Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko Prediktor Bakteremia pada Pasien Nekrolisis Epidermal Evidence Based Case Report Shafira Anindya; Parikesit Muhammad; Windy Keumala Budianti
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2240

Abstract

Nekrolisis epidermal (NE) yang terbagi atas Sindrom Stevens-Johnson (SSJ) dan nekrolisis epidermal toksik (NET) merupakan reaksi simpang obat berat dengan mortalitas tinggi. Penyebab kematian terbanyak pada NE adalah sepsis, namun gejala sepsis tidak spesifik pada NE dan hasil kultur darah membutuhkan waktu lama. Oleh karena itu penting mengetahui prediktor yang berpengaruh terhadap peningkatan risiko bakteremia pada pasien dengan NE. Evidence-based case report ini bertujuan mengetahui faktor prediktor terjadinya bakteremia pada pasien NE berdasarkan literatur. Pencarian artikel menggunakan basis data PubMed, Cochrane, dan Scopus yang relevan dengan pertanyaan klinis untuk kemudian ditelaah. Didapatkan dua artikel kohort yang sesuai. Studi Koh dkk. mendapatkan tiga prediktor yang berpengaruh terhadap kejadian bakteremia pada pasien NE; yaitu hemoglobin ≤ 10 g/dL (odds ratio [OR] 2,4; interval kepercayaan [IK] 95% 2,2-2,6), luas epidermolisis ≥ 10% (OR 14,3; IK 95% 13,4-15,2) dan penyakit komorbid kardiovaskular (OR 2,1; IK 95% 2,0-2,3). Studi De Prost dkk. mendapatkan tiga prediktor yaitu usia > 40 tahun (hazard ratio [HR] 2,5; IK 95% 1,35-4,63), leukosit > 10.000/mm3 (HR 1,9; IK 95% 0,96-3,61), serta LPB ≥ 30% (HR 2,5; IK 95% 1,13-5,47). Epidermolisis yang lebih luas merupakan faktor prediktor terjadinya bakteremia pada NE di kedua studi. Faktor risiko lainnya memerlukan penelitian lebih lanjut.