Ali Maksum, Umi Hani
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE PEMBINAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR'AN DENGAN MEDIA KARTU KWARTET TAJWID Ali Maksum, Umi Hani
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baca tulis Al-Qur’an adalah salah satu materi yang terdapat dalam mata pelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) dan diajarkan dari jenjang sekolah dasar sampai jenjangmenengah atas. Cakupan materi dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)terdiri dari 5 unsur pokok, yaitu: Al-Qur’an, keimanan atau aqidah, akhlak, fikih danbimbingan ibadah, serta tarikh atau sejarah Islam. Isi dari materi Al-Qur’an adalah ayatayatA-Qur’an beserta terjemahnya dan ilmu tajwid. Faktanya ketika peserta didikduduk di sekolah menengah atas mereka belum menguasai tata cara merangkai hurufhijaiyah. Dari segi bacaan Al-Qur’annya pun tidak menguasai ilmu tajwid baik dalamteori maupun praktik. Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca dan menulis AlQur’an,tidak cukup hanya dengan mengandalkan 2 jam pelajaran dari mata pelajaranpendidikan agama Islam (PAI) saja. Harus ada pembelajaran diluar jam pelajaran formalagar guru lebih leluasa dalam pembelajarannya. Selain itu harus ditunjang juga denganmedia yang sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik. Salah satu media yang dapatdigunakan dalam pembelajaran tajwid adalah kartu kwartet tajwid, kartu kwartet tajwidini adalah hasil modifikasi dari kartu kwartet mainan anak-anak. Satu set kartu kwartettajwid terdiri dari 32 buah kartu, didalamnya terdapat 8 himpunan kartu yang berisicontoh-contoh bacaan hukum nun sukun atau tanwin dan mim sukun. Satu himpunan kartu terdiri dari 4 buah kartu.Dengan digunakannya kartu kwartet tajwid kemampuan peserta didik dalam membacadan menulisAl-Qur’an meningkat, proses belajar dan mengajar pun terasa lebihmenyenangkan. Selain itu banyak manfaat yang dapat diambil dari permainan kartukwartet tajwid ini, yaitu:1) melatih konsentrasi dan ingatan, 2) mengasah kemampuanbersosialisasi, 3) menjalin kedekatan, 4) belajar mematuhi aturan, 5) belajar sportif, 6) mengasah kemampuan kognitif, 7) menambah wawasan.
ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Ali Maksum, Umi Hani
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Active learning adalah suatu pembelajaran yang mengajak siwa/mahasiswa untuk belajar secara aktif. Ketika mereka belajar secara aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata. Dengan belajar aktif ini, siswa/mahasiswa diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran. Dengan cara ini biasanya siswa/mahasiswa akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Active learning sangat diperlukan oleh siwa/mahasiswa untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimum. Ketika siwa/mahasiswa pasif, atau hanya menerima dari guru/dosen, ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah ia terima. Ciri-ciri active learning, antara lain : 1) Interaktif, 2) Memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, 3) Menantang, 4) Guru memberikan keteladanan. Ada beberapa strategi active learning yang bisa diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab atau mata pelajaran yang lain, diantaranya yaitu: 1) Al-Taa’ruf ma’a al-ashdiqa, 2) Al-Qira’ah al-Muwajjahah, 3) Ta’bir al-Kalimat al-Fabi’iyyah, 4) Yal’ab Daur al-mudarris, 5) Bithaqat Muzaawijah, 6) Tartib al-Nash, 7) Al-Ta’allum al-ta’awuniy, 8) Al-Ta’lim bi uslubaini, 9) Ikhtiyar al-Jumal dan 10) Uslub Kurati al-Tsalji.