This Author published in this journals
All Journal Avatara
YOHANES HANAN PAMUNGKAS
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

NASIONALISME DALAM LAGU IWAN FALS TAHUN 1979 – 1985 (ANALISIS SEMIOTIKA) ALMA NENDA NUGRAHA, SITIE; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNasionalisme ialah sebuah wujud cinta terhadap bangsanya. Salah satu musisi Indonesia yang berjuang menumbuhkan rasa nasionalisme pada rakyat Indonesia ialah Iwan Fals melalui lagu ? lagu ciptaannya. Iwan Fals dikenal sebagai musisi legendaris dengan lagunya bertema kritikan sosial yang banyak diciptakan namun, Iwan Fals juga menciptakan lagu bertema nasionalisme meskipun tidak banyak. Ada beberapa lagu bertema nasionalisme yang diciptakan dan pertama kali pada tahun 1980. Gaya bahasa yang unik dan berbeda dari lagu bertema nasionalisme pada umumnya sehingga, menarik untuk diteliti. Permasalahan yang didapat ialah 1) Bagaimana simbol nasionalisme dalam lagu Iwan Fals tahun 1979 ? 1985 ? 2) Bagaimana perubahan represantasi simbolis nasionalisme dalam lagu karya Iwan Fals 1979 - 1985?Teori Semiotika merupakan metode yang digunakan oleh peneliti dalam mencari tanda nasionalisme pada lirik lagu Iwan Fals. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda. Tanda yang dimaksud ialah tanda tentang sesuatu yang dapat diciptakan dan direka sebagai penyimpanan informasi yang memiliki sebuah makna tertentu, dengan beberapa sistem. Bedasarkan pengkajian yang dilakukan melalui lagu bertema nasionalisme milik Iwan Fals, terbukti beberapa peristiwa seperti moderninasi tahun 1979 - 1980 pernah terjadi dan memepengaruhi keadaan sosial, budaya juga moral. Banyak kejadian seperti kemiskinan hingga perubahan lingkungan sebagai dampak modernisasi yang terjadi. Selain, mengetahui peristiwa yang pernah terjadi sebagai tanda dalam lagu, peneliti juga mengetahui gaya bahasa yang dipergunakan oleh Iwan Fals dalam lagunya bertema nasionalisme. Harapan dan kesadaran akan pentingnya menumbuhkan rasa nasionalisme sangat jelas dibutuhkan untuk mempertahankan persatuan suatu bangsa.Kata Kunci : Nasionalisme, Lagu , Semiotika, Iwan Fals
MEROSOTNYA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM PEDESAAN KABUPATEN LAMONGAN PADA TAHUN 1994-2017 Ashfiak, Ahmad; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1994 angkutan pedesaan di Kabupaten Lamongan sudah memiliki trayek tetap sebanyak 11 trayek angkutan pedesaan di Lamongan yang diakui oleh pemerintah. Dengan adanya penetapan trayek tersebut, aktivitas masyarakat sehari-hari bisa lebih ringan karena akses angkutan pedesaan semakin tersebar luas di Kabupaten Lamongan, Selain itu angkutan umum pedesaan juga dapat menambah lapangan pekerjaan.karena masyarakat di Kabupaten Lamongan bisa menjadi sopir dari angkutan pedesaan yang memiliki trayek tetap tersebut. Sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Lamongan. Namun hal terebut tidak bertahan lama, setelah munculnya sepeda motor di Kabupaten Lamongan permasalahan pada angkutan umum pedesaan mulai muncul. Permasalahan tersebut yaitu merosotnya jumlah angkutan umum pedesaan di Kabupaten Lamongan. Masyarakat yang tadinya menggunakan angkutan umum pedesaan sebagai transportasi, beralih pada sepeda motor. Sepeda motor dianggap lebih efektif dan efisien untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan angkutan umum pedesaanRumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana Peranan Sarana Transportasi Angkutan Umum Pedesaan di Kabupaten Lamongan pada tahun 1994-2017? (2) Bagaimana pengaruh sepeda motor terhadap Transportasi Angkutan umum pedesaan di Kabupaten Lamongan? (3) Mengapa Transportasi Angkutan Umum pedesaan di Kabupaten Lamongan mengalami penurunan di Tahun 1994-2017? Permasalahan-Permasalahan tersebut diberikan penjelasan dengan melakukan analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan melalui tahapan metode penelitian sejarah. Tahapan metode penelitian sejarah yang dilakukan meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Transportasi angkutan umum pedesaan di Kabupaten Lamongan mengalami penurunan di Tahun 1994-2017 karena masyarakat Lamongan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari salah satunya adalah sepeda motor. Bagi masyarakat Lamongan sepeda motor dianggap sebagai kendaraan yang lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan angkutan umum pedesaan yang ada di Kabupaten Lamongan.Kata Kunci: Transportasi, Angkutan Umum Pedesaan, Kabupaten Lamongan
ARSITEKTUR KOLONIAL GAYA EMPIRE STYLE DI KOTA SURABAYA TAHUN 1900-1942 ALIM SAIFULLOH, YOBPY; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang gaya arsitektur kolonial abad 19 sampai tahun 1900 sering disebut sebagai gaya arsitektur Empire Style. Di Hindia-Belanda gaya tersebut diterjemahkan secara bebas sesuai dengan keadaan. Dari hasil penyesuaian ini terbentuklah gaya yang bercitra kolonial yang disesuaikan dengan lingkungan serta iklim dan tersedianya material pada waktu itu. Gaya Empire Style tersebut tidak saja diterapkan pada rumah tempat tinggal tetapi juga pada bangunan umum lain seperti gedung-gedung pemerintahan, rumah sakit, pertokoan dan lainnya. Bahkan gaya Indis tersebut kemudian meluas sampai pada semua lapisan masyarakat dikurun waktu tahun 1900-1940-an.Permasalahan yang terjadi di arsitektur kolonial gaya Empire Style ini maka dapat ditarik beberapa rumusan masalah, antara lain : 1. Bagaimana perkembangan arsitektur kolonial gaya Empire Style di kota Surabaya pada tahun 1900-1942 ?, 2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi arsitektur kolonial gaya Empire Style di kota Surabaya pada tahun 1900-1942 ?. Penelitian ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat bagi kalangan pendidikan maupun masyarakat luas dalam pemahaman tentang arsitektur kolonial gaya Empire Style di kota Surabaya , untuk mengetahui perkembangan arsitektur gaya Empire Style di kota Surabaya, dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan arsitektur kolonial gaya Empire Style di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah merupakan seperangkat prosedur, alat atau piranti yang digunakan (sejarawan) dalam tugas meneliti dan menyusun sejarah. Ada empat tahapan yang harus dilakukan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Bangunan bergaya Empire Style di kota Surabaya dipegaruhi oleh faktor waktu (Temporal), faktor fungsi dan faktor ruang (Spasial). Faktor waktu adalah faktor perkembangan zaman menurut spase waktu, sedangkan faktor fungsi adalah fungsi dari setiap bangunan tersebut yang berbeda beda menyebabkan tipe gaya Empire Style di setiap bangunan berbeda beda. Faktor ruang adalah faktor dimana tempat bangunan tersebut dibangun seperti di tepi sungai, tepi pantai atau tengah kota.Kata Kunci : Arsitektur, Empire Style, Kolonial, Surabaya
DAGELAN POLITIK GUS DUR TAHUN 1999-2001 SYARIF HIDAYATULLOH, NANDA; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dagelan adalah humor yang melelehkan bukan melecehkan kebekuan, kekakuan, kesakralan. Jangan menerima dengan logika lurus yang biasa. Secara umum dagelan digunakan untuk menghibur seseorang, namun Gus Dur menggunakan dagelan untuk komunikasi politik di dalam dunia perpolitikkan. Wacana dagelan-dagelan politik Gus Dur tidak dapat dilepaskan dari berbagai peristiwa politik yang menjadi realita politik dan juga Gus Dur yang membawa suasana perubahan politik di Indonesia tahun 1999-2001. Dalam hal ini penulis bermaksud untuk mengambil penelitian terkait komunikasi politik melalui dagelan dan konteks wacana dagelan politik Gus Dur serta dagelan Gus Dur dalam membawa suasana perubahan politik. Penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana komunikasi politik Gus Dur melalui dagelan pada tahun 1999-2001? (2) Bagaimana wacana dagelan politik Gus Dur dalam konteks peristiwa politik dan pengaruh dagelan dalam perubahan politik tahun 1999-2001? Metode penelitian ini adalah metode sejarah dengan langkah-langkah (1) Heuristik; (2) Kritik; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Kebiasaan Gus Dur yang membuat pernyataan secara nyeleneh baik dalam acara formal maupun informal dengan komunikasi politik melalui dagelan dalam menanggapi peristiwa politik yang terjadi di Indonesia. (2)Wacana dagelan politik merupakan jargon yang dipakai Gus Dur dalam perpolitikkan di Indonesia pada tahun 1999-2001. Dari wacana-wacana dagelan politik tersebut digunakan oleh Gus Dur untuk meredam peristiwa yang terjadi di Indonesia. Selain itu juga sebenarnya wacana dagelan politik Gus Dur mengandung makna yang menginspirasi bagi setiap orang untuk berfikir secara logis jika orang mampu untuk memahaminya. Selain itu wacana dagelan politik Gus Dur mengundang berbagai konflik yang sering membawa Gus Dur ke masalah-masalah politik. Namun Gus Dur sering menanggapinya dengan santai. (3)Wacana dagelan politik Gus Dur mencairkan situasi politik era reformasi ke arah kebebasan. Kebebasan juga mengarah kepada kebebesan pers yang tidak lagi dibatasi oleh pemerintahan. Wacana dagelan politik juga membawa Gus Dur ke dalam masalah-masalah politik yang dilakukan oleh musuh-musuh politiknya yang sebelumnya mendukungnya untuk menjadi presiden dan pada akhirnya juga yang melengserkan Gus Dur dari kursi kepresidenan. Kata Kunci: Dagelan, Komunikasi Politik, Perubahan politik.
PERKEMBANGAN PARIWISATA ZIARAH DI MAKAM ASTA TINGGI SUMENEP DARI TAHUN 2006-2016 SARI, YANUARITA; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan suatu keseluruhan elemen-elemen terkait yang memiliki banyak sekali keragaman, baik dari segi adat, budaya, agama, suku dan bahasa, kebudayaan dan peninggalan sejarah. Penelitian ini menarik karena akan di bahas mengenai perkembangan parawisata di Makam Asta Tinggi Sumenep yang dilihat perkembangannya dari tahun 2006-2016. Perkembangan ini meliputi perkembangan tempat bangunannya, perkembangan wisatawan dan perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Menganalisis perkembangan wisata keagamaan yang tersohor di Sumenep merupakan suatu kesinambungan dengan pengaruhnya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang hidup dan tinggal di sekitar wisata Makam Asta Tinggi Sumenep. Dalam penelitian ini juga kita akan mengetahui bahwa tradisi berziarah itu masih dilakukan oleh para masyarakat yang memang mereka melakukan ziarah itu karena memang dari turunan mereka.Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu tentang perkembangan parawisata di makam Asta Tinggi Sumenep dari tahun 2006-2016 dan pengaruh wisata Makam Asta Tinggi Sumenep terhadap sektor sosial ekonomi masyarakat sekitar makam dari rumusan masalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam tentang Makam Asta Tinggi Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang diantaranya terdiri dari 4 tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Pengumpulan sumber atau heuristik dilakukan dengan mengumpulkan sumber primer yaitu data pariwisata dan wawancara narasumber di lokasi penelitian. Kritik sumber dilakukan untuk menguji kebenaran dan keabsahan sumber-sumber yang telah diperoleh. Kemudian interpretasi dilakukan untuk menganalisis data-data yang diperoleh guna menjawab rumusan masalah. Serta tahap terakhir yaitu historiografi yang merupakan tahapan penulisan sejarah berdasarkan hasil interpretasi.Selanjutnya, dapat disimpulkan bahwasanya pariwisata di Sumenep terutama Makam Asta Tinggi Sumenep ini dapat berkembang dan makin dikenal masyarakat luas ini juga karna berbagai faktor yang pertama adalah faktor transportasi yang semakin gampang untuk dilewati seperti adanya suramadu , faktor lain juga karna adanya sosial media yang semakin maju sehingga masyarakat luar tahu tentang asta tinggi dan mengunjunginya. Perkembangan Makam Asta Tingi tidak hanya berpengaruh pada pariwisata sumenep saja, tetapi juga membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat, utamanya sektor ekonomi. Selain sektor ekonomi, keberadaan wisata Asta Tinggi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Terjadinya interaksi antar pedagang dan wisatawan menyebabkan pertukaran budaya dan menimbulkan perubahan tingkah laku sosial masyarakatnya, salah satunya keterbukaan masyarakatnya dalam berkomunikasi denga masyarakat luar daerah.Kata Kunci : Wisata Ziarah, Asta Tinggi, Sumenep