Agustina Ari Handayani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Terapi Relaksasi dan Aromaterapi Terhadap Penurunan Tingkat Stres Penderita Hipertensi di Puskesmas Purwodadi I Kabupaten Grobogan Agustina Ari Handayani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.313 KB)

Abstract

Latar Belakang - Stres menjadi faktor risiko peningkatan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saat ini penderita hipertensi belum memanfaatkan terapi relaksasi dan aromaterapi untuk menurunkan tingkat stres. Pemberian terapi yang tepat dapat menurunkan tingkat stres pada penderita hipertensi. Komplikasi akibat hipertensi dapat dicegah ataupun dikurangi. Tujuan-Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi dan aromaterapi terhadap penurunan stres penderita hipertensi. Metode - Penelitian bersifat eksperimen kuantitatif, menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan proportionate stratified random sampling (sampling random bertingkat dengan jumlah ulangan sama dalam tiap blok), terdapat tiga tingkat kelompok/blok stres (ringan, sedang, berat), masing-masing kelompok diintervensi dengan tiga perlakuan (relaksasi, aromaterapi, relaksasi dan aromaterapi), tiap perlakuan terdiri dari 6 orang. lntervensi tiap perlakuan dilaksanakan sekali. Setelah intervensi dilihat hasilnya. Sampel yang dipergunakan adalah 54 orang, karakteristik usia 30-54 tahun, menderita hipertensi, melakukan kunjungan ke Puskesmas Purwodadi I. Tingkat stres penderita hipertensi: ringan, sedang berat diukur dengan Wafwick-Edinburgh Mental Wellbeing Scale. Laju penurunan tingkat stres diukur dengan modifikasi VAS (Visual Analog Scale). Penurunan stres 0-1:kurang, 2-3: cukup, 4: baik. Aromaterapi yang dipergunakan secara topikal adalah Essential oil lavender yang dipergunakan pada tiap penderita sebanyak 1,25 ml. Hasil - Analisa hasil penelitian menggunakan Anova, nilai Fhit>Ftab, F hit 630,75 atau level sig 0,002 < 0,05. Uji dilanjutkan dengan DMRT (P<0.05) memperlihatkan efektivitas tiap terapi berbeda nyata. Terapi relaksasi menurunkan tingkat Stres sebesar 0,16 (kurang). Terapi aromaterapi menurunkan tingkat stres sebesar 0,83 (kurang). Terapi gabungan (relaksasi dan aromaterapi) sangat efektif menurunkan tingkat streS sebesar 3,8. Diskusi - Efektivitas terapi arom6terapi dan relaksasi selain dipengaruhi oleh tingkat stres, dipengaruhi pula oleh respon stres, usia, sex, kemampuan koping. Penelitian yang akan datang dapat menggunakan perbedaan dosis essential oil pada tiap tingkatan penderita stres dan melakukan intervensi dalam jangka waktu yang berjenjang. Kata Kunci - Aromaterapi, Lavender, Relaksasi, Tingkat Stres, Hipertensi
PERBANDINGAN TEKNIK DEMONSTRASI DAN DISKUSI TENTANG PENGGUNAAN MINYAK ESSENSIAL SAAT MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT KESEDIAAN PEMAKAIAN PADA MAHASISWI KEPERAWATAN STIKES AN NUR Agustina Ari Handayani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.938 KB)

Abstract

Latar Belakang saat ini, penggunaan herbal dalam dunia keperawatan menjadi topik perbincangan yang cukup hangat. Pemahaman yang lebih dalam tentang herbal di kalangan mahasiswa keperawatan akan menjadi dasar dalam mengembangkan proses ―caring‖. Bagian herbal yang praktis sebagai terapi adalah minyak esensial, bagian ini didapat dengan mengekstrak tumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan teknik demonstrasi dan diskusi tentang penggunaan minyak essensial saat menstruasi terhadap tingkat kesediaan pemakaian pada mahasiswi keperawatan STIKES AN NUR.Metode penelitian quasi eksperimen dilakukan pada mahasiswi tingkat 2 dan tingkat 3 program studi strata satu keperawatan, pengambilan sampel secara accidental sampling, responden yang bersedia dan menjadi sampel sebanyak 18 orang, kelompok 1 terdiri dari 9 orang menerima perlakuan dengan teknik demonstrasi, kelompok 2 terdiri dari 9 orang menerima perlakuan dengan teknik diskusi. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji non paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil berdasarkan pengamatan pada kelompok perlakuan dengan diskusi terdapat 3 orang yang belum bersedia menggunakan, kelompok perlakuan dengan demonstrasi terdapat 1 orang yang belum bersedia. Hasil analisa dengan non paired t test memperlihatkan adanya perbedaan tingkat kesediaan pemakaian pada kelompok intervensi diskusi dan demonstrasi dengan nilai p value 0,029 < 0.05.Kesimpulan teknik demonstrasi memberikan tingkat kebersediaan lebih tinggi dalam pemakaian minyak essensial dibandingkan teknik diskusi.Saran: Peningkatan pengetahuan tentang penggunaan minyak essensial selama periode menstruasi harus dilakukan agar mahasiswa mampu mengaplikasikan pada diri dan klien.