasal tersebut. Perubahan tersebut tentunya terjadi tidak hanya karena adanya aspek nilai sosio-politik, sosiofilosofi dan sosio kultural tetapi juga karena aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat modern untuk memenuhi tuntutan ideal dan menjawab kenyataan sosial yang mengedepankan gender equality (kesetaraan gender).Kata kunci: Tindak Pidana Perkosaan, Pembaharuan Hukum Pidana, Keadilan Gender. ABSTRACT This research aimed to find out the change in the elements governing rape as a criminal offense as in Article 285 of Criminal Code and Article 480 paragrahph (1) of the Bill of Criminal Code and to analyse the change accord-ing to the perspective of criminal law reform. The provision of Article 285 of Criminal Code implies that the subject and object of the rape is man and woman respectively. However, this article does not regulate the case that takes a man as the victim, which has lest a legal loophole. Article 480 pararaph (1) of Bill of Criminal Code, case on rape has changed. This research was conducted based on normative juridical method, statute approach, and conceptual approach. The data was analysed based on grammatical, systematic, and futuristic interpretation. The change in the elements of the rape case between Article 285 of Criminal Code and Article 480 paragraph (1) of Bill of Criminal Code was found, especially regarding the object, subject, and the element regarding the intercourse in each provision of both articles. This change is certainly not only due to sociopolitical, socio-philosophical, and socio-cultural values, but it is also due to the aspiration that grows within modern societies to meet ideal demand and to accommodate social fact prioritising gender equality.Keywords: Rape as Criminal Offense, Criminal Law Reform, Gender Equality