Mahmud Sani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kategori Kepemimpinan Transformatif Perspektif Islam Mahmud Sani
Pena Islam Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 2 (2018): September
Publisher : Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IAI Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.696 KB)

Abstract

Konsep kepemimpinan transformatif diperkenalkan Burns tahun 1978 yang menyatakan bahwa pemimpin transformasional meningkatkan kebutuhan dan motivasi bawahan dan mempromosikan perubahan dramatis dalam individual, grup, dan organisasi. Kategori kepemimpinan transformatif, yakni: a) pengaruh Idealized Influence, b) Inspirational Motivation, c) Individualized Consideration, d) Intelectual Stimulation. Kategori kepemimpinan transformatif perspektif Islam,yaitu: a) Memerankan perilaku yang tinggi dan visioner b) Inspirational Motivation, c) Memiliki kepedulian terhadap anggota (harisun alaihi), d) Intelectual Stimulation (Fathanah)), e) integritas integrity, f) inovation, g) Perhatian dan menghargai kesuksesan bawahan, h) Mengidentifikasi dirinya sebagai alat perubahan (al-Mughayyiru), i) Pemberani (as-Saja’ah), j) Kepercayaan terhadap apa yang diperjuangkan (tsiqah), k) Mempercayai orang lain, l) Mereka motor penggerak nilai (al-Muharriku ‘ala al-Khoir), m) Toleransi (at-Tasammuh), n) Moderat (at-Tawassuth), dan o) Pembelajar sepanjang masa (al-Muta’allim fi Kulli Hayatihi).
Strategi Membangun Kepercayaan Masyarakat pada Pendidikan Dasar Islam Mahmud Sani
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2018): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dasar Islam (madrasah) yang dirintis oleh Para Wali dalam paparan hitoris terlihat sebagai pendidikan yang konservatif dan jauh dari sentuhan-sentuhan kemajuan. Kondisi tersebut secara alamiah membangun image bahwa pendidikan dasar Islam identik dengan pendidikan yang terbelakang (marginal) yang hanya dikonsumsi oleh rakyat kecil (grassroot). Kondisi demikian, menjadikan Lembaga Pendidikan Dasar Islam tidak dipercaya oleh masyarakat. Strategi membangun kepercayaan masyarakat pada pendidikan dasar Islam dapat dilakukan, antara lain: a) Kejujuran, b) Kualitas pelayanan yang baik, c) Pemimpin yang dipercaya masyarakat, d) Pengembangan sumber daya manusia, dan e) Pameran pendidikan.