Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pencegahan Penyakit Rabies dengan Pendekatan Lingkungan Ferry Fong; Djap Hadi Susanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v15i39C.878

Abstract

Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Rumah Tangga mengenai Konsumsi Yodium dan Faktor yang Berhubungan di Kelurahan Kelapa Dua Jakarta Barat Djap Hadi Susanto; Melda Suryana; Asep Wahyudin; Sisca Septyani; Yulisa .; Vera .
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v17i45.889

Abstract

AbstrakLatar belakang: Gamgguan akibat kekurangan Yodium (GAKY). Merupakan salah satu masalah nutrisi di Indonesia. Hasil survei konsumsi garam beryodium tingkat rumah tangga secara nasional pada tahun 2003 bara mencapai 73,24% rumah tangga yang mengkonsumsi garam dengan kandungan yodium >30 ppm. Di Jakarta saja, cakupan konsumsi garam yang mengandungcukup yodium hanya sebesar 68,70%. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu rumah tangga dan faktor-faktor yang berhubungan mengenai konsumsi yodium dalam rangka pencegahan penyakit Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi adalah ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Jumlah sampel sebesar 105 orang yang dipilih secara multistage simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dengan bantuan kuesioner. Hasil: Sebaran menurut tingkat pengetahuan sebagian besar adalah rendah (41,0%), sikap baik (43,8%) dan sebagian besar berperilaku kurang (42,9%). Didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu terhadap usia ibu, tingkat pendidikan ibu, sumber informasi, dan aktivitas sosial ibu ibu. Sementara itu didapatkan tidak ada hubungan antara perkerjaan ibu dan pendapatan keluarga terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu. Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku ibu dengan pengetahuan dan sikap perilaku ibu, serta antara sikap ibu terhadap tingkat pengetahuan ibu mengenai konsumsi yodium.Kata kunci : konsumsi yodium, pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu rumah tangga
Pengaruh Lingkungan Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue Eva Sofia Dewiani Elisabeth; Djap Hadi Susanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v15i39E.1107

Abstract

AbstrakLingkungan merupakan agregat dari seluruh kondisi dan pengaruh-pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu organisasi. Salah satu peran lingkungan adalah sebagai reservoir dari berbagai agent dan vektor penyakit. Secara umum lingkungan dibedakan atas lingkungan fisik dan lingkungan non fisik. Lingkungan fisik adalah lingkungan alamiah yang terdapat di sekitar manusia, sedangkan lingkungan non fisik ialah lingkungan yang muncul akibat adanya interaksi antar manusia.Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang sangat erat hubungannya dengan kesehatan lingkungan, sehingga ia disebut juga salah satu penyakit menular yang berbasis lingkungan. Artinya, kejadian dan penularannya dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. Karena itu upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus ditujukan kepada penyehatan lingkungan hidup.Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang cenderung semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Deman berdarah kerap kali menimbulkan Kejadian Luar Biasa dan mengakibatkan kematian yang tidak sedikit setiap tahun di berbagai daerah Indonesia.Kesehatan lingkungan dalam aspek kesehatan lingkungan fisik yang berperan dalam penularan penyakit DBD misalnya pekarangan yang tidak bersih, seperti bak mandi yang jarang dikuras, pot bunga, genangan air di berbagai tempat, ban bekas, batok kelapa, potongan bambu, drum, kaleng-kaleng bekas serta botol-botol yang dapat menampung air dalam jangka waktu yang lama, bak mandi, WC, tempayan, drum air, bak menara (tower air) yang tidak tertutup, sumur gali. Sementara dari lingkungan non fisik antaranya adalah keadaan demografi suatu wilayah (kepadatan, mobilitas, perilaku, adat istiadat, sosial ekonomi penduduk). Biasanya DBD akan menyerang orang-orang yang tinggal di daerah pinggiran, kumuh. Faktor sosial seperti tingkat pendidikan serta ekonomi penduduk turut mempengaruhi perkembangbiakan vektor DBD.Kata kunci : demam berdarah dengue, host, lingkungan
Hubungan antara ASI Eksklusif dengan Kejadian Amenore pada Ibu yang memiliki Bayi di Puskesmas Kelurahan Palmerah II, Jakarta Barat, September 2017 Djap Hadi Susanto; Rio Yansen Cikutra; Andri Nugraha; Dea Mindy Sasmita
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i65.1650

Abstract

Breast Milk provides all the nutrients babies need. The American Academy of Pediatrics recommends exclusive breastfeeding during the first 6 months. Previous studies suggested that exclusive breastfeeding may inhibit the occurrence of ovulation/lactational amenorrhea, thus explains its use as a natural contraceptive within the first 6 months. However, factors associated with lactation amenorrhea are not fully evaluated. The present study aimed to examine the relationship between exclusive breastfeeding and lactational amenorrhea. A cross sectional study was performed at Posyandu in palmerah, West Jakarta in September 2017. Samples of 110 mothers were selected by consecutive method. Data obtained by questionnaires were examined using univariate and bivariate analysis. Out of the studied subjects, 60,9% mothers exclusively breastfed their babies, whereas 73,64% had lactational amenorrhea. The study found that there was a significant relationship between lactational amenorrhea and exclusive breastfeeding (p= 0,000; OR= 53,85; 95% CI= 14,078-205,982. Significant relationships were also found between lactational amenorrhea and maternal age (p=0,014; OR= 5,62; 95% CI= 1,41-22,43), and with maternal education (p=0,149; OR=2,76; 95% CI= 0,696-10,95). However, there is no significant relationship between lactational amenorrhea and maternal working status and parity. The study concludes that exclusive breastfeeding (>6 months) may be used as a natural method of effective family planning to space to the next pregnancy. This study recommends extending breastfeeding until 12 months. Therefore, breast feeding should be encouraged continuously.Keywords: exclusive breastfeeding, lactational, amenorrhea