Syaiful Hamali
UIN Raden Intan Lampung

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SUMBER AGAMA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS Hamali, Syaiful
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.449

Abstract

Tulisan ini membahas secara konseptual tentang berbagai kebutuhan dasar manusia sebagai sumber kehidupan bagi manusia dalam ranah psikologis. Melalui eksplorasi-psikologis diperoleh fakta bahwa ada berbagai macam kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang dapat dikembangkan guna menunjang hidup dan kehidupannya. Sedangkan melalui pengamatan potensi-diri diperoleh fakta bahwa dalam diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan, termasuk diantaranya adalah potensi untuk percaya pada supernatural (agama). Sinergi antara eksplorasi-psikologis dengan potensi-diri manusia akan membentuk sumber-sumber keyakinan terhadap agama secara psikologis. Karena itu, dalam konteks ini, tanpa adanya wahyu pun sesungguhnya manusia akan mampu mengenal Tuhan. Wahyu hanya berfungsi sebagai pemberitaan dari alam metafisika yang turun kepada manusia untuk menerangkan tentang Tuhan sekaligus kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan manusia terhadap Sang Khalik maupun sesamanya. Singkatnya secara psikologis, siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya. Karena itu manusia wajib mempercayai dan meyakini akan adanya Tuhan serta melaksanakan ajaran-ajaran agama dalam kehidupannya.
EKSISTENSI PSIKOLOGI AGAMA DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Hamali, Syaiful
JURNAL TAPIS Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v8i1.1545

Abstract

AbstrakDalam psikologi agama, kesadaran agama (religious counsciosness) dan pengalaman agama (religious experience)  sangat penting bagi manusia.  Psikologi agama mempelajari dan meneliti pengaruh kepercayaan  terhadap sikap dan tingkah laku atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang. Sedangkan kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem psikophisik dalam  diri individu yang turut menentukan cara-caranya yang khas dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan pisik maupun psikis, yang akhirnya membentuk kelompok  atau   masyarakat.  Dalam Islam, kelompok keagamaan itu dikenal dengan  masyarakat Islam yaitu; kelompok-kelompok manusia  yang hidup berdasarkan keimanan,  sebab iman kepada Allah Swt akan membentuk akhlak yang mulia dan  kesadaran sosial yang tinggi. Selanjutnya akan melahirkan perilaku budaya  dan kontrol sosial  yang baik terhadap kehidupan masyarakat.Kata Kunci : Eksistensi,  Psikologi, Pengembangan  Masyarakat
SIKAP KEAGAMAAN DAN POLA TINGKAH LAKU MASYARAKAT MADANI Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.498

Abstract

Sikap keagamaan merupakan suatu keadaan yang ada dalam diri seorang yang mendorongnya untuk bertingkah laku sesuai dengan bentuk kepercayaannya. Sikap merupakan predisposisi untuk bertindak senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju terhadap objek tertentu berdasarkan komponen kejiwaan; kognisi, afeksi dan konasi. Artinya sikap merupakan interaksi dari komponen-komponen kejiwaan manusia secara kompleks terhadap lingkungannya. Masyarakat madani dibentuk dengan landasan motivasi dan etos keagamaan. masyarakat madani menunjukkan lingkungan masyarakat yang beradab, berbudi luhur, berakhlak mulia, egalitarianisme dan menghargai seseorang berdasarkan prestasi kerja. Dan menegakkan hukum, toleransi, pluralistik, berkeadilan sosial dan menghidupkan demokrasi dalam wadah musyawarah. Masyarakat madani berbeda dengan civil society yang lahir dari konteks sosial masyarakat Barat kontemporer, yaitu dari gerakan perlawanan rakyat guna melepaskan diri dari rezim-rezim penindas dan otoriter serta tidak ada hubungannya dengan akhlak atau budi pekerti luhur dan agama. Intelektual muslm konptemporer berusaha untuk memformulasikan nilai-nilai agama dalam masyarakat madani sebagai landasan operasional dalam bersikap dan bertindak setiap individu dalam kehidupan masyarakat
DAMPAK KONVERSI AGAMA TERHADAP SIKAP DAN TINGKAH LAKU KEAGAMAAN INDIVIDU Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v7i2.503

Abstract

Proses konversi agama melalui perubahan batin yang sangat mendasar dalam hidup manusia. Terjadinya konversi agama secara spontanitas akan merobah pola hidup yang lama kepada pola hidup yang baru. Perubahan paradigma pola hidup itu didorong oleh suatu energi jiwa yang menguasai pusat kejiwaaan dalam diri manusia turut pula mempengaruhi aspek kognitif, aspek afektif/konatif dan aspek psikomotor yang direflesikan melalui motivasi, sikap dan tingkah laku individu. Seiring terjadinya konversi agama pada individu maka munculnya berbagai persepsi baru yang membentuk sikap, motivasi dan tingkah laku keagamaan dalam hidupnya.
KONFLIK DAN KERAGUAN INDIVIDU DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.524

Abstract

Konflik dan keraguan merupakan suatu sikap yang seringkali dialami oleh setiap manusia, walaupun bentuk dan kwalitas konflik dan keraguan itu berbeda pada setiap indvidu. Keadaan ini terjadi berdasarkan fakta yang dialami manusia bahwa seseorang tidak bisa berada pada dua tempat yang berbeda dalam waktu yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa dua persoalan yang bertentangan itu tidak mungkin terjadi pada saat yang bersamaan dalam dua situasi yang berbeda secara stimulan. Agama pada suatu waktu memproklamirkan perdamaian, keselamatan, persatuan dan persaudaraan, namun pada waktu yang lain menampakkan dirinya sebagai sesuatu yang diangap menyebar konflik, bahkan tak jarang seperti dicatat dalam sejarah bahwa konflik dapat menimbulkan keraguan, perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat
ANOMALI SIKAP REMAJA DALAM BERAGAMA Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 9 No 1 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v9i1.1411

Abstract

Anomali sikap keagamaan menunjukkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan sikap keagamaan pada seseorang, terutama penyimpangan-penyimpangan yang bersifat negatif. Dalam perspektif psikologi agama terjadinya anomali sikap keagamaan pada individu disebabkan unsur-unsur luar yang mempengaruhi dan tercampurkan kedalam agama. Sikap keagamaan tidak terlepas dari keberadaan agama yang diyakini oleh seseorang, apabila agama telah terpolakan dalam pemikirannya, maka agama itu dianggap menjadi sesuatu yang benar dan baik.Landasan pembentukan sikap keagamaan adalah konsistensi hubungan antara fungsi-fungsi kejiwaan pada manusia dalam menyakini dan melaksanakan agamanya. Kehidupan masa remaja merupakan masa peralihan yang harus dilalui oleh setiap individu menuju masa dewasa. Secara umum,pada waktu iitu remaja mulai mencari jati-diri, untuk menemukan “Aku” nya. Disamping itu anak muda mulai melakukan introspeksi terhadap diri sendiri dalam melakukan dan mengamalkan agama yang bersifat meniru terhadap orang tua atau lingkungan.
PSIKOLOGI AGAMA : Terapi Agama Terhadap Problematika Psikis Manusia Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v9i2.1412

Abstract

Psikologi agama mempelajari masalah-masalah kejiwaanyang ada sangkut pautnya dengan keyakinan beragamaseseorang. Dimana manusia berupaya menyembuhkangangguan kejiwaannya melalui ajaran-ajaran agama,karena agama menawarkan suatu hubungantranscendental terhadap sesuatu melalui pemujaan danupacara-upacara keagamaan yang memberikan dasaremosional bagi rasa aman dan identitas yang lebih kuat ditengah ketidakpastian, ketidakmungkinan dan kelengkaanyang dialami manusia dalam hidup dan kehidupannya.Psikologi dan agama merupakan dua unsur yang berbeda,namun keduanya saling berhubungan dan mempengaruhimanusia dalam bersikap dan bertingkah laku. Disebabkancara bersikap, berfikir dan tingkah laku seseorang tidakdapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinanyang dimiliknya itu termasuk kedalam konstruksikepribadian.
EKSISTENSI ENERGI SPIRITUAL DALAM KONVERSI AGAMA Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v10i1.1422

Abstract

Energi spiritual dalam konteks konversi agama menunjukkan adanya suatu tenaga yang amat dahsyat dalam diri manusia, yang berusaha mendorong dan menggerakkan jiwa individu dalam menetapkan sistem kepercayaan, sistem upacara keagamaan dan kelompok keagamaan baik dengan cara pindah atau masuk agama lain, maupun mengadakan perubahan terhadap sikap dan tingkah laku keagamaan yang dianutnya. Secara psikologis, timbulnya energi spiritual merupakan kolaborasi antara aspek afektif dengan aspek konatif yang terdapat dalam jiwa seseorang. Selanjutnya hasil kerjasama dari kedua aspek kejiwaan tersebut disalurkan melalui aspek motorik, sebagai pelaksana tingkah laku manusia, seperti gerakan-gerakan jasmani yang dilakukan manusia. Namun tetap berpedoman kepada fungsi kognitif, sebagai penunjuk jalan yang mengendalikan tingkah laku manusia.
ASKETISME DALAM ISLAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 10 No 2 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v10i2.1429

Abstract

Asketisme adalah ajaran-ajaran yang menganjurkan pada umatnya untuk menanamakann nilai-nilai agama dan kepercayaan kepada Tuhan, dengan jalan melakukan latihan-latihan dan praktek-praktek rohaniah dengan cara mengendalikan tubuh dan jiwa Pada tradisi Islam, bahasan asketik bersumber pada konsep zuhud yang lahir dari tradisi tasawuf. Dalam perjalanan spiritual, zuhud merupakan langkah awal bagi orang-orang yang berjuang untuk mendapatkan kesempurnaan dan bermakrifat kepada Allah Swt Dalam persepktif historitas Islam, praktek askestik dalam Islam pada hakekatnya sudah ada sejak Rasululah Saw melakukan aktivitas bertahannust di gua Hira, ketika menerima wahyu pertama. Hal ini merupakan suatu bukti bahwa praktek asketisme dalam Islam sebagai langkah awal lahirnya kehidupan zuhud Sedangkan Zuhud itu berarti tidak merasa bangga atas kemewahan dunia yang telah mereka miliki dan tidak merasa sedih karena kehilangan kemewahan dari dirinya.
KARAKTERISTIK KEBERAGAMAAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 11 No 1 (2016): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v11i1.1438

Abstract

Masa remaja disebut juga dengan masa adoleson dinama terjadinya pematangan fungsi-fungsi psikis dan pisik yang berlangsung secara teratur, yang dikenal sebagai masa terakhir dari perkembangan masa kanak-kanak menuju masa remaja. Pada masa ini anak muda mulai melakukan intropeksi dan merenungkan dirinya sendiri. Akhir perenungan meraka menemukukan “aku”-nya . Kondisi seperti ini remaja mampu menemukan keseimbangan dan keharmonisan atau keselarasan antara sikap dari dalam dan dengan sikap dari luar dirinya. Sehingga anak muda mulai menyenangi, dan menghargai sesuatu yang bersifat historis, dan tradisi dalam kehidupannya.