MIYA NUROHMAH
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Implementasi Corporate Social Responsibility Perum Jasa Tirta I dalam Pemulihan Masalah Eksternalitas Masyarakat Sekitar Bendungan Wonorejo MIYA NUROHMAH
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (3) mengatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam  yang  terkandung  dalam  suatu  negara  dikuasai  oleh  negara  dan  dipergunakan  untuk kemakmuran rakyat pada negara tersebut. Perum Jasa Tirta I sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengelola lima wilayah kerja yang telah diserah terimakan dari pemerintah. Diantara lima wilayah  kerja  tersebut,  wilayah  yang  pertama  diserah  terimakan  adalah  Wilayah  Sungai  (WS) Brantas. Dari WS. Brantas, daerah yang  cukup banyak mendapat perhatian perusahaan adalah Bendungan Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk CSR Perum Jasa Tirta I dan mengetahui hasil dari penerapan PKBL untuk masyarakat di wilayah sekitar Bendungan Wonorejo. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menghasilkan bahwa CSR Perum Jasa Tirta I yang disalurkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), memberikan bantuan kepada masyarakat wilayah sekitar Bendungan Wonorejo dalam menanggulangi eksternalitas yang dirasakan. Eksternalitas negatif yang terjadi diantaranya adalah pembebasan lahan dan relokasi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR pada masa lampau, adanya alih fungsi lahan menjadi penginapan dan rumah makan, berubahnya sistem mata pencaharian masyarakat dari petani menjadi pedagang hingga menjadi tenaga kerja di luar negeri, adanya perubahan sosial dan infrastruktur. Sementara eksternalitas positif diantaranya meningkatnya wawasan masyarakat seitar dan terbuka terhadap budaya luar, infrastruktur lebih baik dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta penyerapan tenaga kerja oleh Perum Jasa Tirta I menjadi karyawan di Bendungan Wonorejo. Hasilnya, program kemitraan memberikan bantuan permodalan dan pelatihan usaha kecil masyarakat sehingga meningkatkan pendapatan. Pada program bina lingkungan, bantuan sarana prasarana ibadah meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam  melaksanakan ibadah,  program  sarana  prasarana umum membangun jalan desa sehingga memudahkan mobilisasi masyarakat, serta bantuan lainya dalam rangka mendukung program-program positif masyarakat. Kata kunci: Corporate Social Responsibility, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Bendungan Wonorejo, eksternalitas.
Model Pemberdayaan UMKM Berbasis Digitalisasi Potensi Lokal dalam Konteks Pembangunan Desa Berkelanjutan Indonesia Miya Nurohmah; Asrida Asrida
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 13 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v13i3.2174

Abstract

This study analyzes Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) model based on local potential to support sustainable rural development through Systematic Literature Review (SLR) using PRISMA method. MSMEs contribute to national economic resilience by creating jobs, increasing income, and strengthening the rural economic structure. However, their development is hindered by limited digital literacy, unequal access to technology, and restricted financial resources. The reviewed literature identifies four essential pillars of an effective empowerment model: (1) value chain development grounded in local resources, (2) penta-helix collaboration among government, academia, industry, communities, and media, (3) institutional strengthening at the village level, and (4) the acceleration of innovation and digital transformation, including the use of artificial intelligence to enhance marketing performance and efficiency. Integrating local potential with digital technology broadens market reach, improves production processes, and enhances progress toward Sustainable Development Goals (SDGs). Successful implementation requires comprehensive policy support, improved digital infrastructure, and enhanced technological skills among MSME actors. This study proposes a conceptual framework to guide stakeholders in designing adaptive empowerment strategies that align with the ongoing digital transition. Further empirical research is recommended to validate the model and explore the broader role of artificial intelligence in reinforcing MSME sustainability in rural contexts.