Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Empati Anak Usia 5-6 Tahun Ani Sumarni; Ari Sofia; Vivi Irzalinda
Jurnal PG-PAUD Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aimed of the study to describe the empathy of children aged 5-6 years. The writer used a descriptive quantitative method. The sample of the study was 41 children aged 5-6 years from Kindergarten in Segala Mider Village of Bandar Lampung which took by using purposive sampling. In collecting data the writer used observation. Analyzing the data was used descriptive analysis. The results showed that most of the children had empathy in the low category (4,46 percent).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan empati anak usia 5-6 tahun. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 41 anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak (TK) Kelurahan Segala Mider Kota Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki empati berada pada kategori rendah (41,46 persen).Kata kunci : anak usia dini, empati. dimensi afeksi.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpa.v6n2.22260
DINAMIKA PSIKOPATOLOGI CONTAMINATION OCD: ANALISIS MEKANISME AVOIDANCE LEARNING DAN EFEKTIVITAS TERAPI EXPOSURE AND RESPONSE PREVENTION (ERP) Ani Sumarni; Larasati Ningrum
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.223

Abstract

Contamination Obsessive-Compulsive Disorder (C-OCD) merupakan subtipe gangguan obsesif-kompulsif yang melumpuhkan, ditandai dengan ketakutan berlebih terhadap kuman dan kotoran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi C-OCD pasca-pandemi dan adanya kegagalan sistem pemrosesan ancaman dalam otak yang memperkuat distorsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah membedah dinamika psikopatologi C-OCD dengan fokus pada mekanisme pembelajaran penghindaran (avoidance learning) serta mengevaluasi efektivitas terapi Exposure and Response Prevention (ERP) dalam memutus rantai penguatan negatif tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data sekunder dikumpulkan dari jurnal ilmiah bereputasi, buku teks psikologi klinis, dan laporan kesehatan mental dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2021–2026). Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dan sintesis teoretis untuk menghubungkan teori pembelajaran perilaku dengan temuan neurosains terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme avoidance learning bertindak sebagai mesin utama yang mempertahankan gejala melalui penguatan negatif; setiap tindakan menghindar menurunkan kecemasan sesaat namun mencegah pemadaman (extinction) ketakutan secara permanen. Dinamika ini diperburuk oleh hiperaktivitas pada orbitofrontal cortex dan rendahnya toleransi terhadap ketidakpastian. Terapi ERP terbukti sebagai standar emas intervensi melalui prinsip inhibitory learning, yang melatih otak menoleransi distres tanpa melakukan ritual kompulsi. Sinergi antara pemahaman mekanisme penghindaran dan penerapan ERP secara konsisten merupakan kunci utama dalam mereorganisasi sirkuit saraf yang hiperaktif dan memulihkan fungsi psikologis penderita C-OCD.