Handy Winata
Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Lingkar Paha terhadap Kejadian Cedera Tungkai Atas pada Pemain Futsal Jufenthia Ardelia Wairata; Handy Winata; Hartanto Hartanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v26i3.1886

Abstract

Futsal is a highly intense sport that demands good physical ability, in addition to techniques and tactics in players. Exercise makes individuals healthy but may cause injuries. The risk of injury is higher in sports with frequent physical contact with its opponents while competing, like in football or futsal sports. This literature study aimed to evaluate factors that influence thigh injury in futsal. Thighs are the upper part of the limbs that are always related to the incidence of injury, as they vary in size, such as the circumference, length and muscles. Thighs also consist of fatty tissues. Body fat percentage is associated with muscular endurance. Excess fat can limit the flexibility of muscles, thus affect the quality of the movement. Body Mass Index (BMI) which is ideal to minimize the occurrence of overuse musculoskeletal injury and connective tissue disorder is 21-23kg/m2 for any condition. Studies reported that the uninjured group always tends to be more flexible than the injured group. Previous study also reported that the lack of flexibility or muscle rigidity is found to be the risk factor of injury. In addition, the risk of muscle injury increases significantly (up to four times higher) in players who do not heal properly from muscle strength problems. BMI is also one of the factors related to the increased risk of injury to the lower extremities, especially in thigh injuries. Many studies indicate that thigh circumference influence the upper limbs injury in futsal players.
Gambaran Union pada Fraktur dengan Menggunakan Plate and Screw Setelah 2 Bulan di Ciputra Hospital Citra Raya Periode Januari 2018 – Desember 2019 Grace Melania Lianturi; Christian Yonathan; Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2013

Abstract

Union adalah perbaikan fraktur yang tidak sempurna, di mana terbentuk kalus berupa pembungkus yang dikalsifikasi. Pemeriksaan radiologis seperti X-Ray akan menunjukkan garis fraktur yang terlihat, disertai kalus halus di sekitarnya. Terbentuknya jembatan kalus (bridging callus) memprediksi terjadinya union yang sangat akurat. Oleh karena itu, penelitian ini akan meneliti tentang union fraktur setelah 2 bulan, di mana secara teori dikatakan pembentukan kalus mulai terjadi pada minggu ke 4. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sumber data penelitian yang digunakan adalah hasil rekam medik pasien fraktur periode Januari 2018 sampai Desember 2019 di Ciputra Hospital Citra Raya. Besar sampel pasien fraktur yang didapatkan adalah 690 sampel, di mana sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 158 orang. Pasien fraktur yang mengalami union setelah 2 bulan sebanyak 134 orang (84,8%) dan 24 orang (15,2%) yang tidak mengalami union setelah 2 bulan. Lokasi fraktur terbanyak pada penelitian ini adalah fraktur klavikula sebesar 38 (24,1%), sedangkan yang paling sedikit ialah fraktur foot sebanyak 2 orang (1,3%). Hasil penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian yang mendapatkan hasil union 6-8 minggu, 6-12 minggu, serta 7,5 minggu sehingga dapat mengindikasikan bahwa pembentukan kalus mulai terjadi di minggu ke 4.
Variasi Arteri Subscapularis : Studi Literatur Adrian Valentinus; Hartanto; Handy Winata; Santoso Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2395

Abstract

Arteri subscapularis merupakan salah satu arteri yang berlokasi di ekstremitas superior, di sisi posterior dinding toraks. Pembuluh A. subscapularis merupakan cabang besar dari A. axillaris yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke kulit dan otot. Variasi pada A. subscapularis memiliki makna penting karena berbagai operasi ortopedi yang melibatkan bahu. Variasi ini dapat menyebabkan risiko kesalahan dalam operasi, yang dapat mengancam ekstremitas. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan memberikan pemahaman mengenai variasi anatomis A. subscapularis. Metode pencarian jurnal dilakukan pada database jurnal elektronik  PubMed, ScienceDirect, Cochrane, dan Google Scholar. Studi ini menggunakan 12 literatur sebagai dasar penulisan mengenai variasi A. subscapularis. Berbagai variasi A. subscapularis adalah sebagai berikut. A. subscapularis mempercabangkan A. circumflexa humeri anterior et posterior, dan A. thoracica lateralis selain mempercabangkan arteri yang secara klasik, yaitu A.circumflexa scapulae dan A. thoracodorsalis. Selain itu, A. subscapularis yang biasa berasal dari segmen ketiga atau distal A. axillaris juga ditemukan variasinya yang berasal dari segmen kedua A. axillaris atau hasil percabangan dari A.thoracica lateralis.