Mikhael San Putra Wijanarko
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Varisela pada Dewasa, Kehamilan, dan Kondisi Imunokompromais Mikhael San Putra Wijanarko
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1938

Abstract

Varisela merupakan eksantema vesikular yang sangat menular akibat infeksi akut primer eksogen dari virus varisela zoster pada individu yang rentan. Varisela lebih sering menyerang anak-anak dengan usia kurang dari 10 tahun. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui kondisi klinis dan terapi varisela pada dewasa, kehamilan dan kondisi imunokompromais. Pada dewasa, varisela biasanya lebih berat dengan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak, dimana transmisi yang terjadi melalui droplet atau aerosol dari saluran napas. Masa inkubasinya berkisar antara 10-21 hari. Gejala diawali oleh fase prodromal, kemudian terjadi erupsi kulit yang polimorfik dengan progresifitasnya yang cepat. Pemeriksaan penunjang dapat berupa pemeriksaan Tzank smear, polymerase chain reaction, kultur, dan lain-lain. Varisela pada kehamilan akan mengancam kesehatan ibu dan janin, sedangkan pada pasien imunokompromais, morbiditas dan mortalitas akibat varisela meningkat. Pneumonia varisela merupakan komplikasi varisela yang serius pada dewasa. Pengobatan menggunakan antivirus asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi, varicella zoster immunoglobuline, dan terapi antivirus profilaksis, sehingga pengobatan yang tepat dan upaya pencegahan dengan vaksinasi pada kelompok dewasa yang rentan perlu dilakukan.
Gangguan Ginjal pada Pasien HIV Dewasa Mikhael San Putra Wijanarko
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2033

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan agen penyebab dari acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Penggunaan antiretroviral (ARV) yang efektif meningkatkan angka harapan hidup pada pasien HIV. Beberapa jenis penyakit ginjal dapat terbentuk pada pasien HIV dan merupakan salah satu penyakit penyerta. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui gangguan ginjal yang dapat timbul pada pasien HIV dewasa, serta pemeriksaan dan tata laksana yang dapat dilakukan. Risiko gangguan fungsi ginjal akut maupun kronis dapat dimiliki oleh pasien HIV dan kerusakan dapat terjadi pada seluruh bagian dari ginjal. Gangguan fungsi ginjal juga dapat terjadi akibat penggunaan ARV. Beberapa penyakit ginjal yang dapat dapat timbul adalah HIV-associated nephropathy, HIV immune complex kidney disease, penyakit ginjal kronis, hingga end-stage renal disease. Saat  penegakan diagnosis HIV, inisiasi, maupun modifikasi ARV, direkomendasikan untuk melakukan skrining fungsi ginjal secara berkala. Selain tata laksana pada gangguan ginjal yang telah terjadi, dianjurkan juga untuk mengupayakan identifikasi, pemantauan berkala, modifikasi, dan tata laksana pada faktor risiko yang ada.