Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tax Avoidance, Tax Incentives and Tax Compliance During the Covid-19 Pandemic: Individual Knowledge Perspectives Supriyati Supriyati; Indah Hapsari
Journal of Accounting and Strategic Finance Vol 4 No 2 (2021): JASF (Journal of Accounting and Strategic Finance)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jasf.v4i2.174

Abstract

The COVID-19 pandemic that occurred in early 2020 caused a decrease in the turnover or income of individual taxpayers. Tax avoidance and tax incentives are considered a strategy by taxpayers to reduce tax payments and manage their funds, especially during this pandemic. The condition of the Taxpayer certainly affects the fulfillment of his tax obligations. On the other hand, taxpayer compliance will have an impact on state revenues. Individual taxpayer perspectives on aspects of accounting and taxation knowledge are important to realize the level of taxpayer compliance. This study also relates the efforts of tax avoidance and government tax incentives as mediating variables. The sample data obtained were 131 individual entrepreneur taxpayers who took advantage of tax incentives in Surabaya and its surroundings. The regression test results showed that accounting and taxation knowledge affect tax avoidance efforts, tax incentives, and taxpayer compliance. The results of the Sobel test show that tax avoidance and tax incentives can mediate the impact of accounting and taxation knowledge on taxpayer compliance. The test results of control variables (gender, education, training, length of business, number of employees, business turnover) showed no effect on taxpayer compliance.
Tax Avoidance dan Nilai Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Publik di Indonesia Indah Hapsari; Supriyati Supriyati; Erida Herlina
Jurnal Akuntansi Vol 11 No 2 (2023): AKUNESA (Januari 2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/akunesa.v11n2.p180-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi penghindaran pajak, serta menguji pengaruh penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan. Faktor penentu penghindaran pajak terdiri dari faktor finansial (CEO Compensation and Financial Distress) dan faktor non finansial (komisaris independen, komite audit, kualitas audit, dan karakter eksekutif. Penelitian ini menggunakan perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia periode 2015- 2019. Melalui dua model persamaan dalam uji regresi linier, diperoleh hasil bahwa kompensasi CEO, komisaris independen, komite audit, dan kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, sedangkan karakter eksekutif dan financial distress berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, sedangkan penghindaran pajak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dimana investor menilai pentingnya kontribusi wajib pajak dalam pembangunan negara.
Kepatuhan Wajib Pajak Restoran Dengan Moderasi Kesadaran dan Sanksi Pajak Indah Hapsari
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. Agustus 2023 [DOAJ dan SINTA Indexed]
Publisher : Program Studi Akuntansi FPEB UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrak.v11i2.50646

Abstract

Abstract. This study aims to examine whether tax knowledge and tax service quality affect restaurant taxpayer compliance, with tax awareness and tax sanctions as moderating variables. Respondents in the study were 100 restaurant taxpayers in Surabaya. Through multiple linear regression test and absolute difference test, it is known that tax knowledge and tax service quality have a significant effect on restaurant taxpayer compliance. Furthermore, the tax awareness variable is able to strengthen the influence between tax knowledge and the quality of tax services on restaurant taxpayer compliance. Meanwhile, tax sanctions can also strengthen the influence between tax knowledge and restaurant taxpayer compliance, but cannot moderate the effect between tax service quality and restaurant taxpayer compliance. This indicates the importance of self-awareness as well as the existence of a punishment factor in motivating taxpayer compliance itself.Keywords. Restaurant taxpayer compliance; Tax Awareness; Tax Sanctions.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pengetahuan pajak dan kualitas pelayanan pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak restoran, dengan kesadaran pajak dan sanksi pajak sebagai variabel moderasi. Responden dalam penelitian adalah 100 wajib pajak restoran yang terdapat di kota Surabaya. Melalui uji regresi linear berganda dan uji selisih mutlak, diketahui bahwa pengetahuan pajak dan kualitas pelayanan pajak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak restoran. Selanjutnya, variabel kesadaran pajak mampu memperkuat pengaruh antara pengetahuan pajak maupun kualitas pelayanan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak restoran. Sementara itu, sanksi pajak juga dapat memperkuat pengaruh antara pengetahuan pajak dengan kepatuhan wajib pajak restoran, namun tidak dapat memoderasi pengaruh antara kualitas pelayanan pajak dengan kepatuhan wajib pajak restoran. Hal ini mengindikasikan betapa pentingnya kesadaran diri sekaligus adanya faktor hukuman di dalam memotivasi kepatuhan wajib pajak itu sendiri.Kata kunci. Kepatuhan wajib pajak restoran; Kesadaran Pajak; Sanksi Pajak.
Nilai Perusahaan dan Pemoderasian Pertumbuhan Perusahaan pada Sektor Barang Konsumsi Non-Cyclical Bursa Efek Indonesia Indah Hapsari
Benchmark Vol 4, No 2: April 2024
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46821/benchmark.v4i2.417

Abstract

Penelitian ini menguji determinan nilai perusahaan dengan pertumbuhan perusahaan sebagai variabel moderasi.Data penelitian termasuk dalam data sekunder, dimana menggunakan sampel perusahaan-perusahaan di sektor barang konsumsi non-cyclical Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018-2021.Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dan uji residual sebagai pengujian variabel moderasi.Adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa kebijakan hutang dan kebijakan deviden berpengaruh terhadap nilai perusahaan.Meski demikian, pertumbuhan perusahaan tidak dapat memoderasi kedua variabel independen tersebut terhadap nilai perusahaan.Hal ini dilatarbelakangi oleh indikasi pertumbuhan perusahaan yang sempat terguncang, terutama pada masa pandemik, sehingga cenderung membuat investor bingung di dalam melepas atau mempertahankan sahamnya.
Penguatan Literasi Perpajakan Generasi Muda Melalui Sosialisasi Berbasis Karang Taruna di Kelurahan Wonorejo, Surabaya Yoga Adi Prayogi; Indah Hapsari; Ruchan Sanusi; Ali Muhdor
Journal of Empowerment Indonesia Vol. 2 No. 1: Juni 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/jei.v2i1.145

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan sosialisasi perpajakan bagi generasi muda di lingkungan karang taruna Wonorejo Indah Timur, Surabaya, serta menelaah nilai tambah program bagi para pihak berkepentingan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Pos Ketua RT 6 RW 8 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya dengan melibatkan 14 peserta yang sedang atau telah menempuh jenjang sekolah menengah atas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui pemaparan materi, pemberian contoh pajak yang dekat dengan kehidupan peserta, dan diskusi interaktif. Data kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bersumber dari laporan kegiatan, materi sosialisasi, dokumentasi, dan daftar hadir. Hasil menunjukkan bahwa forum karang taruna layak digunakan sebagai pintu masuk edukasi fiskal karena bersifat dekat, informal, dan kontekstual. Materi mengenai PPh, PPN, pajak restoran, PBB-P2, dan pajak kendaraan bermotor membantu peserta memahami bahwa pajak tidak hanya terkait pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan konsumsi dan pelayanan publik. Program ini memberi nilai tambah berupa paparan awal literasi pajak, penguatan fungsi edukatif organisasi pemuda, dan model pengabdian yang dapat direplikasi. Namun, program lanjutan tetap memerlukan asesmen awal dan evaluasi hasil yang lebih terukur.