William
Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Antiinflamasi Makrolid pada Pasien Bronkiektasis William
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2355

Abstract

Bronkiektasis merupakan penyakit inflamasi kronik di saluran napas berupa dilatasi menetap dari bronkus. Penyebab bronkiektasis adalah idiopatik (> 60%) dan didapat (< 40%). Bronkiektasis memiliki gejala klinis batuk berdahak kronik disertai sesak napas progresif. Kebanyakan pasien bronkiektasis memiliki kejadian eksaserbasi yang sering. Keadaan eksaserbasi yang semakin sering akan menyebabkan penurunan kualitas hidup, memperburuk gejala bronkiektasis, penurunan fungsi paru, dan meningkatkan mortalitas. Perubahan pada mekanisme pertahanan di paru dan proses inflamasi yang terus menerus akan mempermudah infeksi di bronkus. Oleh karena itu, pengobatan bronkiektasis ditujukan untuk memperbaiki sistem pertahanan paru dan mengurangi inflamasi yang terjadi. Makrolid merupakan antibiotik yang diduga memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi sehingga dapat digunakan untuk pasien bronkiektasis. Beberapa penelitian randomized controlled trial (RCT) telah membuktikan bahwa penggunaan makrolid jangka panjang dapat mengurangi gejala eksaserbasi, memperbaiki fungsi paru, dan mengurangi produksi sputum 24 jam, tetapi meningkatkan resistensi terhadap kuman patogen penyebab infeksi pada bronkiektasis. Penggunaan makrolid jangka panjang sebaiknya mempertimbangkan keuntungan dan risiko seperti efek samping obat, interaksi obat, dosis obat, lama pengobatan, dan risiko munculnya resistensi.