Radikal bebas adalah suatu senyawa oksigen yang bersifat tidak stabil karena memliki elektron bebas yang tidak berpasangan, sehingga jumlah elektronnya ganjil. Karena sifatnya yang tidak stabil maka radikal bebas selalu berusaha mencari pasangan elektron baru dengan cara mengambil elektron molekul lain yang berdekatan. Radikal bebas yang terlalu banyak dapat menyebabkan stress oksidatif sel. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menghambat atau mencegah kerusakan akibat oksidasi dari senyawa radikal bebas. Tubuh dapat menciptakan antioksidan alami seperti enzim gluthatione, catalase dan superoxydedismutase. Namun karena pembentukan antioksidan alami tidak sebanding maka dibutuhkan asupan antioksidan yang lebih banyak lagi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh lama penyimpanan terhadap aktivitas antioksidan dalam 4 macam jus buah. Pada penelitian kali ini 4 macam buah yang digunakan yaitu ; buah stroberi, jeruk, pisang dan alpukat. Radikal bebas yang biasa digunakan pada sampel pada penelitian antioksidan adalah 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Metode DPPH sering digunakan karena sederhana , cepat dan mudah untuk skrining aktivitas penangkap senyawa radikal bebas. Parameter untuk menginterpretasikan hasil pengujian DPPH adalah IC50 (inhibition concentration). Hasil penelitian menunjukkan IC50 buah stroberi sebesar 31.45 ppm, IC50 buah jeruk sebesar 58.01 ppm, IC50 buah alpukat sebesar 78.83 ppm dan IC50 buah pisang sebesar 92.99 ppm. Penelitian ini menggunakan analisis statistik One Way Anova dan mendapatkan hasil p= 0.992, dikarenakan p > 0.05 maka hasil ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara lama penyimpanan terhadap nilai IC50 dari hari ke 1 sampai ke 4. Dapat disimpulkan bahwa lama waktu penyimpanan tidak berpengaruh secara bermakna terhadap nilai IC50 setiap buah.